ARUS TAKDIR KELUARGA KONGLOMERAT

ARUS TAKDIR KELUARGA KONGLOMERAT
5 Tahun lalu (satu)


__ADS_3

Sepasang kekasih itu berjalan bergandengan tangan setelah turun dari mobil.


Mereka berdua tersenyum bahagia. Pasalnya tepat hari ini mereka akan merayakan anniversary hubungan mereka yang ke-3.


Dan mereka memilih merayakan di Club' crystal, salah satu Club' yang memiliki fasilitas mewah dan lengkap.


Mereka berdua memasuki Club' dan menghampiri teman-teman mereka di privat room no-5.


di sana sudah ada lexter, olive dan juga Tania.


"you look beautiful Clarissa.....wow"


puji olive


"iya dong pacar siapa dulu nih" bangga Bryan sambil merangkul pinggang Clarissa posesif.


"hmm yah thanks, ngomong-ngomong cocok kan?"


"cocok banget sa, kenapa gak dari dulu aja lu pake dress?" tanya lexter


"ya aneh aja gitu, kalian semua kan tau gue gak pernah pake dress bahkan sepatu hak tinggi kaya gini"


"tapi serius Lo cantik, kenapa gak nyalon jadi model atau duta kota A aja sa?"


"gue juga pernah bilang sama Sasa buat ikutan tapi dia nya aja yang gak mau" papar Bryan.


"bukannya gak mau tapi kalian semua kan tau gimana gue, lagi pula gak bakal masuk seleksi lah"


"kok Lo inscure sih sa"


"bukannya inscure tapi syarat buat jadi model kaya gitu gak gampang kali, lagi pula Lo semua gak liat punggung gua?"


"emang kenapa?" tanya lexter bingung


"Lo gobl*k atau pura-pura gak tau Lex, bekas luka gue banyak banget kaya lukisan abstrak gitu mana mungkin gue lolos ogeb"


"hehehe ya maaf sa, lupa gue"


bla....bla....bla....


Obrolan ringan mereka berjalan dangan semestinya.


oh ngomong-ngomong Clarissa dan bryan sudah menjalin hubungan sejak duduk di bangku terakhir masa SMA jadi sudah 3 tahun berlalu.


sekarang Clarissa dan yang lain kecuali Tania, sedang kuliah di semester 4.


Berbeda dengan yang lain Tania tidak kuliah melainkan bekerja di toko bunga.


Clarissa satu kampus dengan Bryan dan olive sedangkan lexter dia kuliah di luar negeri.


Dalam tiga tahun ini Clarissa merasa baik-baik saja terlebih di luar rumah. karena jika di rumah hanya ada pertengkaran-pertengkaran yang tidak ada habisnya.


Clarissa beruntung memiliki Bryan dan teman-temannya. yang selalu menguatkan dirinya saat keadaan terpuruk.


kringg....kringg...kringg...


suara ponsel Bryan mengalihkan atensi semua orang yang berada di ruangan itu.


"hmm...sa aku angkat telpon dulu ya"


"hmm ya udah jangan lama ya"


Bryan pun berlalu pergi dari ruangan meninggalkan mereka berempat.


"sa...."


"apa tan"


"gue curiga sama bryan deh sa"


"curiga kenapa?"

__ADS_1


"tapi Lo jangan marah ya"


"hmm ok"


"jadi, kemaren tu gue ada liat si Bryan tu jalan sama cewek di mall gitu tapi gue yakin bukan elo, pas mau gue samperin gue keburu di telpon mami balik jadi ya udah gue tinggal"


"Lo yang serius lah Tan jangan ngompori Clarissa kaya gitu" ucap olive


"........."


Clarissa hanya diam, lexter pun diam. Sebenarnya dia sudah curiga dengan gelagat sahabat laki-lakinya itu. tapi lexter diam, dia hanya tidak mau ikut campur urusan Clarissa lebih jauh.


Sedangkan Clarissa dia tidak ambil pusing karena dia mempercayai Bryan.


Ruangan itu mendadak menjadi sunyi, sampai pintu tiba-tiba terbuka dan bryan masuk menghampiri mereka semua.


"sorry ya guys lama, dan sa...maaf aku tahu ini acara penting kita tapi....aku harus pergi, tadi mama telpon aku mendadak di suruh cepet-cepet pulang maaf banget..."


"emang ada apa bryan? kenapa kamu panik?"


"gak kenapa-napa kok sa, cuma urusan keluarga tapi aku harus buru-buru pergi"


"ya udah kalo kamu buru-buru gak papa kok pergi aja"


"beneran gak papa? aku gak bisa anter kamu pulang"


"gak papa nanti aku naik taxi aja"


"makasih ya sa, kamu udah ngertiin aku, ya udah bye"


sambil mengecup dahi Clarissa bryan akhirnya pamit pergi.


ruangan kembali hening karena kepergian bryan yang mendadak.


"gue juga mau cabut nih sa" ujar lexter kemudian


"kok pada pergi sih"


"ya udah pergi aja kalian Sono"


"sebenernya gue mau lama sa, tapi nyokap gue mau gue ke lantai sebelah, kalian tau kan nyokap gue kerja di sini?" Tania pun akhirnya bersuara.


