
" Tania!!!!" panggil wanita berumur itu sedikit keras.
"iya mi, ada apa?" sahut Tania malas.
"cepat siap-siap"
"aku sudah minta libur malam ini tapi kenapa mami minta aku datang?" protes Tania.
"sudah lah Tania cepat kamu dandan menjadi Lily dan antar kan ini"
"Tania gak mau mi" tolak Tania tegas."emang siapa sih mi tamu penting kali ini? kok mami ngotot banget buat Tania yang nganterin?"
"sudah jangan banyak tanya kamu Tania, di ruang VIP 10 ada tamu spesial, dia orang kaya, sana kamu siap-siap terus antar minuman ini ke sana"
"kenapa harus akau mi, kan masih banyak yang lain" kekeh Tania.
"kamu itu anak kandung mami, jadi kalo ada job yang bagus pasti mami kasih ke kamu, udah turutin aja kenapa sih"
"ini cuma alasan mami doank kan? lagi pula aku capek mi, aku mau berhenti kerja kaya gini"
"apa!!! kamu mau berhenti sekarang? kamu jangan aneh-aneh ya Tania, jangan berharap kamu bisa Tania, kamu sudah saya besarkan susah payah jadi kamu harus balas Budi kamu, pokoknya mami gak mau tahu kamu sekarang antar kan ke ruangan itu, titik" tegas wanita yang menyebut dirinya mami itu.
"huft.....baiklah" akhirnya setelah perdebatan panjang dan dengan berat hati Tania menuruti perkataan wanita yang telah melahirkannya itu.
Tania bukan pekerja **** komersial, bukan. bukan wanita nakal juga, dirinya hanya bekerja sebagai waiters di lantai satu gedung elit ini.
dia hanya bekerja sebagai peracik minuman, kadang kala dia juga menemani beberapa tamu penting untuk minum.
namun hanya sebatas itu, selebihnya bukan bidang dia. dan dia tidak mau, walau mami nya terkadang memaksanya untuk melayani hasrat para laki-laki hidung belang.
memang di sini menyediakan layanan yang plus-plus. tapi bukan berarti dia salah satu dari j*Lang di sini.
jika dia tidak terpaksa dan di paksa ibu nya bekerja di sini maka dia akan di usir oleh mami nya walau bagaimana pun dia besar di tempat seperti ini.
Lagi-lagi seperti ini, Padahal dia sudah kerja lembur untuk minta cuti malam ini.
Tania ingin menghabiskan waktunya dengan teman-teman nya yang mengadakan pesta.
walau bagaimana pun dia ingin seperti yang lainnya. menikmati hidup tanpa perlu bersusah payah mencari uang seperti dirinya. tapi apalah daya nasib nya memang seperti ini.
Tania bejalan menyusuri lorong yang sepi karena lorong-lorong ini terdapat di jajaran ruang VIP.
setibanya di ruangan itu, Tania segera mendekati para tamu dan menuangkan anggur. tampak beberapa tamu memperhatikannya lebih tepatnya pada tubuhnya.
__ADS_1
tatapan mereka seperti anjing kelaparan.Tania tidak pernah marah karena mereka tidak salah, Tania sendiri sadar dengan gaun yang ia kenakan. gaun yang sangat sexy melekat pas di tubuhnya.
ngomong-ngomong gaun yang di berikan mami nya kali ini seperti gaun yang di pakai Clarissa tadi hanya saja yang dirinya pakai lebih sexy dengan belahan yang sangat panjang.
dan pujian serta godaan-godaan selalu ia dapatkan dari para laki-laki hidung belang, yang berusaha merayunya untuk minum atau pelayanan plus-plus.
Tania sering di suruh mami nya untuk mengantarkan minuman spesial yang di pesan pelanggan VIP, jadi dia tidak asing dengan hal semacam ini.
"cantik, temani om minum ya sini-sini" ucap salah satu bapak-bapak di antara mereka.
Tania hanya tersenyum mengangguk dan menghampiri.
dia duduk di samping lelaki tua itu dan meraih gelas di tangan lelaki itu dan meminumnya.
