Antara Cintaku Dan Sahabatku

Antara Cintaku Dan Sahabatku
Part 19


__ADS_3

"Hai" sapa Rita sesampainya di bawah tepatnya di ruang tamu menghampiri Ardi yang sedang membelakanginya


Ardi yang mendengar suara Rita membalikkan badan dan memandang kagum pada Rita dengan dress pendek selututnya berwarna peach dengan bawahan mengembang seperti huruf A


"Hai..met malam,sori nyamperin malam-malam" lanjut Ardi gugup sambil menggaruk leher belakangnya yang tidak gatal, ada rasa yang berbeda saat ini bersitatap dan berduaan dengan Rita seperti ini


"Ga apa-apa,mmmm..Udah makan kak?" jawab Rita yang juga gugup.


"Udah Ta" balas Ardi singkat


"Ada apa kak malam-malam gini kesini?" tanya Rita menutupi kegugupannya. Andai Ardi tau bagaimana tadi dia seperti cacing kepanasan membongkar lemari mencari dress yang pantas dikenakan seperti sekarang dan dandan kilat yang cuma lipgloss pink yang manis serta cuma sempet kasih bedak tipis saat ini namun cukup buat suasana kamar diatas tadi ga karuan bersama Rosa. Dia harus berterimakasih pada Rosa nanti karena telah memilihkan dress peach ini yang cukup membuatnya puas dengan penampilannya kali ini ya walaupun rambutnya yang tidak sempat diapa-apakan, sekarang model rambutnya masih kayak baru bangun tidur namun di mata Ardi itu sangat menggemaskan


"Ga disuruh duduk Ta?" sapa Mama Medlyn tiba tiba dari belakang mereka


"Ma..selamat malam" sapa Ardi sambil mencium punggung tangan Mama Medlyn


"Ma..kok turun sih?, wajah Mama pucat banget loh" sahut Rita sambil menyambut tubuh Mama Medlyn yang berjalan ke arah mereka dengan pemandangan sangat mengkhawatirkan


"Ga apa-apa Ta, mama sehat kok ini juga baru minum obat" balas Mama Medlyn


"Ma..duduk dulu" sahut Ardi sambil menyambut tubuh ringkih Mama Medlyn dan membawanya ke kursi tamu dan mereka pun duduk berdampingan.


"Ma..Ardi cuma bentar aja kok. Tadi HP Ardi lowbat ga sempet ngabarin Rita jadi mending kesini aja kelamaan sampai rumah ma" sahut Ardi


"Makasih ya nak, Mama bisa tenang mendengar kamu perhatian sama Rita terutama bisa menerima pernikahan ini bukan hanya karena Papa Bob" balas Mama Medlyn sambil tersenyum dan mengelus lengan Ardi


"Ma..ngomong apaan sih?, udah yok Rita anterin ke kamar buat istirahat" ajak Rita yang merasa aneh dengan perkataan Mama Medlyn


"Oh ya ini Ardi bawain martabak keju kesukaan Rita Ma dan ada buah buat Mama juga" balas Ardi sambil senyum malu-malu dan menyerahkan bungkusan martabak dari toko martabak terkenal dan parcel buah yang sudah dikemas


"Makasih kak" balas Rita sambil senyum semanis mungkin

__ADS_1


"Makasih ya nak Ardi" balas Mama Medlyn


"Mmmm..Ma..kalau gitu Ardi pamit dulu ya Ma biar mama juga istirahat" sahut Ardi


"Hati-hati dijalan ya nak" balas Mama Medlyn


Ardi pun mengangguk, lalu berdiri sambil membantu Mama Medlyn juga berdiri kemudian memutar badan ke arah Rita yang sedang menatapnya hangat


"Pamit dulu ya,selamat malam" ucap Ardi sambil mengecup singkat kening Rita, entah kenapa Ardi sekarang mesum maen nyosor langsung ke Rita dan yang empunya kening pun diam sebentar sadar ada Mama Medlyn disana dia pun mundur sambil memajukan bibirnya kedepan karena kesal


"Apaan sih kak?, maen nyosor aja " balas Rita spontan namun langsung menutup mulutnya


Ardi pun membalas dengan senyuman tipis dan dia pun beranjak ke parkiran yang sudah ditunggu oleh Bastian di depan mobil sambil memasukkan tanganya ke saku celananya