"Lo juga mau pergi Liv?"


"gue sih pengen di sini aja nemenin elo sa"


"beneran ntar Lo pergi juga lagi"


"ya pergi buat pulang nanti"


"ya udah kalian berdua pergi aja, gue masih mau di sini lagi pula ada olive yang nemenin gue kan"


"sorry sa gue bener-bener gak bermaksud nyecewain elo"


"tapi kalian udah ngecewain gue"


"ya udah kapan-kapan gak lagi deh sa"ucap lexter.


mereka berbua pun akhirnya pergi meninggalkan Clarissa dan olive di ruangan yang super mewah itu.


ruangan itu menyediakan tempat karoke, jadi di sana lah Clarissa melampiaskan amarahnya ke lagu-lagu yang sangat berisik.


bahkan Clarissa memesan minuman beralkohol serta cemilan.


sedangkan Olive yang notaben nya gila juga ikut-ikutan gila malam itu.


ruangan mereka itu kedap suara jadi tidak akan mempengaruhi atau menganggu ruangan lainnya.


sampai pintu itu di buka oleh seseorang yang sangat familiar di mata mereka berdua terutama olive.


"eh...papa" cengir olive. ya seseorang yang masuk itu adalah ayah olive, pria yang berperawakan sangar dan tinggi besar seperti beruang itu menatap putrinya dengan lembut.

__ADS_1


"baby bear pulang ya, udah malem"


"ish..papa olive masih mau di sini nemenin Clarissa"


"tapi kamu udah mabok loh nak"


"hig....enggak.....hig.... aku....gak mabok pa" ucap olive sambil cegukan.


"kamu gak kasihan sama papa bear?"


ucap laki-laki bermarga romeno itu.


"bawa pulang aja om"


"kamu juga pulang ya nak, om anterin, gak tega om kalo harus liat kamu pulang sendiri"


begitulah papa bear olive, memang penampilannya sangar tapi hatinya lembut seperti hello Kitty.


"gak papa om, nanti ada yang jemput kok" bohong Clarissa


"beneran gak papa?"


"beneran om lagi pula Clarissa gak mabuk kok"


Romeno pun hanya mengangguk dan melihat punggung dua orang yang berbeda usia itu keluar dari ruangannya.


sebenarnya tidak akan ada yang menjemput dirinya.


apalagi keluarganya yang tidak peduli hidup dan mati dirinya.


hanya Oma dan kak Jacob yang menyayangi nya.


tapi sayangnya Oma nya sekarang sedang koma dan kakak angkatnya itu sedang menempuh pendidikan S2 nya di luar negeri. Jadi siapa yang peduli?


Sekarang dirinya hanya sendiri. rasanya sangat sepi, padahal seharusnya bukan ini yang dia inginkan.


Clarissa sengaja memesan ruangan VIP agar mereka bisa menikmati malam ini dengan puas bersama teman-temannya dan juga kekasihnya.


Tapi apa yang terjadi? memang seharusnya dia tidak boleh kecewa. apalagi kepada teman-teman nya yang telah meluangkan waktu mereka untuk datang.


tapi dia masih merasa kecewa kepada Bryan. ia tahu jika orang tua Bryan tidak menyukainya karena mereka menganggap Clarissa adalah wanita yang tidak sederajat dengan putranya.


Padahal mereka tidak tahu saja jika Clarissa adalah putri sulung keluarga terpandang seperti Abraham.


memang tidak ada yang mengetahui identitas aslinya termasuk teman-temannya karena Clarissa tidak di perbolehkan mengungkapkan identitasnya kepada orang lain oleh ayahnya.


Seharusnya malam ini dia akan mengatakan semua tentang identitasnya kepada Bryan dan yang lainnya.


karena Clarissa bersalah kepada mereka karena merahasiakan hal ini kepada mereka.


tapi lagi-lagi hal yang tak di inginkan terjadi seperti ini.


dulu dia juga pernah ingin memberi tahu semuanya tapi di hentikan oleh Clara dan mengadu kepada Tomy yang pada akhirnya ia harus izin sakit berhari-hari karena luka cambuk di punggungnya bertambah.


memang mereka semua tahu jika Clarissa memiliki orang tua yang sadis sering menyakiti Clarissa. Tapi mereka tidak tahu siapa orang tua Clarissa karena tidak akan ada yang percaya juga.


semua orang tahu jika keluarga Abraham memiliki 3 orang anak.


yang pertama Jacob Abraham, putra sulung dari pernikahan pertama Tomy, lalu Clara Abraham putri bungsu dari pernikahan ke tiga tomy sedangkan putri ke dua dari istri kedua yang telah meninggal tidak ada kabarnya.


Padahal dirinya ada tapi tidak di akui oleh ayahnya.


Clarissa lelah sekali dengan semua ini, kenapa dan apa salah dirinya sampai-sampai ayah dan ibu tirinya membenci dirinya sedemikian rupa.


saat asyik dengan pikirannya sendiri tiba-tiba pintu ruangan Clarissa terbuka.


Clarissa menatap aneh seseorang yang masuk itu.


Dia seperti seseorang tapi siapa dia.....


" siapa kamu?" tanya Clarissa

__ADS_1


__ADS_2