
"Gue mesti buat pembatasan ama lu sekarang semacam perjanjian tak tertulis gitu" desak Rita
"Stop panggilannya gue-elu mulai sekarang pakai kamu-aku, mau kamu ga terima pun dengan pernikahan kita tapi ini pasti terjadi" jawab Ardi dan baru ini dia buka suara dengan panjang lebar sambil mata terus kedepan
"Kok ngebentak sih?, kan bisa bilangnya baik-baik kasarnya masih aja kayak dulu" jawab Rita
"Kamu juga masih barbar dan bawel,saya juga ga suka sama pernikahan ini tapi Mama kamu...mmmm.." jawab Ardi yang hampir saja memberi tau tentang sakit Mama Medlyn padahal sebelum berangkat tadi Mami Sophia sempat menghubungi Ardi agar tidak keceplosan mengatakan penyakit Mama Medlyn calon mertuanya
"Ada apa dengan Mama?" tanya Rita
"Saya sudah berjanji dihadapan Mama Medlyn tadi bahwa akan menerima kamu walau rasanya susah mengerti kamu yang ngomong aja ga sopan sama saya" lanjut Ardi
"Nah ini saya saya-an" balas Rita
"Bisa ga sih ga asal jawab Ta" balaa Ardi susah menahan kesal di dada
"Ga" balas Rita singkat sambil menoleh ke arah Ardi
Ardi melirik ke sebelah dan tatapan mereka pun bertemu kembali namun Rita langsung membuang wajahnya menatap jendela mobil disamping
"Duhh..kenapa lagi ni jantung ga bisa diajak kompromi?" batin Rita
Gggrrrbbkkkkk..tiba tiba suara perut Rita berbunyi cukup nyaring dan terdengar menggemaskan di telinga Ardi
"Katanya tadi udah kenyang" sahut Ardi sambil senyum tipis
"Ini gara gara elu ehhh kamu duduk depan gue ehhh aku jadi buat selera makanku hilang" balas Rita
Mobil sport Ardi pun menuju ke salah satu kafe miliknya yang masih dalam satu dalam Max Grup
Didalam Max Grill Steak Resto mereka disambut dengan sangat hormat oleh para pelayan dan karyawan disana. Tidak ada karyawan yang menduga kalau Ardi sang boss mereka ini masih anak SMA karena baik Mami Sophia dan Papi Scott mengenalkan Ardi tanpa embel embel anak sekolah.Dan sekarang Ardi sudah sah memiliki restoran mewah ini yang sebenarnya adalah kelolaan Mami Sophia namun karena ga mau istrinya nya kecapean mengurus ini semua Papi Scott mengutus Ardi belajar praktek mengurus restoran ini sebelum benar benar terjun memegang keseluruhan Max Grup
"Selamat malam Tuan Ardi" sapa Manager sambil badannya menunduk hormat
Ardi dan Rita pun langsung naik ke lantai 3 kantor sekaligus ruang private nya Ardi kalau sedang berkunjung kemari
__ADS_1
"Bawakan menu terbaik atau tanyakan pada Nona ini ada menu khusus apa yang dia mau setelah itu jangan ada yang ganggu saya di ruangan ini" perintah Ardi
"Baik Tuan" jawab sang Manager masih dalam posisi hormat
"Silahkan Nona daftar menunya ada yang mau dipesan selain dari menu yang sudah dipesan Tuan Ardi
"Samain dengan punya ehhh..mmmmm..dia aja deh kan udah dipilihin juga minumnya pengen jus mangga ya" balas Rita sambil tersenyum
Ardi melirik sekilas ke arah Rita,dia terpesona dengan sentum manis gadis ini dan dia pun ikut menyunggingkan senyum di sudut bibirnya,kalau perempuan lain ikut dengannya kesini maka semua makanan akan keluar dari dapur chef dan selalu minta yang aneh aneh tapi perempuan disebelahnya ini terima aja pesanan yang dibuat oleh Ardi
"Mmmm..ini kan restoran yang selalu ada di Instugrem itu kan yang jadi tempatnya para influencer nongkrong?,punya kamu?" tanya Rita hati hati
"Awalnya Mami yang kelola tapi akhirnya Papi suruh aku praktek bisnis langsung tapi dari awal manajemennya juga aku yang kelola sama Mami" jawab Ardi
Ga lama menu pesanan Ardi datang dengan cepat dan Rita makan dengan lahap seperti orang kelaparan,memamg waktu di restoran seafood tadi selera makan Rita hilang karena kesal dengan pria yang dijodohkan dengannya tepatnya Ardi makan dengan cueknya dan posisi duduk berhadapan dengannya sehingga membuat dirinya hilang mood makan