"Duhhh..Tuan Putri udah jatuh cinta deh kayaknya, bagus deh lagian juga lusa udah sah loh" sindir Rosa dari balik dapur


"Ambilin piring Oneng, gue mau makan" balas Rita sambil matanya melotot


"Eh iya yok Ma, elu awas ya ngabisin ni punya gue" ancam Rita


"Baik Tuan Putri" balas Rosa sambil memiringkan mulutnya


"Ta..Mama harap kamu bisa menerima Ardi,berbakti pada suamimu dan menjalani pernikahan ini dengan baik ya. Kamu masih setahun lagi lulus dan Ardi akan langsung melanjutkan kuliah di Melbourne jadi kalian terpisah sementara selama setaun ini sesekali kamu juga bisa mengunjungi Ardi disana tapi percayalah Ardi pasti akan memegang janji setia pernikahan denganmu Nak" pesan Mama Medlyn didalam kamar sesaat tadi diantar Rita


"InsyaAllah Ma" jawab Rita sambil menunduk,entah kenapa ada perasaan yang tidak nyaman saat Mama mengelus rambutnya sambil memberi pesan seakan akan seperti kata perpisahan yang lama buat Mama dan Rita


"Ya udah Mama istirahat ya" balas Rita sambil mencium pipi Mama Medlyn dan mematikan lampu kamar Mama Medlyn


"Ta..maaf Mama menikahkanmu secepat ini karena Mama takut ga cukup waktu melihatmu menikah dengan pria yang baik untukmu" batin Mama Medlyn dengan airmata yang telah membasahi pipi tirus itu yang mulai terlihat efek kemoterapi yang selama ini diam diam Mama Medlyn jalani tanpa sepengetahuan Rita


SMA BAKTI BANGSA

__ADS_1


"Ta..tuhh pangeran udah didepan menunggu sang putri kayaknya" sahut Rosa menunjuk ke arah depan dimana Ardi sudah menatapnya duluan


"Ehh..jodoh Poltak sudah datang,selamat pagi cantik" sapa Poltak Manurung ke arah Rita


"Pagi kakak semua" balas Rita dengan mata yang menatap balik Ardi


"Menyapa kemana nya kau Rita?, tatapanmu ke Max Junior ini nya" balas Poltak


"Kak Ardi..pagi" sapa Nadya yang langsung bergelayut manja di lengan Ardi


Ardi yang menerima perlakuan begitu pelan pelan melepaskan lengan Nadya dan berjalan tanpa ekspresi ke depan. Nadya yang mengekor dari belakang pun tak pantang menyerah masih berusaha mengejar tubuh Ardi untuk melingkarkan lengannya lagi ke Ardi namun dia cukup lelah mengejar langkah Ardi yang cepat


"Pengen ya rasanya gue cubit empedunya si Nadya ini loh Ta" sahut Rosa yang kesal dengan gaya Nadya yang selalu berusaha nempel sama Ardi


"Kayaknya Kak Danny masih belum masuk ya Sa?" tanya Rita


"Lahh elu kok malah nyariin Kak Danny sih bukannya kesel sama kelakuan betina satu itu" balas Rosa


"Lahh kan kak Ardi ga gubris dia juga Sa trus kalau ada Kak Danny pasti Nadya akan ke Kak Danny abis dicuekin sama Kak Ardi Oneng" balas Rita


"Kok elu tau sih, emang Kak Danny suka sama Nadya?" tanya Rosa


"Ga tau cuma gue perhatiin tuh Kak Danny suka kasian sama Nadya trus nyamperin Nadya dan berusaha membujuk Nadya kalau Kak Ardi nya cuekin Nadya jadi kesimpulan gue Kak Danny itu kayak sosok pelindung buat Nadya" balas Rita


"Oohhh kok gue ga yakin ya?" balas Rosa


"Oh ya Sa, Mami Sophia tanya gaun buat elu udah oke kan kemarin?" tanya Rita


"Ehh iya masih di laundry Mbok Ijah Ta, duhh gimana kalau besok ga selesai Ta?. trus gue pake apa ke pesta lu?" tanya Rosa panik


"Gue ikut dong, pesta apaan Ta?. Kok ga ngundang kita kita sih Sa?" tanya Sasha teman sekelas mereka yang datang tiba tiba dihadapan mereka

__ADS_1


"Mati gue" batin Rosa yang sudah ditatap mematikan oleh Rita


__ADS_2