
"Cha, kamu sakit? Aku masakin bubur, ya?"
"Ini tadi aku beli kemeja ini buat kamu seminar besok. Kamu suka?"
"Cha, aku masak kesukaan kamu. Cepat pulang, ya!"
"Cha ... ."
Semua kenangan semasa Alissa di bumi tumpah ruah dalam ingatannya. Gadis itu membenamkan wajahnya pada bantal yang telah basah oleh air mata.
"Mas Dion ... apa itu benar kamu, Mas ... aku bisa ketemu lagi sama kamu ... ."
Lagi-lagi, sebuah kotak putih muncul, melayang di udara tepat di depan mata. Alissa menyeka air mata, berharap kali ini dia yakin dengan apa yang dilihat. Kotak putih itu makin jelas. Ada beberapa kalimat tertera di sana. Alissa memicingkan mata, berusaha membaca apa yang tertulis.
...Misi:...
...Membuat keempat tokoh kunci "Ksatria Lucius" hidup bahagia....
...Reward: Kembali ke dunia asal....
Kedua mata Alissa seketika terbelalak. Kotak itu memberitahukan misi yang harus dilakukan dan reward yang akan dia dapatkan daat berhasil. Alissa mengibaskan tangan, berusaha menangkap kotak putih tersebut. Tapi nihil, kotak itu masih ada di hadapannya. Tangan Alissa tembus tak bisa mengenainya.
Apa ini? Misi? Aku seperti sedang berada di sebuah novel gim sistem, dimana tokoh utamanya mendapatkan misi demi misi untuk mencapai tujuan tertentu. Tapi ... aku tidak pernah menuliskan unsur gim ke dalam novelku! Dan lagi, siapa keempat tokoh kunci tersebut?
Alissa bertanya-tanya dalam hati. Dia berusaha mengingat apa saja yang dia tuliskan dalam novelnya.
Keempat tokoh kunci penggerak "Ksatria Lucius" jelas ada Lucius dan Rion. Alissa ada di antara kedua pria ini. Dalam novel, Alissa mencintai Lucius. Berarti, bila mengikuti alur, Alissa dan Lucius bisa bahagia, tetapi akan membuat Rion sedih.
Dan lagi, rewardnya adalah kembali ke dunia asal. Itu berarti, kemungkinan besar Rion adalah benar Mas Dion-ku! Aku tidak mungkin bisa bersama dengan Lucius ketika Mas Dion jelas ada di depan mataku!
Alissa berpikir keras. Pada kotak misi tertulis empat tokoh. Alissa mengernyitkan dahi. Seingatnya, "Ksatria Lucius" adalah novel perjuangan seorang laki-laki bernama Lucius yang akhirnya jatuh cinta pada Alissa dan harus kehilangan cintanya karena Raja Rion. Hanya tiga orang itu.
__ADS_1
"Siapa empat tokoh yang dimaksud?" tanya Alissa, berharap mendapat jawaban dari si kotak putih. Satu hal yang pernah Alissa baca di dalam novel bertema gim sistem, kotak pemberi misi bisa diajak berinteraksi. Kotak di hadapannya tidak ada pertanyaan terima misi atau tidak. Itu berarti, wajib dilakukan Alissa bila ingin kembali ke dunia asal.
Kotak putih itu terdiam, tetapi tulisan yang ada di atasnya bergerak. Ada empat nama di sana.
...Rion Ardinand...
...Lucius Rainward...
...Alissa Valcke...
...Rika Ambers...
Alissa makin terheran. Dia sudah tak asing melihat deretan nama dari satu sampai tiga, tetapi dia merasa heran dengan nama keempat.
Rika Ambers? Rika ... Rika ... Ohhh!!"
Mata Alissa kembali terbelalak. Dia berhasil mengingat si tokoh keempat. Jelas saja, kalau Alissa alias Masya si penulis sempat melupakannya. Rika Ambers tidak ada di buku season satu.
Buku season kedua bukan lagi tentang balas dendam, melainkan penyatuan wilayah-wilayah kerajaan lain Perang maupun perjanjian vassal dilakukan. Hingga akhirnya Kerajaan Rainward menjadi satu wilayah besar hingga berstatus empire. Lucius menjadi seorang emperor. Di tengah perjalanannya itu, Lucius bertemu dengan seorang gadis yang berhasil menggantikan Alissa dalam hatinya. Gadis itu bernama Rika Ambers.
