AMBARAWA

AMBARAWA
Naura PMS


__ADS_3

"Nau. bentar deh, capek aku ngejar kamu"ucap Ambar sambil ngos-ngosan.


"Yang nyuruh ngejar juga siapa?"tanya Naura dengan wajah konyol andalannya.


"Ya, gua lah"jawab Ambar berbangga diri.


"Emang, aku kenal kamu?"


"Nau. pliss deh, jangan bikin aku lempar kamu ke teluk Alaska"ujar Ambar sambil memasang wajah datarnya.


"Jangan mbar, nanti kalau kamu kangen aku kan bisa kaya dulu urusannya"ucap Naura sambil terkekeh.


"Ehhh. kapan aku kangen kamu?"tanya Ambar dengan ekspresi wajah tak bisa ditebak.


"Lhoh. pura-pura lupa yaaa"tuduh Naura sambil menoel-noel pipi Ambar.


"Aku gak lupa, cuma malu buat ngingetnya"ujar Ambar sambil memalingkan wajah malu.


"Malu bilang"ledek Naura.


"Itukan masih kecil nau, jangan ceritain ke Raka sama Jaka. ntar kalau kamu cerita, bisa abis aku sama tawaan mereka"ujar Ambar sambil memohon ke arah Naura.


"Hayooo. Ambar ada sesuatu nih"ucap Jaka dari belakang.


"Sejak kapan lo disini?"tanya Ambar dengan ekspresi biasa saja.


"Sejak lo memohon sama Naura"jawab Jaka sambil mengedipkan matanya genit. yang justru membuat Ambar bergindik ngeri.


"Lo udah jelek, jadi gausah sok imut".


jlebb.


"Sadis banget lo"umpat Jaka kesal


"Ehh btw si Raka itu kemana?"lanjutnya.


"Biasalah,godain anak orang pastinya"jawab Ambar cuek.


"Elah. kalau gak bisa cuek, gak usah sok cuek"kini Jaka yang membalas perkataan Ambar barusan.


"Yang penting gue Heppy"jawab Ambar.


"Udah Jak, gak usah kamu tanggapin. si Ambar mah emang gitu, tampangnya aja cuek coba kalau dirumah, udah kaya orang gila"kekeh Naura setelah berucap.

__ADS_1


"Kalian saudara?"tanya Jaka sambil melirik mereka berdua.


"Nggak"jawab Naura dan Ambar sambil menggeleng.


"Terus?".


"Kita cuma tetangga"jawab Naura sambil senyum.


"Gak usah pakek senyum ra. ntar ujungnya, jiwa pak boy cap larutan keluar"tutur Ambar yang membuat Jaka kesal lalu beranjak pergi dari sana.


"Yahh, marah orangnya"kekeh Naura.


"Hahaha. Jaka mah emang gitu nau, ngambeknya paling gak ada semenit terus balik lagi"kekeh Ambar sambil tersenyum.


"Mbar, perut nau sakit"ringis Naura tiba-tiba sambil memegang perutnya.


"Ehh,nau kenapa?"


Astaga. ambar udah tau perut orang sakit masih aja nanya.


"Perut Naura sakit Ambar"ucap Naura agak nyolot


"*K*enapa gue mencium bau-bau pms yah?"batin Ambar lalu beralih pandang ke arah belakang rok Naura dan...


*P*letakkk


"a


Aishhh, sakit banget"ringis Ambar sambil menggosok gidatnya.


"Makanya. diem"ketus Naura.


"Yaudah nau. mumpung udah pulang, mending kita langsung kerumah"ajak Ambar. dan tanpa babibu Ambar langsung menarik lengan Naura.


"Ehh Ambar"pekik Naura terkejut.


"Apa?"tanya Ambar sambil berbalik badan.


"Jaketnya mana?"tanya Naura sambil menadahkan tangan.


"Loh, emang mau dibuat apa?".


*D**asar gak peka*!!!!

__ADS_1


"Buat sate lilit"geram Naura sambil memandang sinis Ambar


"Jangan dong nau. kasian jaket Ambar kalau dijadiin sate"ujar Ambar sambil mengelus jaketnya dramatis.


"DASAR GAK PEKA!!" teriak Naura sambil menghentakkan kakinya.


"*E*mang gua gak peka kenapa?"


......°......


Sepulang dari mengantarkan Naura tadi yang harus diajak seribu rayuan, akhirnya Ambar bisa membujuk Naura untuk pulang bersama.


Sesampainya Ambar dikamar, ia langsung merebahkan dirinya diatas kasur.


"Hufff. mama lagi apa disana?"guman Ambar sambil memikirkan alm.mamanya.


"Andai aja dia gak dateng, pasti mama masih ada"guman ambar lagi.


*T*ok tok tok


"*S*hitt!!,siapa?"tanya Ambar sambil mengumpat.


"Amira kak"jawab orang itu.


"Kenapa?"tanya Ambar agak ketus.


"Kakak gak makan?"tanya Amira dari balik pintu.


"Gak usah. kakak masih laper, bentar kakak nyusul"jawab Ambar ngasal.


"Lah. katanya gak usah, tapi kok bilangnya laper?"tanya Amira bingung dengan perkataan kakaknya.


"seterah. intinya kakak mau tidur,and jangan ganggu gue sampai bangun"cerosos Ambar lalu menutup matanya.


"untung kakak, coba enggak. udah aku goreng pake minyak panas"guman Amira sambil berjalan menuruni anak tangga.


haiii


buat kalian yang read janlup kasi like yahhh.


komentar kalian juga sangat berharga disini.


ingat!!

__ADS_1


pembaca tak akan bisa membaca tanpa penulis 😉


__ADS_2