Antara Cintaku Dan Sahabatku

Antara Cintaku Dan Sahabatku
Part 9


__ADS_3

"Selamat pagi tuan putri mama" sapa Mama Medlyn pada Rita yang sudah rapi dengan seragam sekolah dan tas merah mudanya


"Pagi Kanjeng Mami,mamanya Rita paling cantik" balas Rita sambil mencium pipi Mama Medlyn


"Pagi Rosa Oneng" sapa Rita pada Rosa sahabatnya yang sedang sibuk memasukkan bekal mereka berdua nanti di sekolah


"Pagi Tuan Putri" balas Rosa


"Duhh..yang senyumnya manis banget pagi ini kayaknya semalam ada yang bahagia makan malam romantis ya" balas Mama Medlyn


"Ya Mam sampe lama itu kemarin malam duduk dibelakang pintu ga naik naik hampir sejam loh. Katanya ga mau nikah tapi senyum senyum sendiri ga bisa tidur" balas Rosa


"Apaan sih?. berisik oneng" balas Rita


"Oh ya awas lu resek keceplosan soal gue dan Ardi pokoknya gue ga mau satu sekolah gue nikah dini sama Manusia Es Batu itu" balas Rita


"Ooohhh dia yang elu bilang Manusia Es Batu,yang motornya elu kempesin ban nya..tega lu ma calon laki gitu" balas Rosa


"Rita..kamu kenapa gitu sama Ardi?. Astaga nak..Mama ga ngajarin kamu begitu loh Ta" sahut Mama Medlyn


"Maaf ma abis dia ngeselin, Rita jatuh karena tangan dia ga nahan Rita waktu di depan kelas,pinggang Rita nyeri ma pas jatuh gara gara dia bukannya minta maaf malah cuek aja gitu pergi kan kesel Ma" jelas Rita


"Jangan ulangi Rita dan ingat Ardi adalah calon suami kamu jadi bersikaplah sopan dan hormat sama suami Ta. Ini pesan terakhir almarhum Papa mu yang menitipkanmu pada Papi Scott dan Mami Sophia Nak" terang Mama Medlyn


"Ya ma tapi sampai Ardi masih belum lulus kami sepakat pernikahan ini disembunyikan dulu" jawab Rita


"Oohh ya pesan Mami Sophia nanti sore survei tempat dan cek koleksi baju gaun serta kebayamu di butik Mama Sophia ya Ta" sahut Mama Medlyn


"Kok cepet banget Ma" balas Rita sambil merengut


"Pernikahanmu JuMat depan Ta" balas Mama medlyn

__ADS_1


"Whattt??. Ma..yang bener Ma?" balas Rita


"Mama ga tau sampai kapan Mama bisa bertahan dengan penyakit mama Ta" batin Mama Medlyn


SMA BAKTI BANGSA


Rita yang sampai lebih pagi hari ini memang sengaja agar dia tidak berpapasan dengan Ardi karena dia tau kalau geng Ardi selalu datang pagi secara merrka termasuk anak anak teladan walau sedikit bandel ala anak SMA pada umumnya


"Hai met pagi..Rita kan?" sapa Poltak sambil memberi tangannya dengan niat bersalaman dengan suara ngebassnya


"Duhh..perasaan gue udah berangkat paling pagi kenapa masih ketemu aja sama mereka ini?" batin Rita sambil melihat ke 5 sekawan baru tiba dan mereka sama sama di parkiran saat inj


"Hai kak..ya saya Rita" jawab Rita sambil menerima uluran tangan Poltak namun cepat cepat dilepaskan


"Hhhhmmm..kamu ada nomor handphone?" tanya Poltak dengan malu malu


"Ehhh..Tak..elu kan belum selesai nyalin PR" Ardi tiba tiba menghampiri dan kini berada di depan Poltak membelakangi Rita


"Sana masuk" Ardi memberi perintah pada Rita tanpa menoleh ke belakang agar tidak ada yang curiga