"maaf om Lily tidak bisa minum lagi"
"ah masak tidak bisa, baru satu gelas loh sayang"
sebenarnya bukannya tidak bisa hanya saja dirinya benar-benar tidak ingin saat ini.
"biar saya saja om" laki-laki di pojok itu pun bersuara.
sebenarnya Tania sedikit tertarik kepada laki-laki itu.
"tuan muda Alexis ingin membantu wanita ini?"
"hmm"
"padahal sangat jarang tuan muda tertarik dengan wanita secara terang-terangan seperti ini"
Tania lagi-lagi di buat tertegun dengan sosok tuan muda Alexis ini. wajahnya yang rupawan, sifat yang cool, baik, ah....sepertinya Tania akan jatuh cinta seperti Clarissa.
laki-laki itu meneguk segelas minuman dari laki-laki paruh baya itu menggantikan Tania. dan dia melirik sedikit ke arah Tania.
"udah kan om, kalo gitu saya pulang, dan Lo, kalo Lo gak mau bilang gak mau gak usah nurutin cuma karena uang.....b*tch"
bagai di sambar petir, laki-laki yang baru saja ia kagumi itu mengatainya b*tch?
ia tarik semua kata-kata sanjungan nya tadi. Tania sudah gila, bagai mana bisa dia tertarik kepada laki-laki seperti itu.
huft.....semoga kesialan yang kau dapatkan nanti. batin Tania geram.
Edward pun keluar dari ruangan itu, dirinya sangat kesal, pasalnya masih ada saja orang-orang bodoh seperti klien-klien nya tadi.
__ADS_1
sudah ia bilang berapa kali kalau dia tidak suka jika pertemuan di adakan di club seperti ini.
walau club elit sekali pun, ia sangat jijik dengan wanita-wanita yang memamerkan lekuk tubuhnya guna menarik hasrat laki-laki.
Edward berjalan santai sampai tiba-tiba dirinya merasa sangat tidak nyaman.
tubuhnya mendadak sangat panas dan ia merasa sangat sesak sekarang.
sial
pasti minuman tadi ada sesuatu, ia harus segera pulang dan mandi air dingin.
sayup-sayup Edward mendengar seseorang berbicara dengan sedikit keras.
"kemana tuan muda tadi? jangan sampai hilang, saya sudah memasukkan obat ke minumannya, pasti dia tidak akan pergi jauh secepat ini, cepat cari saya sudah menyiapkan putri saya di ruangan VIP 1, jangan sampai rencana ini gagal" tegas seorang wanita paruh baya kepada beberapa laki-laki.
para laki-laki berbadan besar pun mulai berpencar.
"memangnya siap sih yang di maksud mami tadi Ted?" tanya salah seorang di antara mereka.
"yang di maksud mami tadi itu adalah penerus keluarga Paling kaya di kota A, grup Alexis, jadi pasti mami mau mengambil kesempatan ini" jelas teman satu nya yang di panggil 'ted' itu.
Edward yang mendengar itu langsung mempercepat langkah gontai nya.
Dia sadar jika mereka semua sedang mencari dirinya.
Dengan sempoyongan Edward berjalan tapi ketika dirinya sampai di depan pintu VIP 5, Edward seperti mendengar seseorang menangis.
ruangan VIP 5 sedikit terbuka, sepertinya tidak di kunci.
Edward yang mendengar derap langkah yang semakin mendekat pun tidak punya pilihan lain selain bersembunyi terlebih dahulu.
akhirnya Edward membuka pintu VIP 5 dan masuk serta mengunci pintunya.
Edward langsung terduduk di depan pintu dan mengamati ke adaan di luar dari kaca jendela di pintu.
saat para pengejarnya sudah lewat Edward baru bernapas lega.
"siapa kamu?!!!!"
sial
Edward melupakan sebuah fakta yang ada di hadapannya sekarang.
__ADS_1
bagaiman dia akan menjelaskan kepada pemilik ruangan ini?