
Lampu jalanan yang temaram dan sepi tidak sedikitpun menjadi kendala bagi mobil sedan yang di bawa Tania untuk menurunkan laju kendaraan.
Wanita itu tahu jika mobil hitam di belakangnya sedang menargetkan dirinya. sudah sejak lama Tania lari dari orang yang dia yakini ada di belakang orang-orang yang mengejarnya.
Sudah dua bulan semenjak keberadaannya ketahuan. sudah tiga tahun dia bersembunyi dan jika saja sahabatnya tidak membawanya ke rumah sakit besar di kota C untauk melahirkan secara Caesar pasti identitasnya masih aman.
Tapi......
ah sudahlah.....
yang terpenting sekarang melarikan diri dulu.
DORRR.....
Ban mobil Tania tertembak dan mobil pun kehilangan keseimbangan sehingga menyebabkan mobil hilang kendali jatuh ke jurang.
__ADS_1
oek....oek...oek....
di sisi lain terdapat seorang wanita yang berusaha menenangkan bayi di gendongannya yang menangis tanpa tahu sebabnya.
Wanita itu bernama Clarissa, dia mencoba mendial nomor sahabatnya yang entah ke berapa kali dan masih tidak aktif. dia benar-benar gelisah saat ini, sudah larut dan Tania sahabatnya belum juga kembali, tidak biasanya Tania selarut ini belum kembali.
" ya Tuhan semoga Tania baik-baik saja" gumamnya sambil terus menenangkan lili bayi mungil di gendongannya.
keesokan harinya.....
Di rumah sederhana itu banyak polisi dan warga berdatangan. mereka mendengarkan kabar terbaru dari polisi yang mengatakan Tania sahabat Clarissa baru saja mengalami kecelakaan. mobil yang di tumpangi Tania masuk ke dalam jurang dan meledak. pihak berwajib masih menelusuri lebih lanjut karena tidak di temukan jasad Tania.
dua tahun kemudian.....
Hari berganti Minggu, Minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun. sudah genap dua tahun dari kejadian kecelakaan itu dan selama itu pula belum ada keterangan lebih lanjut mengenai jasad Tania yang hilang bahkan polisi sudah menutup kasus itu yang semakin menambah ke janggalan.
__ADS_1
Bahkan sekarang Clarissa sudah pindah rumah di kota A, tempat kelahirannya. Kota yang pernah memberikan kenangan manis dan pahitnya kehidupan Clarissa dulu. ia hanya berharap orang-orang itu tidak menemukannya, yah setidaknya tidak dalam waktu dekat ini.
Clarissa tersenyum miris melihat bayi yang dulunya dia peluk erat, bayi yang malang, yang harus kehilangan ibunya di usia yang sangat kecil itu kini tengah tertidur pulas di pelukannya. bukan, ia bukan bayi kecil lagi.
bayi itu sudah tumbuh menjadi bocah cantik berusia dua tahun lebih.
Dua tahun lalu dia dan bayi eh....bocah ini kabur dari kota C untuk menghindari sesuatu yang mungkin saja terjadi setelah kejadian itu.
Clarissa meninggalkan kota C dan pergi ke kota A guna melanjutkan pekerjaannya yang di migrasi.
Jika mengingat dulu ,Clarissa merasa bersyukur sekali. Dulu dirinya hanyalah staf magang dan sekarang dirinya sudah menjabat sebagai pegawai tetap di salah satu perusahaan bergengsi yang bergerak di bawah perusahaan induk.
ALEXIS CORP bergerak di berbagai macam bidang. dan salah satunya perusahaan design art tempatnya bekerja.
Awalnya Clarissa sungguh tak menyangka. jika dia di terima bekerja di perusahaan itu. bagaimana tidak, Clarissa hanya lulusan D2 di universitas swasta. bahkan dia tidak mempunyai pengalaman bekerja di kantor sebelumnya. pekerjaan yang pernah ia geluti semuanya adalah pekerjaan kasar seperti buruh cuci di stand laundry, buruh cuci piring di cafe dan penulis novel amatiran.
__ADS_1
Sudah lima bulan dia di pindah tugaskan di perusahaan ini dan Clarissa sudah beradaptasi dengan pekerjaan kantoran yang menumpuk.
Saking beradaptasinya ia bahkan sudah mendapat SP di hari pertama bekerja. hebat bukan?