Antara Cintaku Dan Sahabatku

Antara Cintaku Dan Sahabatku
Part 15


__ADS_3

Saat ini Rita sama sekali tidak fokus selama pembelajaran disekolah,pikirannya hanya pada geng 5 sekawan tersebut terutama Nadya dan Ardi.


Hingga jam pulang berbunyi dia pun semangat untuk segera bergegas ke rumah sakit sebenarnya dia juga khawatir pada Danny karena bagaimanapun Danny Argawijaya itu baik dan terlihat menyukai dirinya hanya selalu menjaga jarak aman mengingat sikap Rita yang dingin dan cuek padanya jadi saat ini ada rasa bersalah pada diri Rita mengingat tingkahnya pada sahabat calon suaminya itu tapi yang lebih membuatnya harus mengambil langkah seribu kerumah dakit adalah sosok Nadya yang juga tidak terlihat di sekolah sepanjang hari ini. Dipastikan jika Nadya juga sedang berada dirumah sakit menemani Ardi.


"Harusnya kan dia ngasih tau gue gimana keadaan disana" batin Rita


"Lah Nyonya elu sendiri kan yang sok jaim sok nolak dan memutuskan menutupi hubungan lu sama Tuan Muda Max itu dari publik?" tiba tiba Rosa mengatakan sesuatu yang kenapa jadi pas banget dengan yang ada dipikirannya Rita


"Jangan-jangan lu cenayang ya" balas Rita sambil menunjuk ke wajah Rosa


"Nyonyahh..jelas-jelas ya dari pagi trus keluar break dan sekarang kita udah jam pulang matanya Nyonyah selalu celingak celinguk mencari sosok yang entah siapa, ga mungkin sang Tuan Muda secara elo tau dia dirumah sakit sekarang ya berarti nyari Nadya yang selalu nempel kayak bulu ketek itu, ya kan?" tanya Rosa


"He-ehh..mmmmm.."jawab Rita sambil mengangguk dan menunduk malu ketauan


"Hhhmmm..Makasih sama gue tadi gue ngedeketin Vindy sahabatnya dia bilang emang Nadya ikut nungguin di rumah sakit semalam tp ga nginap disana karena dilarang sama Papi Benny dan Papi Scott trus pulangnya udah kemaleman jadi dianter Ardi . Pertanda ga nungguin sampe pagi Nyonyah tp bisa jadi hari ini dia juga kesana cuma Vindy belum hubungi lagi" jawab Rosa lengkap


"Hhhmmmm..makasih infonya Oneng" balas Rita


"Elu sebenanrnya nrima ga sih pernikahan ini Ta?" tanya Rosa kembali


"Harusnya nihh elu itu udah mulai pendekatan secara baik sama Ardi soal elu belum siap jadi istrinya elu bisa omongin mau nya elu gimana, orangtua cuma mendekatkan kalian tapi kan yang ngejalanin kedepannya kalian jadi ya urusan kedepannya ya cuma elu sama Tuan Muda Max Ta" panjang lebar Rosa menasehati


"Dahh dehh gosah sok nolak atau sok jaim yang gue liat nih Tuan Muda itu sangat ngehargain elu dan ya walaupun belum keliatan dia sayang apa gimana sama lu tapi dia ga kasar loh sama lu kayak di cerita cerita novel yang sering kita baca klo lelakinya ga terima pernikahan jadi dia arogan gitu Ta" jawab Rosa lanjut

__ADS_1


"Tumben lu lurus mikirnya Oneng?" balas Rita


"Sejujurnya gue bingung sama masa depan gue sendiri setelah menikah Sa, gimana cita-cita gue selama ini, gimana rumah tangga gue nanti klo gue sendiri belum cinta sama dia padahal kan pernikahan itu antara 2 orang yang saling mencintai Oneng" balas Rita


"Hhhmm..gue ga liat ada masalah kok secara calon laki lu sama calon mertua lu kayaknya orang yang dukung dukung aja" jawab Rosa sambil senyum mengejek pada Rita


