AMBARAWA

AMBARAWA
Hukuman untuk Samira dari Ambar


__ADS_3


^^^Buat yang nanya cast Naura, ini dia castnya. sebenernya aku gatau pasti namanya.^^^


...***...


Setelah sedikit berdebat tadi, akhirnya Ambar mengantarkan Naura untuk pulang. namun, saat dipertengahan jalan, Naura menerima telfon dari ibu dan ayahnya, kalau mereka akan pergi keluar kota selama seminggu. sedangkan Maura, dia sudah terlebih dahulu dititipkan dirumah Ambar.


"Mbar, kata ibu, Nau disuruh nginep dirumah Ambar"ucap Naura sambil menggetok helm Ambar.


"Okelah, tapi kamu tidur sama aku yahh"ujar Ambar sambil tersenyum genit.


"Ihh, Ambar genit banget sama Naura, kita belum sah aja udah mau tidur satu kasur"kesal Naura dengan muka cemberutnya.


"Ohh, ngode nihh buat dinikahin?,"tanya Ambar sambil menaik turunkan alisnya.


"Ambar ngeselin, awas aja ntar sampai dirumah Ambar, Naura bakalan cuekin kamu"ucap Naura semakin kesal.


"Kesal kok bilang"cibir Ambar, sehingga Naura memukul helm Ambar dengan keras.


"Aduhh!!"ringis mereka bersamaan.


"Nau, sakit nih"ringis Ambar sambil memegang helmnya.


"Tangan Naura juga sakit Ambar"ucap Naura tepat dikuping Ambar.


"Ishh, Naura kalau gitu kamu turun"suruh Ambar sambil memberhentikan sepedanya.


"Loh, kok turun sih!"seru Naura sambil melompat turun.


"Udah sampai, emang gak mau masuk?"setelah mengucapkan kata itu, Ambar masuk kerumah mendahului Naura.


"Ihhh, sebel!, sebel!, sebel!"teriak Naura sambil memasuki rumah Ambar.


"Nau kenapa?"tanya Srita melihat anak temannya yang wajahnya memerah marah.


"Itu tan, anaknya tante, suka banget buat Naura kesel"jawab Naura dengan tampang kesal.


"Kamu sihh, terlalu baper!"


deghh


"Om Putra!"teriak Naura sehingga mengundang para manusia yang ada didalam rumah itu.


"Iya?"sahut putra dengan tampang tengilnya.


"Om putra mau Naura jadiin sate?,"kini Naura makin kesal dibuat oleh Ambar.


"Perkedel aja"ujar Srita dari dapur. semua orang tertawa kecuali Naura.


"Nau, udah lah, tadi om cuma bercanda"ujar putra, namun Naura hanya diam lalu berlari memasuki kamar Ambar.


Sementara Ambar yang ada didalam kamar hanya mendengus kesal, pasalnya ayahnya sangat suka membuat Naura menangis.


Ambar mulai kewalahan saat tangisan Naura semakin kencang, dia akhirnya memutuskan untuk memberikan Naura air yang didalamnya terdapat obat tidur.


Kenapa Ambar memberikan Naura obat itu?. supaya dia tidak mendengar tangisan ohh bahkan teriakan dari tangisan Naura.

__ADS_1


"Nau, ngantuk"ujar Naura lalu merebahkan dirinya di kasur Ambar.


"Akhirnya kamu tidur Nau, sakit kuping aku denger teriakan kamu"ujar Ambar sambil meringis, sebenarnnya ia tak tega memberikan Naura obat itu, tapi mau gimana lagi, demi keselamatan bersama, Ambar harus melakukannya.


"Sekarang gue harus cari Samira"ujar Ambar yang keluar dari kamarnya, setelah menyelimuti Naura.


...***...


Di ruang tengah, Amara, Amira, Samara, dan Samira duduk bersama dengan Maura yang terlelap. mungkin karena dia capek sehabis main.


"Haduh, uang gue mana yah"ujar Ambar yang mencoba memancing Samira, namun tak berhasil.


"Padahal gue mau buat sayembara, siapa yang nemu duit gue, bakal gue terakhir satu bulan"ucap Ambar lagi sambil melirik kelima makhluk hidup yang asik sendiri.


"Beneran kak?"ucap keempat adik Ambar dengan antusias.


"Bener, tapi yang ngaku ngambil, hadiahnya juga makin besar"ujar Ambar dengan seringai licik.


"Kak, rasanya kak Ambar mau jebak kak Samira deh"bisik Amara di telinga Samara.


"Menurut gue sih iya, masa iya orang sepelit kak Ambar, mau traktir orang"ujar Samara, lalu ia berbisik pada Samira.


"Mira, mending lo ngaku deh, soalnya kalau kak Ambar bingung, bisa-bisa kita kena angin topan dadakan"bisik Samara pada Samira yang dari tadi menginginkan traktiran dari Ambar.


"Kak"cicit Samira yang ingin mengaku, bahwa dia ya g telah mengambil uang Ambar.


"Mau ngaku?"tanya Ambar lalu diangguki Samira.


"Gue juga udah tau, kalau elo yang nyuruh duo tuyul buat ambil dompet gue"ujar Ambar dengan menatap Samira yang menunduk.


"Ya..maaf kak, habisnya kakak ngeselin sih"ujar Samira yang didukung oleh ketiga saudarinya, dengan mengangkat jempol.


"Ikut gue"ujar Ambar sambil memegang tangan Samira.


"Ishh, kak am-"sebelum Samira selesai berbicara, sebuah teriakan menghentikan kegiatan mereka.


