
Di kediaman utama keluarga Abraham sudah tampak ramai malam ini, padahal acara belum di mulai.
Tampak Clara dan Dona tengah berbincang-bincang dengan para tamu. wajah Clara sangat cerah, menampakkan cahaya kebahagiaan yang membuat siapa saja iri melihatnya.
Bagaimana tidak? Clara Abraham adalah seorang model dan aktris yang cukup terkenal di kota A dan Bryan Wijaya adalah pengusaha muda yang sukses akan mengadakan pertunangan malam ini. walaupun sempat terdapat isu yang mengatakan Clara hamil duluan mengingat usianya yang masih sangat muda namun semua itu di bantah melalui jumpa pres dua bulan lalu.
semua orang tampak sangat menyanjung Clara dan Bryan yang tampak sangat serasi malam ini. mereka mengerubungi dua manusia itu seperti nyamuk yang terus mendengungkan pujian-pujian penjilat.
jika semua tamu yang datang adalah orang-orang berkelas yang pasti mereka datang dengan mobil mewah yang menyakitkan mata, maka berbanding terbalik dengan Clarissa yang memilih datang menggunakan motor kesayangannya dan jangan lupakan topengnya. Sungguh penampilan Clarissa malam ini membuat orang-orang berbisik-bisik dan bertanya-tanya siapakah gerangan orang yang ada di balik topeng itu?.
semua orang tercengang saat perempuan itu masuk ke balroom dimana semua orang menatap dirinya aneh. bagaimana tidak Clarissa datang dengan identitas queen flash dan lebih mencengangkan dia bahkan tidak memakai gaun. dia hanya menggunakan tantop crop yang menampilkan perut mulusnya yang di padukan dengan jaket yang terlampir di bahunya belum lagi bawahan celana di atas lututnya serta sepatu boot berhak tinggi dan semuanya berwarna hitam.
para tamu sangat penasaran siapa sebenarnya orang ini? bagaimana dirinya bisa masuk?.
mereka ingin menegur tapi mereka melihat orang itu berjalan ke arah tuan rumah punengurungkan niatnya.
"*siapa sih orang itu kok kaya berandalan gitu"
"itu orang gila ya acara kaya gini Dateng kaya gitu..."
"itu orang gak sopan....."
"preman dari mana sih ini kok di biarin masuk"
"berani banget Dateng ke sini"
"Paling juga numpang makan"
"orang miskin dari mana nih*"
tak henti-hentinya mereka menghujat Clarissa yang dengan enteng berjalan ke arah Tomy abraham.
"Clarissa ini kamu?"
"hmm"
"kamu akhirnya Dateng nak"
"terpaksa! inget terpaksa"
"ya sudah kalo gitu kamu mau ketemu Oma atau kemana"
"saya mau ke kamar saya, sudah di siapkan kan?"
"ah iya kamar kamu masih sama ya sudah kalau begitu kamu naik dulu nanti stelah kamu siap pa- saya akan memperkenalkan kamu ke semua orang"
"ok!"
__ADS_1
Clarissa pun berlalu menuju lantai dua di mana kamar kesayangannya dulu berada. tidak memperdulikan semua pasang mata yang menatap dirinya penasaran bahkan tak terkecuali sepasang mata biru milik laki-laki yang terkenal dingin terhadap wanita.
bahkan saking penasaran orang-orang dari rekan bisnis Abraham compeny mendatangi Tomy dan menanyakan perihal wanita tersebut. dan Tomy hanya membalas rasa penasaran mereka dengan mengatakan jika wanita itu putrinya selebihnya dia akan menjelaskan nanti.
Sedangkan di sisi lain Clarissa sedang berhadapan dengan Omanya. ya setelah melihat Clarissa tadi Oma Serly pun berinisiatif untuk menghampiri cucu kesayangannya itu di kamarnya.
"sudah berapa lama kamu tidak menemui saya Clarissa? apakah harus saya yang datang menemui kamu?" tanya Serly geram. dan Clarissa hanya menjawab tanpa rasa bersalahnya.
"lima tahun mungkin?ah Clarissa juga tidak tahu yang jelas sudah lama saja" jawab Clarissa enteng.
"oh sudah berani ya sekarang kamu hah sini Oma jewer dulu kamu bla....bla...bla...." cerewet Serly sambil menjewer kuping cucunya itu.
"agrhhh....sakit Oma.....lepasin.....sakit .....ampun Oma.....gak lagi deh...." ujar Clarisa sambil meringis menahan sakit di sebelah telinganya.
"gak usah pulang sekalian" omel Serly belum tuntas
"ya maunya gitu tapi Oma maksa buat Clarissa Dateng kan"
"oh masih berani ya jawab omongan Oma....gak kapok-kapok ya kamu...."
"iya deh Oma ....maaf... Oma gak mau peluk gitu? gak kangen?"
"sini.....Oma kangen banget sayang..."
mereka pun berpelukan erat dan menumpahkan segala kerinduan yang selama ini mereka pendam.
