
RUMAH SAKIT MAX GRUP
"Selamat sore Tuan" sapa kepala pos satpam gerbang utama depan. Sesampainya Ardi dirumah sakit terlihat dirinya disapa hormat oleh satpam satpam yang tugas disana jika ada dokter atau perawat senior yang pernah bertemu dengan Papi Scott dan melihat wajah tiruannya di Ardi maka mereka pun tak lupa hormat pada Ardi
Tampak beberapa dokter dan perawat muda mondar mandir sekitar mereka demi melihat langsung putra mahkota pemilik rumah sakit besar ini yang belum pernah mereka lihat sebelumnya, maklumlah wajah Ardi itu benar benar ciplakan Papi Scott jadi sekali lihat saja mereka langsung tau jika yang datang adalah Tuan Muda Maxmilian dan mereka tidak menyangka jika Ardi itu masih sangat muda dan tampan seperti ini
Sesaat dia bertemu dengan Abby Morgan, Ardi langsung berlari menghampiri sahabat kecilnya itu
"By,ruangan mana?,gimana keadannya?,yang lain mana?" Ardi langsung menghujani Abby Morgan banyak pertanyaan
"Satu satu Tuan muda" balas Abby lesu
"Danny sekarang masih ditangani dokter didalam ruangan itu didepan lo dan gue ga tau pasti gimana keadaanya karena tadi saat dibawa kesini Danny ga sadarkan diri bro" balas Abby
"Trus anak anak masih otewe bro,elu cepet banget nyampe dari butik Mami pasti lu ngebut ya?,ketauan Papi abis lu cabut SIM bro" jawab Abby dengah sambil menunjukkan jari telunjuk ke arah Ardi dan Ardi pun mengangguk karena kondisinya saat itu dia panik dan ingin segera sampai menemui sahabatnya itu
"Yang bawa siapa By dan mana orangnya" tanya Ardi panik
"Trus By..gimana ceritanya Danny kecelakaan kan elo bareng dia dari pulang sekolah sedangkan elo baik-baik aja" Ardi menghampirii Abby dan menerornya dengan banyak pertanyaan
"Nah itu dia bro,gue emang bareng dari sekolah trus nyokap suruh nemenin ke pegadaian ya gue sama Danny pisah trus Poltak juga ke kantor bokapnya" balas Ardi
"Orang yang anter juga lagi diruang UGD ditangani suster nanti dikabari kalau sudah bisa dilihat" balas Abby
"Maaf bos telat nyampe, Papi ngasih pelajaran dan kerjaan ga kira-kira" tiba tiba Sebastian datang dan menghampiri kedua sahabatnya
"Sori juga gue ga ke kantor karena Mami suruh ke butik,gue tau banyak project yang lagi Papi urusin tapi Papi bilang sih masih bisa ke handle" balas Ardi
"Apanya kehandle lah Papi ngasih ke gue semua buat dipelajari" jawab Bastian kesal .