"Hhhmmmm..semoga Sa" balas Rita


Saat ini mereka sedang berada dilobby gedung utama sekolah menunggu Mang Asep menjemput mereka sepertinya sedikit agak lama karena sekarang hujan cukup deras di sekolah sehingga antrian penjemputan siswa sedikit kesusahan, para penjemput baik orangtua atau supir mereka langsung menunggu di Lobby utama sekolah


Begitu melihat Mang Asep mereka langsung masuk dan Rita menyampaikan ke sopir untuk mengantar mereka ke Rumah sakit Max. Si sopir harus menghubungi Mama Medlyn dulu jika ada rencana diluar penjemputan setelah meminta izin pada Mama Medlyn si sopir pun meluncur ketujuan


"Sa..kok gue deg-degan ya?" tanya Rita


Sesampainya mereka didepan gerbang utama Rita dan Rosa terkejut melihat gedung rumah sakit yang megah dan namanya jelas ada Max nya,


"Ini rumah sakit Max Ta?" tanya Rosa


"Ya Nona,ini rumah sakit Tuan Besar Max tadinya rumah sakit ini di kelola bersama almarhum Tuan Bobby papanya Nona Rita tapi sekarang saya ga tau siapa yang kelola sepeninggal Tuan Bobby" jawab sopir keluarga Rita


"Makasih Mang Asep saya jadi terharu" balas Rita


"Pantes gue ngerasa lain melihat gedung ini ternyata ada kenangan Papa disini Sa" kata Rita

__ADS_1


Mereka pun masuk kedalam dan cukup takjub heran melihat lobby nya layaknya lobby hotel berbintang yang elite dengan sedikit ragu mereka menuju meja yang mirip customer service sebuah perbankan dan ternyata benar mereka pun mencari informasi ruang Danny Argawijaya berada. Mata wanita bagian infornasi tersebut melotot dan melihat Rita dan Rosa bergantian dari atas ke bawah karena berbaju sekolah mata wanita tersebut menyelidiki siapa dua anak SMA ini mencari Tuan Arga yang juga memiliki saham di rumah sakit ini. Andai si mbanya juga tau bahwa didepannya ini calon istri Tuan Muda nya dia akan langsung kena masalah besar memperlakukan Rita seperti ini


"Nona nona ini ada perlu apa ya menjenguk Tuan Muda Arga?, ga sembarangan orang bisa bertemu Tuan Muda Arga?" tanya si mba Informasi


"Hhaii Rita kan?" tanya perempuan yang kini mendekat ke arah mereka dan jelas itu adalah Nadya. Si mba informasi pun langsung paham begitu melihat Nadya yang juga anak dari pengusaha terkenal teman dari Tuan Muda Arga dan Tuan Muda Max yang 2 hari ini selalu berada dirumah sakit menghampiri mereka


"Kami permisi dulu mba itu sudah ada teman kami" pamit Rita


"Iya silahkan Nona" jawab si mba informasi


"Nad,kok lu ada disini kenapa ga sekolah?" tanya Rosa nyolot


"Hmmm..suka suka gue lah kesini secara mereka itu udah temen gue dari kecil jadi ya gue ikut nemenin" jawan Nadya asal


Rita seakan akan merasa panas seperti terbakar sesuatu yang sama sekali dia ga pahami namun dia cepat menetralkan suasana hatinya


"Gimana keadaan Kak Danny?" tanya Rita


"Ehh.elu perhatian juga sama Kak Danny?" tanya Nadya sambil tersenyum


"Hhmmm.." jawabnya singkat dengan tersenyum


"Yukk kita ke IGD anak-anak disana semua" ajak Nadya

__ADS_1


Langkah kaki Rita begitu lemas saat Nadya berjalan didepan mereka dengan semangat seakan akan Nadya bahagia sekali tidak masuk sekolah hanya untuk selalu bersama Kak Ardi yang merupakan calon suaminya itu sepertinya penghalang utama di pernikahannya saat ini adalah Nadya yang menempel pada Ardi


__ADS_2