Rita dan Rosa pun buru buru berlalu dari hadapan mereka dan segera masuk ke kelas . Ardi langsung membuang nafas lega setelah melepaskan Rita dari Poltak yang memang sedang gencar mengejar Rita terang terangan begitu juga dengan Danny Argawijaya sepertinya Ardi harus mencari cara agar membebaskan Rita dari gangguan para pria yang ingin mendekatinya karena bagaimanapun juga dia adalah calon istrinya


"Hmmm..istri??" batin Ardi, tiba tiba Ardi menyungginggkan senyum tipis mengingat kata ISTRI


"Woi..tumben lu gitu tadi,ga kayak biasanya" sahut Danny sambil menepuk pundak Ardi


"Ga liat dia takut sama Poltak sampe menunduk dan terkejut" balas Ardi


"Ya sih Poltak kan gitu volume suara 5 full bass macam sound system angkot" jawab Abby


Hahahhahahhaaa..mereka ber 4 tertawa puas sedangkan yang diomongin cuma pasang muka masam

__ADS_1


"Tapi elu ga lagi ngincer Rita kan Di?" tanya Danny sambil menaikkan alis matanya


"Hhhmmm" jawab Ardi singkat namun cukup membuat Danny mengerti bahwa ada yang tidak beres dan disembunyikan antara sahabatnya ini dengan Rita.


Danny dan Ardi adalah yang sangat dekat diantara ber 5 mulai dari kedua ayah mereka yang juga sudah bersahabat dari lama dan merupakan rekan bisnis paling kuat sedangkan Danny sebenarnya lebih tertarik menggeluti dunia politik daripada meneruskan bisnis Papi Benny namun karena dia anak laki laki satu satunya sedangkan adik perempuannya masih kecil maka mau tidak mau dia pun mirip seperti Ardi yang sudah belajar bisnis dan manajemen dari muda hanya Papi Benny tidak seketat Papi Scott yang sangat keras dan disiplin


"Tak..ni buku gue catet cepet" sahut Ardi pada Poltak


"Haii kakak kakak semua..pagi Kak Ardi,udah sarapan belum?" seperti biasa Nadya sudah langsung menghampiri ruang kelas 3 terutama kelas para sahabat itu berada


"Udah" jawab Ardi singkat sepertu biasa


"Hhmm..tadinya mau kasih nasi uduk buatan Mami dan aku tapi kalo udah ga apa apa deh Nadya bawain cemilan bakwan jagung buat kakak


"Ga usah buat kamu aja" jawab Ardi tetap bernada dingin namun sopan tanpa melihat lawan bicaranya saat ini,dia tau ini sekolah jadi ga mungkin rasanya Ardi harus bersikap kasar padanya


"Buat gue aja nasi uduknya Nad" Danny menimpali


"Hhmm..ni kak" Nadya memberi kantong plastik yang juga didalamnya ada bakwan jagung ke tangan Danny


"Makasih Nad" jawab Danny


Nadya langsung buru buru berlari ke arah toilet untuk menumpahkan segala jeritan hatinya yang tertahan dihadapan Ardi, bagaimana perasaanya saat Ardi selalu dingin dan acuh padanya padahal Nadya selalu memberikan perhatian padanya


"Bro..mending elu punya pacar deh biar dia ga ngarep elu terus" Abby sok dewasa menimpali


"Hhhhhmmm..malah gua udah mau punya istri bukan cuma pacar lagi By" batin Ardi


Dan saat ini rasanya dia kepikiran pada calon istrinya itu entah kenapa ada rasa ingin bertemu dengannya padahal jelas jelas perempun itu masih barbar saja kelakuannya


"Bos..perintah Mami Sophia sepulang sekolah ke butik Mami bawa Rita" Bastian mendekati Ardi sambil berbisik bisik agar tidak terdengar yang lain. Bastian cukup kaget sewaktu Mami Sophia memberitahukan secara singkat soal perjodohan anaknya dan anak sahabat lamanya, Bastian heran juga orangtua zaman sekarang kenapa masih ada aja yang jodoh jodohan namun tidak semua gagal bahkan ada yang sampe tua dan akhirny kelak sampai maut memisahkan

__ADS_1


__ADS_2