
SMA BAKTI BANGSA
"Ta..ke perpus yok" ajak Rosa
"Males ahh..no ngeliat yang maen bola aja" sahut Rita
"Iissshhh..apaan sih nonton sepakbola ga jelas gitu Ta" jawab Rosa
"Lo aja duluan ntar gue bosen nyusul" sahut Rita malas
"Mana bisa gue ninggalin lo secara Nyonyahh Medlyn Hadiningrat sudah menitahkan agar selalu bersama lo kalau ga jatah belajar kecantikan gue lepas sia sia cantik" terang Rosa
"Ya udah sini aja diem sambil ngemil" jawab Rita
"Haii..Rita yang anak baru dikelas B kan?,aku Nadia anak A" sapa Nadia
"Hai..ya salam kenal" jawab Rita
"Suka lihat sepakbola juga?" tanya Nadia
"Eehhmm..Ga juga lagi pengen aja" jawab Rita
Saat ini sedan jam istirahat anak-anak yang cowo sedang bermain sepakbola di halaman sekolah tampak geng Ardi,Arga,Abby,Poltak dan Bastian melawan tim kelas 2 yaitu kelasnya Nadia
"Ayoo kak Ardi..kamu pasti bisa" teriak Nadia
__ADS_1
"Suara lo ga perlu pake toak udah memecahkan gendang telinga ya Nad" ucap Rita
"Lo aneh Nad yang tanding kan kelas kita kok lo malah dukung geng Kak Ardi sih?" tanya Vindy sahabat Nadia
"Berisik kan gue calon bininya ya suka suka gue lah" jawab Nadia
"Mimpi jangan ketinggian Nyonyah" sahut Vindy
Pertandingan berjalan dengan alot dan sangat menghibur, sesekali Rita semangat, tertawa dan teriak gembira bersamaan dengan Nadia saat team kelas 3 mencetak gol
"Golll..gol lagi,keren Kak" teriak Nadia
Pertandingan pun usai dan dimenangkan oleh team kelas 3, Ardi dan kawan berjalan ke arahuar arena tepatnya ke arah gadis gadis yang menunggu mereka keluar
Sengaja Rita berdiri bersandar pada salah satu tiang disana yang mengarah pada datangnya oara pria macho tersebut dan mengarahkan salah satu kakinya kesamping dengan ekspektasi kakinya akan membuat Ardi jatuh namun yang ditarget sadar dan malah belok ke arah satunya lagi dan mengenai Danny.
"Kenapa kak Danny?. apakah dirimu baik baik saja?." tanya Rita
"Tidak apa-apa,terimakasih" jawab Danny
Seketika Danny terpesona dengan Rita yang wajahnya hanya berjarak beberapa centimeter saja dihadapannya. Rita yang mengerti langsung memutus tatapan mata Danny dan membantu Danny berdiri.
"Harusnya aku yang jatuh tapi kenapa aku yang tidak suka dia memegang Danny" batin Ardi
"So sweet kali kau sama cewek aku loh Ga..cem mananya kau ga terima aku loh" bentak Poltak
__ADS_1
"Kenapa kau yang ga maju duluan biar jatuh kau" jawab Abby iseng
"Iishhh..ceweku itu ya Ga,kau kan sudah ada bude Ira yang selalu mencari perhatianmu" jawab Poltak
"Hahhahahaaa" mereka pun tertawa terbahak bahak bersama keluar dari arena lapangan sepakbola
PARKIRAN
"Kok kempes sih tadi pagi baik baik aja" kata Ardi melihat ban sepeda motornya kempes
"Gue anter Di" ucap Danny yang memang selalu membawa mobil kesekolah
"Bas..hari ini jadwal gue apaan?" tanya Ardi pada Sebastian
'"Hari ini belajar Stock Market sama Miss Esra jam 3 " jawab Sebastian
"****, Ms Esra galak banget lagi mau putus jantungku dibuatnya" jawab Ardi
"Makan siang dulu lah kita,kau asik ke kantor bapak kau aja setiap hari kan masih banyak waktu ke jam 3 bro" Poltak menimpali
"Bas..ngapain aja sih bos kita dikantor lah baru anak SMA loh kan Papi Scott ada asisten dan sekretaris Bas" tanya Abby ke Sebastian
"Ya gitulah, Papi mau siapkan dia menjadi penerus Papi secepatnya karena Papi mau pindah ke Melbourne aja" jawab Sebastian sahabat sekaligus menjadi Asisten Pribadi Ardi
"Soal motor nanti gue urusin Di" jawab Sebastian
__ADS_1
"Yoklah cabut guys" jawab Abby
Mereka pun bersama sama pergi dengan mobil Danny dan Poltak sedangkan Sebastian mengikuti dari belakang dengan motornya, persahabatan mereka sudah sejak kecil jadi bisa dibilang mereka sudah sangat paham sifat dan kebiasaan masing masing