"HELLO PRIBADEH, RAKA DAN JAKA DATENG NIH, KARPET MERAH MANA?"teriak Raka dan Jaka dari luar dan langsung masuk kedalam tanpa permisi.


"Heh!, siapa yang nyuruh lo berdua masuk?, malah gak ijin lagi"ketus Samara dengan tatapan tajam.


"Ehhh, maaf neng Samara, dulu kata aunty Srita ekhemm. apa Jak?"sebelum Raka menjelaskan ia terlebih dahulu menyuruh Jaka untuk berbicara.


"Anggap aja rumah sendiri"begitulah ucap Jaka yang menirukan suara Srita.


"Sumpah, kak boleh gak gue bunuh mereka satu-persatu?"tanya samara dengan wajah kesal.


"Ehh, sabar neng"ucap Raka dan Raka takut-takut.


"Si Samira mau lo apain?"tanya Jaka yang melihat Samira diseret paksa oleh Ambar.


"Gue mau hukum dia"jawab Ambar lalu lanjut menyeret Samira.


"HUAAA KAK, JANGAN SERET SAMIRA. SAMIRA GAK SALAH, INI IDENYA SAMIRA SIH, TAPI DENGAN PERSETUJUAN BERSAMA KITA JADI NGELAKUIN INI"teriak Samira namun seakan tuli, Ambar tak mendengar semua ucapan Samira.


"Gak peduli, pokoknya lo harus gue hukum"ujar Ambar.


"Kini sampailah mereka dibelakang, yaitu di taman rumah Ambar yang tempat ia menyimpan tanaman kesayangannya.

__ADS_1


"Buat apa kesini kak?"tanya Samira dengan tampang takut-takut.


Samira berpikir bahwa ia akan dicambuk, dikarenakan disebelah Ambar terdapat cambuk.


"Plisss kak, jangan cambuk Samira, Samira janji gak akan ngambil uang kakak lagi"ujar Samira memelas. ia ingin menangis namun, air matanya tidak bisa diajak kompromi.


"Yang mau cambuk Lo juga siapa?!"tanya Ambar dengan ketus.


Batin Ambar saja lain halnya dengan yang dipikirkan Samira. Ambar hanya ingin Samira merawat tanamannya selama sebulan penuh.


"Lah, itu disebelah kakak ada cambuk"ujar Samira sambil memperlihatkan muka setengah menangisnya.


"Gue cuma mau lo rawat kebun gue" ujar Ambar.


"Gak ada acara cambuk-cambukan?"tanya Samira dengan polos dan dibalas gelengan oleh Ambar.


"Fiks, ternyata sifat samira sifatnya sama kaya kita. tengil"bisik Raka di telinga Jaka.


"Bener Rak, gue kira sikapnya sama kaya Ambar, ehh ternyata ckckck, pecicilan"bisik Jaka balik.


"Apa lo ngomongin kakak gue?"tanya Amara dari belakang. memang Amara mendengar semua perkataan kedua teman tengil abangnya itu.


"Ehhh, Amara"kejut mereka sambil nyengir.


"Pantesan kak Ambar kesel sama mereka, tengilnya sama kayak Samira, bobroknya sama kayak Amira, dan pecicilannya sama kaya gue"batin Amara dengan tatapan terus menatap Raka dan Jaka yang memperlihatkan muka tengilnya.


"Santai mandangnya Mar, kita tau kok kita ganteng"ujar Jaka dengan tingak kepedean yang tegangan tinggi.


"Gue setrum juga lo"ancam Amara sambil memperlihatkan colokan yang ada ditangan. entah dari kapan colokan itu ada di tangan Amara.


"Astaga mbar, adek lo sadis banget"ujar Raka yang membuat aktivitas Ambar yang mengomeli Samira menjadi tertunda.


"Ck, kalian ganggu banget sih!"ketus Ambar sambil menatap kedua temannya.


"Hehehe, maaf mbar, kita gak bermaksud buat ganggu lo"ujar Raka cengengesan.


"Alah, boong kak, tadi Amira denger mereka mau ngambil dompet kakak lagi"kini Amira bersekongkol dengan Amara.


"Awas aja lo Amira, gue gak bakal mau bantuin elo kalau disuruh lagi"batin Jaka dengan tangan mengepal.


"Ngapain lo ngepalin tangan?, mau nonjok gue?"ucap Ambar dengan naik oktaf membuar Raka dan jaka kicep seketika.


"Bukan gitu mbar, gue cuma nahan sakit perut"ujar Jaka.


Ini kesempatan yang bagus untuk Samira kabur. melihat hal itu, Samira, Samara, Amara, dan Amira kabur dari situ, meninggalkan ketiga manusia yang berdebat.


"Maaf mbar, gak ngulang deh janji"setelah itu Ambar berbalik lagi untuk berlanjut mengomeli Samira, tapi yang dia dapat hanya pemandangan tembok.


"Shitt!"geram Ambar.


"Jak, mending kita kabur dari pada dicakar macam jantan"ucap rak sambil menarik Jaka untuk diajak kabur. jangan tanyakan Ambar, dia sudah kesal karena dia sudah ditinggalkan dua kali.


"Shitt!, gue bakal kerjain kalian besok"human Ambar lalu memasuki kamarnya dan tidur disebelah Naura yang masih terlelap.


**Besok aku up 2 kali lagi yah hehe.


Abisnya bosen liat YouTube,IG,WA, Telegram, Twitter,Weverse,Vlive,sama Wa.

__ADS_1


Makasih buat yang baca.


Jangan lupa like yaaaa**.


__ADS_2