ARUS TAKDIR KELUARGA KONGLOMERAT

ARUS TAKDIR KELUARGA KONGLOMERAT
MIMPI BURUK


__ADS_3

Seorang gadis yg baru menginjak usia 20 tahun itu berjalan menyusuri trotoar jalan menuju tempat kerjanya.


Walaupun semakin hari perutnya semakin besar dan terasa berat, ia merasa tak letih, ya gadis itu tengah berbadan dua dan kandungannya menginjak usia 30 Minggu yang artinya sudah lebih dari tujuh bulan.


Walaupun ia sering mengalami pegal-pegal tapi tak sedikitpun menyurutkan tekad nya yang kuat untuk tetap bekerja dalam keadaan hamil besar.


Ia harus mengumpulkan uang untuk biaya persalinan yg tinggal sebentar lagi. Apalagi ia harus menjadi single parent untuk anaknya kelak.


Sungguh malang nasibnya karena peristiwa 8 bulan yg lalu ia harus menanggung resiko yang begitu besar. Di usir dalam keadaan hamil bukanlah keinginan setiap wanita apalagi kehamilan itu terjadi bukan karena keinginannya, ia tidak salah, ia di paksa, tapi tak ada seorang pun yang percaya.


Bahkan dia pindah kuliah dan hanya mengambil gelar D3 di universitas swasta berkat beasiswa dan sedikit bantuan dari kakak nya.


Nama gadis itu adalah Clarissa, ia memilih pergi dan di usir dari pada harus menghilangkan nyawa bayi yang tidak bersalah di kandungannya.


Setidaknya ia masih memiliki hati nurani sebagai sesama anak yang tidak di inginkan oleh banyak orang termasuk orang tua nya.


Walaupun sampai sekarang Clarissa tidak tahu siapa laki-laki yang telah menghamilinya. ia hanya ingat wajah laki-laki itu tapi tidak tahu apa-apa lagi setelah nya.


Saat ini Clarissa hanya mampu menyewa kontrakan kecil di lingkungan kumuh yang terletak di pinggiran kota C. Beruntung ia tidak sendirian merantau ke kota ini, ia tinggal bersama Tania, sahabat nya.


Sejak kejadian itu Clarissa memutuskan kontak dari orang-orang yang dia kenal termasuk sahabat-sahabatnya kecuali Tania. Ia merasa sangat beruntung memiliki sahabat seperti Tania yang bahkan menemani nya pindah ke kota C serta tinggal di tempat seperti itu.


Mungkin tak banyak yang tahu perihal Tania, Tania lahir dari rahim seorang mucikari dan ayah pemabuk yang gila judi, jika di tanya bagaimana perasaan Tania memiliki orang tua seperti itu mungkin sebagian orang merasa kasihan atau malah memandang rendah identitasnya tapi setidaknya Tania bangga memiliki seorang ibu dan ayah yang sampai ia lulus SMA tetap memberikan apa yang Tania mau dan tidak membunuhnya ketika Tania tumbuh di rahim ibunya karena one night stand.


Namun setelah Tania lulus SMA kedua orang tua nya mulai ribut hebat sampai ke meja hijau dan bercerai. Setelah itu ayahnya masuk penjara karena judi dan ibunya kembali menjadi mucikari guna membayar hutang yang di sebabkan judi ayahnya.


seorang mucikari dan pemabuk saja tidak tega membunuh anaknya jadi bagaimana bisa Clarissa tega menghilangkan nyawa anaknya yang pada dasarnya tidak bersalah.


Clarissa harus menempuh jarak yang lumayan jauh dengan berjalan kaki ke restoran tempatnya bekerja sebagai buruh cuci piring, sebenarnya ia bisa menjadi pelayan atau kasir hanya saja keadaannya yang tengah hamil besar pasti akan menimbulkan desas-desus yang bisa merugikan tempat nya bekerja. Clarissa bersyukur bisa kenal dengan koki di restoran ini dan di beri pekerjaan.


Memang susah mencari pekerjaan dalam kondisi seperti Clarissa. Karena tak sedikit yang memandang rendah wanita yang hamil bekerja apalagi wanita itu hamil tanpa suami seperti dirinya.


Pagi ini cuacanya kurang bersahabat, sepertinya sebentar lagi akan turun hujan padahal Clarissa sudah mengecek prediksi ramalan cuaca hari ini mengatakan hari akan cerah. Sepetinya ramalan itu hanya omong kosong, liat lah langit itu yang sudah tertutup awan kelabu dan angin yang berhembus.


Setelah Clarissa melewati belokan gedung ini Clarissa hanya perlu menyebrang jalan dan sampai di tempatnya bekerja.

__ADS_1


Hari ini lalu lalang kendaraan lumayan ramai mungkin karena hari ini hari Senin di awal bulan, waktu yang tepat untuk menerima gaji setelah libur weekend. Seperti Clarissa misalnya yang hari ini gajian.


