
Naura sudah gelisah sambil melihat jam dinding di depan kelasnya.
Coba bayangin. guru yang didepan sedang mengeluarkan unek-uneknya, yang dituju untuk Edwin si ketua kelas, karna sudah memberi buku ke guru yang salah.
"Huhh, kapan selesainya sih Bu Farida ngoceh?"cibir Ara yang menatap kesal Bu Farida.
"Bener Ra. dari dulu, setiap Bu Farida yang masuk kelas, beuhh. udah kaya sosialisasi dadakan"balas Aldi.
"Nah, setuju gue sama Aldi"seru fara dengan keras.
"FARA!!"bentak Bu Farida hingga Fara kicep.
"Maaf Bu"ringis fara.
**se*mentara di kelas lain.
"Mbar, jadi kapan nih kita bolos?"tanya Jaka dengan tidak sabaran.
"Pikiran lo bolos terus yahh?, makanya gak pernah pinter"cibir Rara yang duduk dengan Jaka.
"Eleh. lo juga sama"sinis Jaka lalu mendapat tonjokan mulus dari Rara.
"Sekali lo ngomong, gue bisa bikin lo berada layaknya neraka"ancam Rara lalu kembali mendengar penjelasan guru.
"Lah. marah dianya"ucap Jaka.
"Udah ahh. liat noh guru lagi ngoceh didepan"ujar Raka.
"Wait, gue lagi berfikir"ujar Ambar sambil memegang pangkal hidungnya.
"Gimana?"tanya Jaka sambil melirik kedepan.
"Gue ada ide"ujar Ambar sambil tersenyum.
"Buk, permisi saya mau pulang dulu buk,kasian ibu saya di rumah sakit"bohong Ambar.namun, Bu ranum malah mengijinkan Ambar untuk pulang tanpa rasa curiga.
"Baik, kalau begitu, ibu titip salam"jawab bu ranum. lalu ia kembali menjelaskan materi.
Ambar yang sudah memasukan semua bukunya pun bergegas pergi, namun Jaka dan Raka ikut berdiri yang membuat Bu ranum berteriak.
"NGAPAIN KALIAN?!!!"tanya Bu ranum dengan nada tajam.
"Ehh. punten buk, saya mau ke toilet bentar"kekeh Raka sambil memasang wajah watadosnya.
"Ke toilet kok bawa tas?"curiga Bu ranum.
"Ehh. ini tas adik saya buk, jadi saya bakal sekalian ngasih ke adik saya"bohong Raka,lagi.
"Yasudah. dan kamu Jaka?".
******.
Jaka seperti kucing yang tertangkap basah sedang mencuri ikan asin.
"Gini Bu, saya mau ke kelas sebelah. soalnya tadi pagi pak Danu manggil saya"si tukang tipu beraksi.
__ADS_1
"Ouh, yasudah kalau gitu, silahkan".
Mereka bertiga tersenyum puas, dan tanpa Bu ranum sadari, mereka tadi sempat mengambil jam tangan Bu ranum untuk di sembunyikan.
"Fiks mbar, Lo emang the best"teriak Jaka sambil mengangkat kedua jempolnya.
"Siapa dulu dong"sombong Ambar.
"Mulai nih sombongnya"cibir Raka.
Baru saja mereka melewati kamar mandi, dan tanpa mereka sadari dibawah sudah ada minyak tumpah, dan.
brukkk
"Waaan-,gak boleh ngumpat kasar"sebelum Ambar berteriak, dia sudah kembali menetralkan emosinya.
"Aishh, sakit banget punggung gue"ringis Jaka.
"Pantat gue"lirih Raka, sambil memegang pantatnya.
"YEAY KENA".
"OHH. jadi lo pelakunya"teriak Ambar.
*K*embali sebelum Ambar terpeleset.
"Di. mana minyaknya?"tanya Naura sambil melirik Aldi.
"Nihh. aman dan selamat gue beli tadi bareng Edwin"ujar Aldi sambil menyerahkan sebuah minyak.
"Edwin mana?"tanya Ara.
"Masa kita ngerjain cuma segini. yang lain mana?"tanya Naura agak kesal.
"Udah Ra, biar cepet. lagian gue tadi liat si Ambar keluar kelas"ucap Aldi.
"Yaudah, gue tuangin minyak disini".
Mulailah mereka menjalankan aksi mereka. namun, si Aldi malas melakukan percobaan disana.
Aldi mulai mengambil ancang-ancang untuk melakukan percobaan. Aldi mulai melangkah dan...
dubrakk
"Aduh"lenguh Aldi, setelah pantatnya mendarat diatas permukaan lantai.
"Ngapain lo?"tanya Ara sambil melihat posisi Aldi yang terduduk.
"Nyari belalang"jawab Aldi namun Ara malah terkekeh.
"Dapet gak?"tanya ara.lalu mereka tertawa terbahak-bahak.
"Siapa suruh isi percobaan"kekeh Naura.
"Kayanya udah pas nih,Aldi aja tadi nyobain dia jatuh"ucap Naura. lalu mereka mencari tempat persembunyian.
__ADS_1
Tibalah dimana saatnya Ambar dan kedua teman Dajjalnya lewat.
Sedikit demi sedikit.
Dan...
brukk
"Yes berhasil"guman Naura sambil tersenyum puas.
"Hehe. maaf yah Ambar, abisnya kamu ngeselin"ledek Naura sambil tersenyum.
"Awas aja kamu"ancam Ambar ingin mencoba berdiri.namun,ia malah terkusruk kebelakang.
*D**ubrakk*
"Rasain, hahaha"tawa Naura dan temannya pecah. ketika Ambar yang terkusruk mengenai tempat sampah.
"Sini kamu Naura"teriak Ambar. lalu mengejar Naura.hingga dengan tak sengaja Ambar menabrak tembok saat tiba di pertigaan kelas 8.
*B**rukk*
"Sial!!"umpatnya.
"Pokoknya ini salah Naura"teriak Ambar hingga ia kembali mengejar Naura.
Dan...
*H**ap*!!!
"Nahh. ketangkep kan"kekeh Ambar sambil memeluk Naura dari belakang.
"HEH!,KALIAN MASIH KELAS 9 AJA UDAH MAIN PELUK-PELUKAN"bentak pak Danu.
"Ehh, maaf pak. Naura tadi nyuruh saya meluk dia"tuduh Ambar.
"Ehh, bentar-bentar. kok jadi nau?, kan Ambar tadi yang ngejar Naura"tolak Naura.
"Udah kalian jangan ngelak. bapak jodohin baru tau rasa"ancam pak Danu.namun,Naura dan Ambar hanya tertawa renyah.
"kita ini udah nikah pak"jawab mereka bersamaan.
"APA?!!"kaget pak Danu
"kapan?"lanjutt pak Danu.
Ambar dan Naura saling tersenyum.
"Saat segitiga Bermuda dipenuhi pohon kelapa"teriak Ambar dan Naura lalu berlari. meninggalkan pak Danu yang masih loading.
Satu kata buat chap ini?
Harap tinggalkan like disini:)
...Penulis tak akan bisa berhasil tanpa pembaca...
__ADS_1
......dan ......
...Pembaca tak akan bisa membaca tanpa penulis***...