Antara Cintaku Dan Sahabatku

Antara Cintaku Dan Sahabatku
Part 18


__ADS_3

"Ya Pi..baik, Ardi segera ke kantor" jawab Ardi di telefon saat mereka sedang makan siang di restoran seafood


"Walaikumsalam Pi" jawabnya lagi


"Kenapa kak? , serius amat?" tanya Mami Sophia


"Papi suruh balik kantor dan kemungkinan Ardi bakal pulang malam banget ni Mi sama Tian, ada banyak hal yang mau Papi sampaikan soal project. Papi mau aku sama Tian mulai belajar terjun langsung menangani project walau masih diawasi sama Papi Mi" jawab Ardi


"Hhmm..baiklah kak, nah mantu mami mulai sekarang harus bisa belajar mengatasi suami yang banyak kerjaan nya bisa sampai pulang larut malam begini ya sayang?, kita harus sabar dan full support buat mereka ya?" sahut Mami Sophia ke Rita sambil memegang punggung tangan Rita


"Ya Mi" jawab Rita lembut


"Kak..apa perlu Mami dan Papi izin ke sekolah untuk Ardi dan Rita tidak masuk hari Jumat saat akad?" tanya Mami Sophia


"Ga perlu Mi kan hanya sehari lagipula sabtu minggu libur jadi ga masalah Mi" jawab Ardi


"Kakak juga sudah mau ujian akhir kelulusan dan ujian masuk ke universitas di Melbourne jadi kakak juga harus fokus ya kak?, inget pesan Kakek, kamu harus kuliah di tempat kakek" balas Mami Sophia


"Ya Mi" jawabnya lemas karena berarti dia akan berpisah dengan istrinya kelak sepanjang 1 tahun perkuliahan sampai Rita juga selesai sekolahnya


"Ta..Mami mohon maaf jika kamu merasa kami menjebakmu di pernikahan ini, setelah akad kalian berdua tinggal di rumah Mami namun kamarnya berbeda ya sayang jangan ada kontak fisik dulu sampai kamu selesai sekolahnya dan lagipula Ardi juga akan langsung berangkat ke Melbourne untuk persiapan kuliah setelah ujian kelulusan jadi tahan dulu ya hubungan suami istrinya setahun ini, paham ya maksud Mami?" sahut Mami sambil mengerlingkan sebelah mata pada Ardi dan Rita


"Kalau tahan ya Mi kan ga dosa juga karena kami sudah suami istri Mi" jawab Ardi asal


"Ardi Maxmilian..Rita masih sekolah setaun lagi Kak, gimana kalau langsung hamil?" jawab Mami sambil melotot

__ADS_1


"Ya mi..Rita tau ini adalah permintaan almarhum Papa menitipkan Rita ke Papi dan Mami tapi maaf Mi..mmm..boleh ga pernikahan ini ga usah ramean gitu ga enak karena Rita masih setaun lagi sekolahnya Mi jadi Rita mau rahasiain dari sekolah Mi" balas Rita menghadap Mami Sophia


"Baik Ta, ada lagi?" tanya Mami Sophia


"Dan Rita bersedia menunda yang..yang..tadi Mi" jawab Rita sambil menunduk dan semburat pink malu malu mulai terlihat di pipi mulusnya


"Iihhh..mantu Mami malu-malu, makasih ya Ta udah mau jadi pendamping anak keras kepala Mami ini" jawab Mami Sophia


"Ya udah Mami sama Rita pulang dulu ya kak kamu kembali ke kantor, tolong liatin Papi jangan banyak minum kopi ya kak" sahut Mami Sophia


"Rita pamit duluan ya kak" tanya Rita sambil menatap calon imamnya itu


"Hhmmm..hati hati nanti aku hubungi ya" balas Ardi lembut di telinga Rita sambil langsung mencium kening Rita seperti sebelumnya


"Ya kak" jawab Rita dengan senyum tulus


"Muuaahh..buat Mami bawel" balas Ardi mencium pipi Maminya setelah dari Rita


"Makasih ya Mi, Rita pamit dulu Mi" sahut Rita sambil mencium punggung tangan Mami Sophia


"Tante..Rosa sama Rita pamit dulu ya makasih makan siangnya ya Tante" sahut Rosa kembali


"Ya sama sama sayang, hati hati sama Mang Asep ya" jawab Mami Sophia yang juga langsung ke arah mobilnya dengan sopir keluarga Max


Dan Ardi pun berniat kembali ke kantor setelah menghubungi Tian dimana Ardi juga menghubungi Abby untuk kembali ke rumah sakit agar dia bisa menggantikan Tian menjaga Danny karena Ardi membutuhkan Tian dikantor

__ADS_1


"Hallo Kak by, udah sore ni jemput Nadya ya kak" rengek Nadya di ujung telfon


"Gue usah disini dari 2 jam yang lalu, ehh elu dicariin Danny buruan kesini" jawab Abby


"Loh kok ga bareng Nadya sih?" jawab Nadya


"Ardi balik ke kantor sama Tian perintah Papi jadi gue disuruh Ardi jaga Danny sampe sekretaris Papi Benny datang" balas Abby


"Oke gue kesana" Nadya balas dengan nada lemas pupus lah harapan Nadya mau berduaan seperti malam sebelumnya


"Kenapa kayaknya semesta ga merestui gue sama Kak Ardi ya?" batin Nadya


"Kak..gue tau elu juga tau perasaan gue tapi kenapa elu ga bisa sedikit aja ngasih gue kesempatan untuk dekat sama lu kak?" batin nya lagi


Hari pun berganti malam namun Ardi belum juga menghubungi Rita padahal tadi dia sendiri yang berjanji menghubunginya. Apakah dia sangat sibuk hingga ga sempat pegang handphone sebentar saja?. Apakah pekerjaannya sangat menyita waktu bahkan menghubunginya pun tidak bisa?. Ahh..begini kah memiliki suami yang merupakan seorang anak pengusaha dan pewaris salah satu gurita bisnis terbesar di negara ini


"Ahhh..membosankan menunggu telfon darinya mending aku corat coret design" batin Rita. Namun pikirannya tetap saja tidak bisa konsentrasi


"Mungkin aku tidak sepenting itu sampai dia harus ingat menghubungiku?, tapi bukannya dia yang berjanji tadi?" gumam Rita sambil menggerutu sendiri


"Nyonya Muda..ada Tuan Muda dibawah loh" tiba tiba Rosa membuka pintu kamarnya dan menyampaikan pesan pada Rita


"APA??, di-di-dibawah Sa?" teriak Rita


"Iihhh..cantik cantik kayak tarzanita" balas Rosa

__ADS_1


"Dduhhh..aku mesti pakai baju apa Sa?, tolongin gue dong Sa..eehh..mmm..aku belum dandan loh Sa..duuhh..kok mendadak gini sih?". keluh Rita sudah gugup dan kalang kabut mondar mandir ga jelas lalu menenangkan diri sebentar dan membuka lemari pakaiannya lalu sibuk melihat lihat koleksi pakaiannya yang bisa dipakai di hadapan Ardi.


"Hhhhmmm..gini yang katanya 3 hari lalu nolak sampe bentakin Mama trus bibir manyun lah cuma didatangin udah kalang kabut, gimana udah dikamar berdua kurasa dia kencing kencing dicelana" batin Rosa sambil tertawa sendiri


__ADS_2