
Hari begitu cerah dan matahari terang benderang,burung burung pun bernyayi riang menyambut pagi yang indah
"Ardi..bangun nak,udah siang lohh" Mami Sophia yang cantik dan lembut membangunkan anak tertuanya dan masuk kedalam kamar sang anak
Mami Sophia geleng geleng kepala melihat isi kamar yang berantakan dengan buku buku bisnis dan manajemen yang dipelajari sang anak. Ada juga buku tentang dunia martial arts
"Cukup unik hobi anak ini padahal setauku dia tidak menekuni seni bela diri apapun" batin Sophia
"Stanford Ardi Maxmilian..bangun nak..sekolah.." Mami sophia berkata sambil mencium pipi sang anak
"Iihhhhh..mami anak udah gede juga..resek mami ah.." jawab Ardi
"Lahh..mami dari tadi udah disini dan manggil manggil kamunya ga bangun" jawab Mami
"Udahhh..keluar gih mau mandi ni" balas Ardi
tteetttt..pim..pim..
Bunyi suara motor dan mobil bersahut sahutan didepan Mansion Max saat ini
"Morning mam..morning pap.." kelima anak itu menyapa Mami Sophia dan Papi Scott sehingga menimbulkan keributan kecil didepan
"Belum bangun mam?" tanya Danny Argawijaya
"Belum tuhh bangunin gih Dan,mami malah diusir dari kamar tadi" balas Mami
__ADS_1
"Woiii..udah ganteng aja kau Poltak" sahut Ardi dari tangga lantai 2 menuju dapur
Beginilah tiap pagi mereka berkumpul di Mansion Max menjemput sahabat mereka yang terkenal susah bangun tapi otak paling encer diantara mereka berlima selain Danny Argawijaya
Mereka ini adalah anak dari 3 orang terkaya di kota ini. Siapa yang tak kenal Scott Abraham Maxmilian,Benny Argawijaya dan Halomoan Manurung. Pengusaha sekaligus orang berpengaruh dinegara ini memiliki anak lelaki yang bersahabat begitu juga dengan orang tua mereka.
"Mam..sarapan apa kita hari ini" tanya Sebastian
"Bubur ayam biar enteng diperut kalian nak" jawab Mami Sophia
"Baahh..enak kali itu da bahh.." jawab si Poltak Manurung
"Semuanya enak sama kau" jawab Abby Morgan
"Kalian ini dimasakin sama mami kan dirumah?" tanya Mami Sophia
"Ya mam tapi sampai sini ya makan lagi lumayan disekolah ga jajan uangnya bisa ditabung" jawab Danny
"Papi Benny seneng dong bisa tambah kaya tuh si Benny Pi" ucap Mami Sophia melirik ke suaminya
"Hhhmmmm..sudah..sudah sarapan dulu semua" balas Papi Scott
"Morning mam,morning pap,morning bro"sapa Stanley
"Kak Danny kemaren jalan sama kak Nadya ga liat-liat orang sih..serasa dunia milik berdua" sahut Stanley
__ADS_1
"Sok tau anak kecil urusan pacaran" jawab Abby
"Kau pun macam betul aja kau sama si Mona itu" balas Poltak menyela. Dan seiisi rumah pun heboh dengar cerita kocak si Poltak
Dan selesailah sarapannya kini mereka bersiap berangkat, Ardi selalu dengan motor gedenya dan dia tidak suka memakai sopir.
Sesampai disekolah semua mata memandang 5 anak ini lewat karena wajah mereka memang berbeda sedikit kebule bulean
"Kak Ardi" sapa Nadya Kusuma anak kelas 2 yang tergila gila pada Ardi
"Selamat pagi semua geng Preman" sapa Nadya
"Apalagi itu Preman banyak kali gelar kami kau buat Nadya" tanya Poltak
" Pria eksis dan mapan" bleeee ejek Nadya ke Poltak
" Awas lu jodoh" kata Abby
"Duuuduuuduuu..lalallalaaa.." Abby bernyayi ria menyindir Danny yang ada disana
Ardi senyum senyum melihat tingkah laku konyol sahabatnya,dia bersyukur bahwa sahabatnya terdiri dari berbagai suku dan karakter yang unik
"Kak Ardi..Nadia buatin kue buat Kak Ardi lohh,ini ambil ya" sahut Nadya
Ya beginilah Nadia Kusuma yang memang tiada hari tanpa menempel bak perangko ke Ardi. Walau sering ditolak mentah mentah sama Ardi namun Nadia pantang menyerah dan tetap saja tidak menyurutkan langkahnya mengikuti kemanapun dia berada
__ADS_1