
Di kantin Sekolah
"Ta, kok bengong sih..Halloo Nyonyah" Rosa menyapa Rita sambil mengibas ngibaskan tangannya
"Berisik Oneng" jawab Rita
"Lah elu bengong aja itu bekal dicuekin aja tadi bilang mau ke kantin" jawab Rosa
Dan matanya menangkap kelima sekawan sedang menuju kantin sekolah dan langsung dikerumuni para gadis gadis kelaparan perhatian dari para cowo tampan dan tajir melintir ini. Mereka bisa memberikan apa saja demi menarik mata para cowo mapan ini agar melirik para gadis tersebut
Seperti sudah pemandangan umum para cewe di sekolah ini menunjukkan kepunyaan dengan gaya berlebihan karena yang bisa sekolah ini adalah anak dari orangtua yang berada ataupun pejabat pemerintah atau kalau ada anak dengan latar belakang biasa saja dia mendapat beasiswa dari suatu perlombaan atau orangtua dari perusahaan besar yang mendapat support dari perusahaan tersebut intinya ada yang support secara finansial seperti Rosa yang memang dibiayai oleh Mama Medlyn agar bisa selalu bersama Rita
"Kak Ardi..tunggu, mo makan apa kak?" Nadya menyusul setengah berlari ke arah Ardi sambil tersenyum manis .
Nadya tetap tidak menyerah mendapatkan perhatian Ardi yang sudah dia sukai sejak dari awal masuk sekolah dan tentunya orangtua Nadya dan orangtua mereka sudah saling mengenal jadi lebih mudah Nadya untuk mendapat restu orangtuanya jika Nadya berpacaran dengan Ardi namun kembali lagi Ardi dengan Mode cueknya
"Hhhmmm" jawabnya singkat
"Bos..gue mau bakso pedes ni,lu mau ga" tanya Bastian
"Ok" jawabnya singkat
Ardi menangkap sepasang mata indah yang sempat dia fikirkan waktu di kelas terkunci sepersekian detik namun pada akhirnya mata indah itu memutus pandangan mereka pertama kali tetapi Ardi tetap saja terus menatap ke arah gadis tersebut tanpa putus
"Kak,Nad ambilin minum ya" sahut Nadya
"Hhhmmm" sahut Ardi sambil menuju ke meja panjang di depan geribak bakso karena para sahabatnya sudah duduk duluan
"Kau ikut Try Out ujian Di?" tanya Poltak pada Ardi
"Ngapain dia ikut otaknya udah encer pasti lulus lah,kau yang harusnya ikut Tak sama gue" jawab Abby
"Ahhh..Kau ini kenapa pula dia ga ikut? ini ujian akhir bro pasti sulit" jawab Poltak
"Hari Sabtu kan?, gue ga bisa karena ikut Papi ke Surabaya" jawab Ardi asal padahal itu hanya alasan mengingat Jumat depan dia sudah melangsungkan pernikahannya berarti Sabtu dia tidak bisa kemana mana itu makanya dia beralasan ikut perjalanan bisnis Papi Scott ke Surabaya
Di Sudut Lain yang tak jauh
"Yokk..udahan Sa" ajak Rita ke Rosa
__ADS_1
"Tapi makanan lu belum abis Nyahh" jawab rosa
"Sepet mata gue" balas Rita
"Cciieeee..cemburu ma Nadya yang mudahnya nempel ma ayang beb" balas Rosa
"Oneng..berisik" balas Rita sambil memberi jari telunjuk di bibir
"Nah elu yang ga mau publikasi ya jadi gosah heran Ardi ditempeli ma cewe cewe Ta" balas Rosa
"Dahh..ahhh..cabut" jawab Rita sambil membereskan bekal mereka
Mata Ardi masih saja menangkap keanehan sikap Rita dari kejauhan,dia belum mampu memahami situasi yang ada saat ini. Danny yang mengikuti arah mata Ardi memberi tarikan sedikit diujung bibirnya seakan paham akan sahabatnya itu dan seketika berlari ke arah Rita dan Rosa yang memang tidak seberapa jauh dari tempat mereka
"Heii..udahan makannya?" kan baru bell keluar istirahat?" sapa Danny
Rosa menyenggol lengan Rita agar membalas sapaan Danny
"Udah kenyang kak,mau balik kelas ada tugas" balas Rita