Clarissa berhenti di dekat lampu merah dan menunggu untuk menyebrang. Namun tiba-tiba perutnya di tendang kuat dari dalam.


dugh.....


"aduh....ssstttt....sayang mami kesakitan karena kau menendang terlalu kuat....sudah ya....nanti mami gajian dan kita akan makan enak nanti malam...." ucap Clarissa sambil terus mengelus-elus perutnya.


setelah di rasa sudah tak terasa pergerakan nakal bayi di dalam perutnya Clarissa pun melanjutkan langkahnya karena lampu sudah berubah merah tanda nya dia harus cepat menyebrang.


Baru aja Clarissa sampai di tengah jalan tiba-tiba perutnya di tendang lagi dengan kuat oleh bayi di kandungannya sehingga Clarissa mengasuh dan meringis menahan sakit akibat ulah nakal bayinya.


baru saja Clarissa hendak menegur bayi nya tiba-tiba terdengar teriakan orang-orang di pinggir trotoar jalan. Clarissa menoleh dan ternyata orang-orang itu meneriaki dirinya untuk segera minggir.


belum sempat Clarissa mencerna maksud mereka tiba-tiba.....


CKIIITTTTT.......


BRAAKKKKK......


Clarissa lalu melihat genangan darah di bawah tubuhnya di sertai nyeri yang teramat sangat pada tubuh nya terutama perutnya.


oh tidak bayinya!!!!!


tidak


tidakk


bayiku.....


TIDAKKKKKK


host....hosst.....huft...


Clarissa terbangun dari tidurnya di sertai keringat dingin dan tubuh bergetar.

__ADS_1


ia lalu melihat sekeliling nya, ini di kamar bararti aku baru saja mimpi buruk.


Clarissa menarik laci meja di samping tempat tidurnya dan mengambil butiran obat di botol kaca itu lalu menegaknya.


setelah itu Clarissa bersandar dan menekuk lututnya serta memeluk dirinya sambil menangis.


" kenapa harus mimpi kejadian itu.....padahal selama ini mimpi buruk itu sudah lama tidak muncul, kenapa harus muncul lagi hiks ...hiks..."


Clarissa mengambil sebuah buku diary lamanya di laci bagian bawah dan membolak-balik halaman mencari sesuatu yang sengaja ia simpan.


lalu terlihatlah foto hitam putih di selipan buku itu yang masih tersimpan rapi.


Clarissa pun meraihnya dan mencium foto itu dengan berlinang air mata.


" hiks nmaaf nak....hiks....maafkan mami hiks.....seharusnya semua ini tidak terjadi hiks.....seharusnya kau masih hidup...jika saja aku hiks.... mengindahkan peringatan mu hiks... saat menendang perut ku waktu itu hiks .... dan tidak asal hiks... menyebrang....hiks....pasti kau sekarang sudah besar nak hiks.....maaf kan mami.....hiks..."


ya foto itu adalah hasil USG seminggu sebelum kejadian itu dan Clarissa tetap menyimpannya untuk tetap mengenang anaknya yang telah tiada.


walau kejadian itu sudah terjadi lima tahun lalu tapi ingatan Clarissa saat kejadian itu masih melekat baik di ingatannya bahkan ia merasakan kejadian yang sama terulang di dalam mimpinya barusan.


Clarissa ingat betul setelah kejadian itu dia mengalami koma selama dua Minggu dan setelah sadar perutnya sudah rata. Saat ia menanyakan dimana bayinya Tania hanya menunduk dan menangis sambil memegang kedua tanganku dan berkata bayiku sudah tiada dan ia sudah di makamkan di pemakaman di dekat rumah sakit tempat Clarissa di rawat.


" bayimu laki-laki dan sangat tampan, dia juga tersenyum saat dokter mengeluarkannya dari perutmu. pasti dia bahagia sa....percayalah"


itulah yang di katakan Tania setelah tangisan kami reda.


lalu setelah aku keluar rumah sakit kami pergi ke makam bayiku di sana nisannya masih kosong tanpa nama, lalu saat itu aku memberinya nama Samuel A.


namun setelah keadaan fisik Clarissa membaik tapi tidak dengan mental psikis nya yang semakin mengkhawatirkan.


akhirnya Tania menghubungi Jacob dan fokus akan penyembuhan Clarissa yang sudah terlanjur ketergantungan obat penenang.


perlahan sinar mentari mencuri-curi masuk dari celah jendela kamar Clarissa yang masih tertutup gorden. Clarissa sampai tak sadar jika jam menunjukkan pukul 06:32 pagi. Ia harus segera bersiap-siap untuk pergi bekerja.


tapi apakah ia bisa fokus kerja setelah mimpi buruk itu kembali hadir di mimpinya?

__ADS_1


__ADS_2