"Oma jangan nangis, jelek tau.."ucap Clarissa
"Oma gak salah semua udah takdir Oma, lagian Oma kan koma gimana Oma mau ngebela aku?" tanya Clarissa nyeleneh.
"ish...kamu mah orang lagi sedih gini kamu malah menghancurkan suasana aja"
"iya iya ya udah ya acaranya bentar lagi di mulai"
"terus kamu mau turun kayak gini cla?"
"emang kenapa Oma?baju aku bagus kok"
"Bagus gundulmu, liat itu perut mu keliatan paha juga aduh cla kamu kok kaya gembel gini?" ucap Serly prihatin
"Oma kenapa sih, bagus tau"
"Oma gak mau tahu ya cla kamu harus dandan cantik dan baju kamu harus ganti"
"lah aku kan udah cantik Oma"
"ya sudah ganti baju"
__ADS_1
"gak mau, lagian aku kan gak punya baju di sini"
"aduh nak kamu jangan kayak orang susah deh, Deborra!!!!!" Serly memanggil seseorang dan datanglah wanita yang sepertinya berumur sekitar pertengahan 30 menghampiri Oma dengan membawa sebuah gaun di tangannya.
"nih pake, Oma gak mau tahu kamu harus pake ya cla" omel Serly
"iya iya ya udah Oma pergi sana Clarissa mau ganti baju dulu"
"heh kamu ngusir Oma?" Serly melotot
"gak Oma, peace!" jawab Clarissa dengan mengangkat kedua jari telunjuk Dan tengah membentuk huruf v.
"ya sudah Oma tunggu di luar, jangan lama-lama"
"hmm"
Serly pun keluar dari kamar cucunya itu beserta asistennya. sedangkan Clarissa menatap malas gaun pemberian Omanya. bukannya jelek malah gaun berwarna biru langit itu sangat bagus, hanya saja gaun itu akan membentuk tubuhnya dan tentunya sangat mahal kan sayang buang-buang uang hanya untuk gaun ini. hah.....Omanya ini.....
Akhirnya pun Clarissa memakai gaun itu yang ukurannya sangat pas di tubuhnya. gaunnya ini masih tergolong sopan dari pada penampilannya sebelumnya hanya memperlihatkan lekuk tubuh dan belahan paha yang lumayan panjang serta bahunya.
Clarissa yang sudah siap pun menuruni tangga dengan Omanya dan jangan lupakan topengnya yang masih ia kenakan. alasannya karena belum saatnya.
semua orang yang hadir di buat terpana dengan sosok yang bergandengan dengan Serly Abraham.
Bagaiman tidak? wanita itu tampak memukau dengan gaun yang melekat di tubuhnya yang menggoda iman.
Semua pria bahkan tak sedikit wanita yang tak berkedip melihat sosok yang begitu cantik.
Memang Clarissa belum membuka topengnya tapi aura kecantikannya sudah menguar ke seluruh balroom.
bahkan Edward dan vino di buat terpesona dengan kecantikannya itu.
mereka semua tidak bisa melepaskan pandangannya dari Clarissa yang berjalan mendekati Tomy Abraham serta istri dan anaknya.
"ekhemm.....semuanya permisi....di sini saya akan menjawab rasa penasaran kalian semua.perkenankan saya mengenalkan perempuan yang berdiri di samping saya ini adalah Clarissa Abraham.....putri sulung saya, memang saya tidak pernah mempublikasikan identitas putri sulung saya di karenakan demi kepentingan keluarga jadi saya harap tuan-tuan dan semuanya memaklumi hal tersebut, terima kasih"
Clarissa pun secara perlahan membuka topengnya dan terlihatlah wajah cantiknya yang tersenyum ke arah para tamu.
memang Clara cantik tapi jika di bandingkan dengan Clarissa, bedanya sangat jauh, dengan tubuh dan wajah yang seperti itu kata 'sempurna' sangat cocok untuk Clarissa.
tampak Edward dan vino tercengang, bagaimana tidak mereka berdua baru saja tahu jika queen flash yang selama ini mereka cari adalah Clarissa.
walaupun tak banyak yang mengenal queen flash di kalangan ini tapi mereka berdua tahu jika Clarissa adalah orang yang pernah terkena skandal dan di asingkan apalagi queen flash adalah satu-satunya orang yang pernah mengalahkan Edward balapan.
sedangkan Clara tampak memaksakan senyum manisnya sambil meremas sedikit gaunnya meladeni orang-orang yang bertanya kepada dirinya perihal Clarissa dan memuji wanita itu terang-terangan di depannya.
seharusnya ini adalah hari bahagianya bersama Bryan, pertunangannya.
__ADS_1
seharusnya dia yang menjadi pusat perhatian bukan Clarissa. kenapa dia harus datang kenapa?
bahkan lihatlah sekarang Bryan menatap Clarissa tanpa berkedip. Clara benci hal itu.