"Oooo..oke deh..mmmm..saya ajak kamu makan bareng lain kali bisa?" tanya Danny sambil senyum mautnya keluar
Ada sepasang mata yang terlihat tajam dan mematikan yang menatap ke arah Rita padahal Rita bukan tipe wanita yang lemah tapi entah kenapa tatapan Ardi bisa menghipnotis dirinya menjadi Rita yang berbeda
BUTIK SOPHIA MAX
"Duuhh..mantu Mami dah sampe" sapa Mami Sophia menyambut Rita dan Rosa seraya memeluk Rita dengan erat
"Anak Mami mana si Ardi, sayang?" tanya Mami Sophia
"Mampus gue" batin Rita karena sepulang sekolah tadi dia main cabut aja langsung dari sekolah kesini tanpa konfirmasi ke Ardi di sekolah
"Mmmm..maaf Mi tadi Rita masih ada urusan dulu sama guru kelas ehhh takut Kak Ardi nya nunggu lama jadi ga bareng. Kirain udah kesini duluan Mi" jawab Rita serba salah
"Ga tuhh..apa dia kelupaan trus ke kantor atau restoran ya?" tuh anak kan mulai niru gaya Papi gila kerja" jawab Mami Sophia
"Mmmm..bisa jadi Mi" jawab Rita
"Telfonin Ta ingetin dia mana tau emang lupa" balas Mami Sophia sambil melihat lihat koleksi terbaru
__ADS_1
"Dduhhh..gue ga punya lagi no nya,malu gue ketauan Mami" batin Rita
"Maaf tante hp Rita lowbat jadi ga bisa hubungi Kak Ardi" Rosa menyelamatkan Rita kali ini
"Ooooo..ni punya Mami aja pake namanya My Boy Ardi" balas Mami Sophia sambil memberikan hp merk dan design terbaru Ceri diggit diujungnya
Rita gugup setengah mati begitu menerima handphone calon mertuanya itu untuk menghubungi Ardi namun saat ini Mami sedang sibuk berbicara dengan designer butiknya tentang model gaun dan kebaya pernikahannya nanti
Tuutt..bunyi nada sambung di ujung telefon dan membuat Rita panas dingin serta jantung berdegup ga karuan
"Ya Mi..ada apa" sahut Ardi diujung telfon
Senyap beberapa saat tidak ada suara dari Rita menjawab Ardi
"Hallo Mi..ada apa Mi?, Are you oke Mam?" tanya Ardi kembali
"Mmm..K-k-ak Ar-ar-di ini Rita" akhirnya Rita buka suara terbata bata karena efek gugup
"Ya" jawab singkat Ardi datar
"Ma-Mami.mmmm..nungguin kakak di butik" balas Rita
"Trus?" jawab Ardi singkat
"Iiiihhhhh..menyebalkan" batin Rita sambil menggenggam handphone Mami Sophia kuat kuat sekali menahan geram nya
Ingin rasanya saat ini Rita memaki orang yang diujung telefon ini,harusnya dia juga tau bahwa hari ini mereka akan berkunjung ke butik kenapa malah gitu jawabnya. Wajah Rita sudah kecut dan masam tapi dalam sekejap saja dia bisa kembali normal lagi dan berbicara namun kali ini ada penekanan
"Ga ada trus trus an kalau ga mau kesini juga ga apa-apa kok paling gue ehh ntar kasih tau Mami kamu ga mau kesini" jawab Rita ketus namun dia sampaikan agak jauh dari Mami dia khawatir Mami Sophia mendengar ucapannya
"Saya sudah disini dari setengah jam lalu,kamu keluar dan lihat di arah depanmu di seberang butik" jawab Ardi
Tak lama mata Rita mencari cari sosok yang akan jadi suaminya itu yang mana kayanya memang tadi dia lihat sekilas di seberang FoodCourt sedang makan sendiri dan ternyata benar sosok itu sambil masih memegang handphone ditangan melambaikan tangannya ke arah Rita
"Iisshhh..makhluk menyebalkan bukannya kesini malah nongkrong disana" batin Rita menggeram
Masih menahan kesal di hatinya tiba tiba begitu Rita mengembalikan handphone Mami Soiphia dia terkejut saat membalikkan badan Ardi sudah dibelakangnya dan hampir saja tubuhnya terjatuh untung satu tangan Ardi menahan pinggangnya serta tangan satu lagi menahan tangannya agar tubuhnya seimbang lagi
"Duhh..jantung plisss ga gini" batin Rita
__ADS_1