Sedangkan Ardi hanya pesan menu cemilan dan minum karena disana tadi dia sudah makan kenyang dia tidak peduli dengan gadis dihadapannya yang selalu menatapnya tajam dan memusuhinya
"Ehh..mmm..itu ada sesuatu di mmmm..wajah kamu" sapa Ardi karena melihat ada bekas makanan di sudut bibir gadis tersebut
"Apaan sih?. disini?" sambil menunjukkan daerah yang dia yakini
"Disini" balas Rita
"Duhhh..bukan disitu Ta,tuh kan jadi makin melebar Ta" balas Ardi kesal
Dan jari Ardi pun langsung reflek menyentuh bibir Rita dan menghapus sisa makanan Rita. Sadar jarinya sudah menyentuh benda kenyal nan tebal itu Ardi langsung menarik kembali tangannya
"Maaf" sahut Ardi
Jantung mereka berdua saling berlomba berdegup tak menentu arah dan semakin memporak perandakan pertahanan Rita akan hatinya terhadap Ardi
"Gue ehhh aku permisi ke toilet dulu" balas Rita sambil terburu buru agar menetralkan perasaannya sekarang. Dia yang tadinya sudah memantapkan diri tidak mau membawa perasaan ternyata ga semudah yang dirinya pikirkan tetaplah pesona Ardi ga bisa dia sangkal
Begitu Ardi ditinggal sendiri dirinya pun senyum senyum sendiri sambil membayangkan bibir tadi yang begitu menggodanya
__ADS_1
"Rita Merlyn Hadiningrat, hhmmm.." batin Ardi
Setelah selesai makan waktu sudah menunjukkan hampir jam 10 dan Rita berniat ingin segera pulang karena toh besok mereka akan sekolah pagi
"Aku harap di sekolah kita berlaku biasa aja dan tidak boleh ada yang tau tentang perjodohan kita termasuk para sahabatmu" sahut Rita
"Mmmmm" balas Ardi malas karena kalau oranglain sih dia tidak peduli tapi ke 4 sahabatnya rasanya ga mungkin
"Bisa ga sih jawab yang bener?,menyebalkan" balas Rita
Ardi diam saja menerima kebawelan tingkat dewa gadis didepannya ini dan sekarang mereka pun sudah berada di mobil yang akan membawa ke rumah Mama Medlyn yang juga Mama Rita yang letaknya cukup jauh dari restoran milik Ardi
"Makasih" Rita membuka suara
"Mmmmm" balas Ardi
"Hhmmm..hhmmm..mulu" balas Rita sambil memajukan bibirnya
Ardi tidak menyahuti ucapan Rita malah dia menikmati pandangan pada bibir Rita yang dimaju majukan karena kesal dengan jawaban singkat Ardi padanya
Sesampainya di depan rumah Rita tampak Mama Medlyn melihat dari jendela kamarnya di lantai 1 ke arah teras depan tepat saat mobil Ardi berhenti
"Gue ihhhh..susah bener sihh..aku turun dulu, makasih dan..mmmmm...kamu hati hati" sahut Rita langsung membuka pintu secepat mungkin menahan degupan jantung yang sudah kayak lomba lari jarak sangat jauh setelah mengucapkan hati hati pada Ardi
Ardi keluar dari arah kemudi dan ikut berjalan dibelakang Rita menuju pagar rumah Mama Medlyn
"Salam sama Mama dan istirahatlah" balas Ardi
"Oke,selamat malam" balas Rita tanpa menoleh
"Selamat malam Rita" balas Rita
"Oohhh Tuhan..tolong aku kenapa aku jadi begini disapa gitu aja" batin Rita
Rita pun menbuka kenop pintu dan masuk kedalam rumah saat berbalik badan dan dia pun menangkap sepasang mata Ardi yang masih berdiri menunggunya masuk kedalam rumah,sesaat Rita enggan menutup pintu karena akan kehilangan tatapan Ardi lagi
__ADS_1
Ardi tau dan menangkap mata Mama Medlyn yang mengintip dari balik tirai jendela kamarnya untuk melihat aktiviras mereka itulah kenapa Ardi masih disana sampai Rita menutup pintu . Dia tidak mau nanti Mama Medlyn menilai dirinya jelek dan mengadu kepada Papi Scott dan Mami Sophia terlebih dia sudah berjanji akan menjaga Rita mau ga mau dia akan tetap berdiri disana sampai Rita sudah tidak kelihatan lagi dari balik pintu
Rita pun menutup pintu dan meluruhkan tubuhnya ke bawah sambil memegang dadanya yang terasa sesak. Dia tidak mau berharap banyak akan perasaannya pada Ardi karena Rita pun tau di sekolah ada Nadya yang selalu berharap akan cinta Stanford Ardi Maxmilian