ARUS TAKDIR KELUARGA KONGLOMERAT

ARUS TAKDIR KELUARGA KONGLOMERAT
MOMMY?


__ADS_3

"Daddy....."


"hmm"


"Daddy.....ayolah Nick sangat bosan dad"


ucap bocah laki-laki itu sambil menatap malas pada ayahnya yg masih sibuk dengan berkas-berkas di meja kerjanya.


"kan kamu sendiri Nick yg tidak mau sekolah dan malah memilih ikut Daddy ke kantor"


"ya itu kan karena Nick malas sekolah dad, mereka seperti anak kecil semua"


"....." Edward hanya menaikkan alis seraya melihat Nick


"bukannya dia juga masih anak kecil?"


dan Edward hanya bisa menggelengkan kepalanya dan lanjut melihat berkas-berkas di tangannya.


"Daddy kan bisa mengembalikan laptopku dad"


"......."


"atau hp ku saja yg di kembalikan"


"....."


"ayolah Daddy"Nick menatap Edward dengan mata imutnya berusaha membujuk ayahnya agar mengembalikan laptop atau hpnya, karena jujur saja bocah itu bosan setengah mati sekarang.


"tidak Nick, bukankah kamu tidak ingin hp itu makanya kamu jatuhkan hp itu dari lantai tiga? lagipula hp itu sudah tidak bisa di gunakan lagi" cuek Edward


"lalu bagaimana dengan laptopku dad?"


"kamu lupa Nick kalau laptop itu Daddy sita"


"aissshhh....sudahlah aku keluar saja dari sini, malas Nick melihat wajah Daddy yang menyebalkan" Nick pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu


"Nick biarkan Tommy menemanimu"

__ADS_1


"no dad, aku sudah besar jadi tidak perlu bodyguard lagi"


"...."


BRAKKK


Nick m nutup pintu dengan lumayan keras dan meninggalkan Edward sendirian di ruangan itu.


hahhhhhh


sebenernya Edward cukup frustasi dengan kelakuan putranya itu, bagaimana tidak?


sudah tiga kali Nick pindah sekolah dan semuanya karena ketiga sekolah itu tidak sanggup mengajar Nick.


Edward akui jika putranya berbeda dengan anak seusianya pada umumnya karena Nick yg terlalu cerdas dan dewasa di umurnya yg sekarang.


Nick tidak mau bermain dengan teman-teman nya karena menganggap itu permainan anak kecil dan membosankan.


Nick bahkan di katakan jenius oleh profesornya yang ada di kota C.


tentu saja Edward memarahinya bukannya merenungkan kesalahannya malamnya Nick berulah dengan mengirim sejumlah virus ke perusahannya yg mengakibatkan beberapa sistem beku beberapa saat.


itulah mengapa Edward menyita laptop kesayangan putranya itu.


Edward sangat paham jika putranya tidak menyukai Catherine sebagai calon ibu sambungnya.


bukan hanya Nick saja, dirinya sendiri pun juga tidak terlalu suka dengan wanita itu, jika bukan karena orang tuanya yang memaksanya Edward pasti tidak akan setuju.


#######


Nick merasa sangat kesal dengan Daddy nya , jika bukan karena Tante ular itu pasti kemarin Nick sudah membeli laptop keluaran terbaru itu, Daddynya membatalkan janji menemaninya melihat pameran laptop itu karena Catherine memaksa mengadakan BBQ di rumahnya.


walaupun wanita itu tunangan ayahnya dan calon ibu sambungnya Nick sama sekali tidak menganggap wanita itu sebagai keluarganya.


Nick terus berjalan dengan langkah kecilnya sampai ia melewati taman di tengah-tengah perusahaan ayahnya itu.


di sana ia melihat seorang wanita duduk sendirian di bawah pohon Linden.

__ADS_1


lama Nick memperhatikan wanita itu, karena entah mengapa wajahnya terasa familiar di ingatan Nick


"bukankah itu wanita yang berdiri di dekat lift tadi pagi?" bukannya sekarang sudah masuk jam isturahat? kenapa wanita itu bukannya ke kantin malah Duduk di sana seorang diri, bathin Nick


Nick berjalan mendekati wanita itu, ternyata wanita itu seperti sedang mengatur nafas dan memejamkan mata.


"sepertinya Tante ini terlalu fokus sampai aku sudah sedekat ini saja dia tidak sadar"


Nick pun mendapatkan ide, dia berpura-pura sedang berlarian dan terjatuh di depan wanita itu.


brukkk


"aduhhh"


wanita itu terperanjat, ia membuka matanya dan buru-buru melihat, dan betapa terkejutnya Nick melihat mata wanita itu.


"hei boy, kau tidak apa-apa?"


"....."


Nick hanya terdiam dan berakting kesakitan di bagian kakinya seperti anak kecil pada umumnya dan sedikit terisak.


"hiks...sakit..."


"mana yang sakit, coba Tante lihat"


"huaaaaa.....mommyyy" Nick memeluk erat wanita itu seraya terisak.


"sudah ya sayang, tidak apa-apa, sudah ya menangisinya, sini duduk di sini biar Tante lihat mana yang sakit"


Nick melonggarkan pelukannya dan menatap wajah wanita itu


"mommy, kenapa mommy tinggalin Nick sendiri hiks..."


"....."wanita itu hanya diam dan menatap bocah laki-laki di depannya.


nb: jangan lupa like,vote dan komen ya guys🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2