Walau dia Asisten pribadi Ardi namun Papi Scott juga menyiapkan Tian menjadi asisten yang handal agar mampu menemani putranya kslak saat memimpin Max Grup
"Ok ntar malam kita kerjain bareng sekarang kita harus menunggu dokter didalam selesai cek kondisi Danny" balas Ardi
__ADS_1
"Ardi,Bastian,Abby..dimana Danny?" Papi Benny pun datang dengan wajah panik dan tegang
"Tenang Pi..masih ditangani dokter" jawab Ardi sambil menenangkan Papi Benny..Mereka memang bersahabat dari kecil jadi pasti dengan orangtua masing-masing juga sudah sangat akrab sampai panggilannya pun sama
"Met sore Pi" sapa Ardi dan Abby pada Papi Scott yang datang bersama Papi Benny
Tak lama Poltak pun sampai dengan nafas kasar tidak beraturan dengan pakaian bola dan sepatu bola lengkap dia berlari menemui sahabatnya yang sedang didepan ruangan tindakan UGD
"Bahh..gimana keadaan Danny bro?" tanya Poltak kepada 4 sahabatnya tanpa melihat 2 orang pria dewasa disebelah mereka
"Ooo..maaf Papi kuadrat rupanya ada Papi Scott dan Papi Benny,selamat sore Pi" sapa Poltak
"Apa kabar Halomoan?" tanya Papi Benny
"Sehatnya dia Pi..banyak kali tugasnya kasih aku Pi macam besok aja aku mau ganti Bapakku itu" jawab Poltak
"HHhMmmmm" nafas berat dikeluarkan Papi Scott mendengar kata-kata Poltak ini
Tak lama kemudian keluarlah 2 dokter yang sudah cukup berumur dari ruangan tersebut
"Bagaimana Danny dok?" Papi Benny langsung maju duluan
"Tenang Tuan Arga saat ini kondisinya Tuan Danny sudah siuman dan stabil hanya tulang tangan dan kakinya sedikit ada pergeseran sehingga kami masih perlu observasi namun dokter ortopedinya saat ini sedang ada diluar negeri baru kembali 2hari lagi" balas Dokter tersebut
"Saya perintahkan dokter ortopedi kembali besok pagi-pagi" perintah Papi Scott dengan tatapan tajam
"Baik Tuan" balas dokter tersebut sambil menunduk hormat
"Silahkan jika ada yang mau masuk namun mohon maaf maksimal 2 orang dulu mengingat pasien masih sedikit syok" jawab dokter tersebut
"Kalau begitu saya permisi Tuan Max dan Tuan Arga, saya mau menghubungi dokter Harry untuk membahas kondisi pasien dan meminta yang bersangkutan kembali besok" balas Dokter tersebut sambil menunduk hormat kembali
"Silahkan dokter" jawab Papi Scott
__ADS_1
KEESOKAN HARI
"Met pagi Tuan Putri mama yang camtik" sapa Mama Medlyn pada putri tunggalnya itu
"Pagi Kanjeng Mama sayang" balas Rita
Ya beginilah setiap pagi sapaan Mama Medlyn dan Rita Merilyn memberi aura hangat dan kekeluargaan disana
"Ta..Mama ada perjalanan dinas ke Singapura Sabtu depan selepas akad nikah kamu sama Ardi"
"Ya Mam,its ok..Mam,kok pucat banget Mama hari ini,mama sakit lagi kambuh lambung nya" tanya Rita serius
"Ya Ta..semalam mama ada rapat sama kepala bagian jadi telat makan malamnya sayang tapi sekarang udah mendingan" balas Mama Medlyn
"Mama ke dokter trus istirahat ya itu bibirnya Mama juga kering dan pecah pecah loh Ma" balas Rita
"Hmmmm..iya sayang" balas Mama sambil tersenyum berusaha menyembunyikan rasa nyeri diperutnya saat ini
SMA BAKTI BANGSA
Sepertinya pagi ini geng 5 sekawan itu belum datang karena di parkiran juga masih sepi dan belum banyak warga SMA BAKTI BANGSA yang hadir atau memang Rita yang kepagian
Turun dari mobilnya karena sehari hari kini dia dan Rosa diantar jemput sopir matanya mencari cari segala arah sosok seorang yang menyebalkan semalam
"Apa mereka semua masih di rumah sakit ya?" tanya Rosa pada Rita
"Hhmmm..sepertinya gitu Sa, apa nanti sepulang sekolah kita kesana Sa?" jawab Rita dengan lesu
"Ya dehh..kita kesana pulang sekolah karena sepertinya mereka kompak ga masuk sekolah semua bahkan Nadya pun tak tampak batang hidungnya" jawab Rosa sambil melirik ke arah Rita
"Hhufffttt" Rita membuang nafas kasar setelah mendengar nama Nadya lagi dan lagi yang selalu dikait-kaitkankan dengan Ardi
"Apa jangan jangan dia disana menemani Kak Ardi lagi semalaman?,hhuuuhhuu..ga suka ihhh" batin Rita sambil kakinya menendang nendang batu dihadapannya . Rosa yang melihat kelakuan Rita hanya senyum-senyum mengejek ke arah Rita
__ADS_1
"Rasain lu..makanya kalau suka ya gosah sok dingin,hhhmmm..biarin aja dia cemburu kan cemburu pertanda dia sudah sayang sama calon suaminya" batin Rosa