Lalu, mengapa Masya bisa sampai lupa kalau pernah menuliskan Rika Ambers? Hal itu dikarenakan, kisah Rika ini belum selesai ditulis. Rika Ambers baru berupa konsep dalam skema novelnya. Rika belum 'dihidupkan' dalam buku kedua "Ksatria Lucius".
Apa benar, yang dimaksud adalah Rika yang itu? Delapan belas tahun berlalu, aku sudah lupa dengan skema buku season dua! Bagaimana ini?!
Kalau begitu, berarti Lucius bisa bahagia bersama Rika, kan? Kalau Alissa memilih Rion, Lucius tidak akan bersedih karena nanti dia bisa bertemu Rika!
Itu berarti ... tidak boleh ada yang mati di antara kami berempat, agar aku dan Mas Dion bisa kembali ke dunia asal kami!
Terdengar suara pintu diketuk, membuyarkan lamunan Alissa. Theo, Duchess, dan Cass memasuki kamar Alissa yang tidak dikunci. Mereka bertiga menghampiri gadis itu yang tengah duduk di atas tempat tidur.
"Sayang, kamu baru saja menangis?" tanya Duchess. Dengan duduknya Duchess di hadapan Alissa, membuat kotak putih misi menghilang. Rupanya kotak putih misi bisa tak terlihat apabila Alissa konsentrasi Alissa terpecah.
__ADS_1
Alissa terdiam menatap ibu angkatnya itu. Duchess memeluknya, merasa bersalah. "Maafkan aku, aku terpaksa menyerahkanmu, agar kita tidak dihabisi olehnya ... ."
Di dalam novel, Duchess memang sengaja menumbalkan Alissa untuk Rion. Di sini, Duchess melakukannya juga meski secara terpaksa karena tidak ada jalan lain. Alur novel tetap bergerak, tetapi dengan niat yang berbeda.
"Kamu bisa menolaknya kalau tidak ingin menikah dengan Rion," ucap Theo. "Kita bisa kabur dari negeri ini ke mana pun, ke tempat yang aman dari kejarannya."
"Tapi, bagaimana dengan rakyat kalau kita semua pergi? Bisa jadi akan menjadi lebih buruk kalau warga yang berada dalam wilayah kekuasaan Valcke justru dipimpin langsung oleh Rion!" seru Cass.
"Kalaj begitu, kalian bertiga saja yang pergi, biar aku saja yang tinggal di sini. Cass, kau bisa menjaga Ibu dan Alissa sendiri, kan?" tanya Theo.
Cass terkejut. "Tapi, Kakak, bagaimana mungkin kami bisa mengorbankanmu menghadapi Rion sendirian!"
"Cukup, kalian berdua!" teriak Alissa. "Sudahlah, aku tidak masalah menikah dengan Rion."
"Tapi, Sayang---"
"Tidak apa, Bu, aku pasti akan baik-baik saja. Aku janji akan menjaga diri ... ."
Kabur dari kerajaan ini hanya kan memperburuk alur yang ada. Alissa alias Masya juga jadi tidak bisa menyelesaikan misi yang diberikan. Kalau memang keempat tokoh kunci harus berakhir bahagia, itu berarti Alissa harus tetap berada dalam pernikahannya bersama Rion, lalu Lucius menikah dengan Rika.
"Kamu yakin?" tanya Theo lagi. Tangannya yang besar dan hangat mengelus kepala adik angkatnya itu dengan kasih sayang.
"Sangat yakin, Kak ... Kalian tahu sendiri, bukan, aku tidak lemah."
Lingkaran mantra muncul di sebelah Alissa, dan Kyu makhluk mistisnya melompat keluar. Kini dia bagai rubah raksasa. Tubuhnya besar seperti dire wolf. Itu adalah bentuk evolusi Kyu yang terakhir. Kyu melompat dan mengelilingi Alissa dengan riang.
"Kyu sudah sebesar ini?!" Cass terkejut melihat perubahan hewan yang dulunya kecil itu.
Theo menghampiri Kyu, dan menepuk-nepuk kepalanya. "Semoga dia bisa menjagamu dengan baik. Rion memiliki makhluk mistis yang juga kuat, hingga Firio-ku dan Sam milik Cass tidak bisa berbuat apa-apa."
Rion juga memiliki makhluk mistis? Kalau di novel, Rion bisa memanggil cerberus. Apa di sini juga sama?
__ADS_1
***