
Sosok Rita muncul di hadapan Abby, Tian, Poltak dan Ardi membuat mereka berempat terkejut cukup heran untuk apa Rita kemari, namun sudut bibir Ardi tertarik sedikit membuat lengkungan senyum kecil pertanda dia paham bahwa Rita kemari karena mengkhawatirkannya
"Ehh..Jodoh Poltak datang" sapa Poltak sambil tersenyum malu malu dan melangkah ke arah Rita dan Rosa
"Met siang kakak kakak" sapa Rita dengan senyum manisnya
"Kak Ardi, ini Nad bawain makan siang buat kakak" sapa Nadya langsung menjurus ke Ardi
Melihat pemandangan yang tidak menyenangkan itu Rita putar badan membelakangi ke 4 sahabat itu dan menoleh ke arah Rosa
"Ehh..jodohnya Poltak mau kemana?" tanya Poltak yang langsung berdiri di hadapan Rita
"Lah kok 1 aja Nad kami ber 3 makan apa dong?" tanya Abby masam
"Beli sendiri dong, gue kesini itu cuma buat ngurusin Kak Ardi" jawab Nadya
"Ngurus?" emang elu siapanya Kak Ardi Nad?" tanya Rosa dongkol
"Hhmmm..sahabat dari kecil ya kan Kak?" jawab Nadya gugup karena hingga detik ini pun Nadya tidak pernah menyatakan perasaannya ke Ardi dan Ardi pun selalu bersikap biasa saja padanya
"Kak,gimana keadaan Kak Danny?, bisa dijenguk?" tanya Rita pada Poltak
"Ehh..bisa kok baru saja kami selesai dari ruangannya,kau pergilah masuk sepertinya dia masih jam makan siang itu" jawab Poltak
Karena bahasa Poltak yang meledak ledak terkadang Rita masih suka terkejut belum lagi volume suaranya jadi Rita mesti agak mundur jaga jarak aman telinga
"Oohh..ok..Rita boleh masuk ga kak?" tanya Rita sambil dia berbalik badan dan melirik ke arah Ardi
"Ohhh boleh kok cantik" jawab Poltak malu malu
__ADS_1
"Makasih kak" jawab Rita dengan sedikit menunduk
Yang dilirik yaitu Ardi paham maksud pertanyaan Rita adalah izin padanya sehingga dia langsung maju dan menawarkan diri menemani
"Mari..kuantarkan sekalian ada yang mau kubicarakan dengan Arga" balas Ardi
"Kak..dimakan dulu dong, Nad kan udah bawain buat kakak" rengek Nadya sambil tangannya dikalungkan ke lengan Ardi
Pelan pelan Ardi melepas lengan Nadya dan berjalan ke arah Poltak
"Tak..kau makankan ini sama Abby ya, aku masih kenyang entar lagi Mami juga datang bawa makanan ku dan Tian" balas Ardi dan langsung menyerahkan bungkusan pada Poltak
"Iihhh..Kak Ardi ni gimana sih?, Nad ikut kedalam ya" sungut sungut Nadya yang sangat menggangu Ardi
"Kan dokter bilang cuma 2 orang yang boleh masuk" balas Ardi dengan mata melotot tajam
"Apa kabar?, kamu udah makan?" tanya Ardi lembut
"Belum" balas Rita singkat namun dengan degupan jantung yang kencang
"Dari sekolah langsung kesini ga makan dulu, Arga bukan seseorang yang penting untuk kamu kunjungi kan?" tanya Ardi langsung nembak
"Hhuuffttt..mati aku, apa alasanku ya?" batin Rita
"Eemm...tadi di sekolah heboh gitu kakak semua ga masuk jadi mmmmmm..jadi kami kesini lagian Kak Danny juga baik selama ini sama Rita dan Rosa Kak" jawab Rita asal entah kenapa hanya itu yang ada di otak Rita
"Kamu baru beberapa hari dikota ini Ta, ga usah merasa perhatian sama Arga yang kamu baru ketemu ga sampai seminggu" balas Ardi tiba tiba berhenti dan tubuhnya menghadap Rita
Rita yang mengikutinya hanya berjarak beberapa senti pun ikut terhenti tiba tiba namun karena mendadak ngerem kaki, tubuhnya sedikit oleng dan Ardi menangkap pinggangnya dan tubuh Rita menempel di Ardi
__ADS_1
"Kalau kesini nya karena aku kenapa ga bilang aja sih Ta?" suara Ardi yang lembut di telinga Rita mampu membuat Rita makin gelagapan kakinya lemas dan tubuhnya semakin oleng untung tangan Ardi yang satu lagi menangkap dan menahan bahunya dan kini memutar Rita menghadapnya
"Apa sih Kak?" balas Rita sambil berusaha melepas diri dari Ardi
"Kenapa Ta?" tanya Ardi lembut dan tenang
"Trus kenapa telfonnya semalam langsung dimatiin kan padahal aku belum selesai ngomong, trus kenapa ga sekolah?, enak ya disini aja ditemani sama Nadya dari semalam dan sepanjang hari ini juga dia ga sekolah demi nemanin Kak Ardi disni, ya kan?" tiba tiba Rita membalas pertanyaan Ardi dengan mengeluarkan segala resah, gundah dan galaunya yang sudah dia tahan dari semalam. Entah kenapa dia berani mengatakan hal itu semua dihadapan Ardi dan Ardi pun sangat menikmati celotehan sedemikian oleh Rita
"Kamu cemburu Ta?" tanya Ardi dengan senyum
"Apa sih kan dari tadi aku nanya Kak?" bentak Rita sambil berusaha lepas dari Ardi
"Baiklah calon Nyonya Muda Maxmilian, telfonnya dimatiin karena kamu yang sepertinya mau istirahat dan karena sudah cukup malem aku ga mau ganggu lagi jadi kamu ga tidur kemaleman " jawab Ardi memulai
"Aku disini karena Danny Argawijaya itu adalah sahabatku dari kecil Ta..dia udah seperti Stanley kedua buatku udah layaknya saudara kandungku Ta. Kalau posisiku kecelakaan begini maka Danny pun akan melakukan hal yang sama Ta, waktu SMP aku juga pernah jatuh dari motor dan dia menemani ku dirumah sakit selama 1 minggu Ta" jawab Ardi dengan terus menatap mata Rita sedangkan yang ditatap membuang wajahnya karena tidak sanggup menatap balik Ardi
Rita menjadi malu malu saat Ardi menyebutkan calon Nyonya Muda Maxmilian namun dia berusaha menutupi dengan membuang wajahnya ke samping berharap tidak tertangkap oleh Ardi namun Ardi sudah sempat melihat semburat pink di wajahnya yang membuat makin menggemaskan di mata Ardi
"Soal Nadya, dia sudah begitu sejak kami kecil Ta selalu maunya menempeliku dan Danny tapi Danny lah yang selalu mengalah padanya. Sedangkan dengan Abby, Tian dan Poltak dia baru dekat sekarang ini karena Nadya sempat SMP di Medan ikut Om Kesuma orangtuanya tugas disana" terang Ardi berikutnya
"Makasih jawabannya" jawab Rita sambil berlalu melepas tangan Ardi dengan menghentakkan dengan kasar langsung berjalan sedikit cepat menghindari kontak fisik lebih lama dengan Ardi
"Ta..kok gitu aja sih jawabnya" tanya Ardi sambil berlari kecil mengejar Rita
Setelah susah sejajar dengan wanitanya itu dia menangkap tangan Rita serta menggenggamnya erat. Rita pun tidak menolak karena dia berjanji akan belajar menerima pernikahan tiba-tibanya dengan Ardi dan akan mulai membuka diri saat ini
"Biarkan begini dulu Rita Merlyn agar aku paham bagaimanakah perasaanku yang sebenarnya untukmu" batin Ardi sambil tersenyum melirik Rita disebelahnya
"Apakah kamu akan mengizinkanku berkarir kelak kak?, apakah kamu akan mendukung ambisiku kak?, apa namanya perasaan diantara kita ini kak?" batin Rita masih dengan gundah gulananya sendiri
__ADS_1