
keesokan harinya....
Clarissa buru-buru menyiapkan barang-barangnya dan bergegas menuju lantai satu.
Sebelumnya ia tak lupa mengambil botol kecil di laci meja samping tempat tidur dan memasukkan nya ke dalam tas kerjanya.
Setelah di rasa tak ada yang ketinggalan Clarissa pun melangkah menuju meja makan yg di sana sudah terdapat lily dan susternya yang menyuapi Lily makan.
"nona sudah siap?"
"iya bi,bagaimana dengan Lily?" jawab Clarissa setelah sebelum nya mencium kening Lily dengan sayang.
"non Lily sudah harus ke rumah sakit non"
"oh...apakah sudah dapat notif dari dokter? kapan jadwalnya bi?"
"kata dokter sam lusa non, jadwalnya di majukan karena saat observasi terakhir Minggu lalu non Lily sudah melemah"
"oh oke bi, aku usahakan akan menemani Lily"
bla....bla....
Clarissa mengobrol dengan pembahasan yang kurang di mengerti bocah usia dua tahun itu dan membuat Lily sepertinya penasaran.
"nda?" panggil Lily seraya memiringkan kepala dan mengerutkan alisnya.sangat lucu.
"oh...sorry sayang...bunda keasyikan ngobrol yah..." ucap Clarissa sembari mengusap kepala Lily
"endak! Lily dah enyang" jawab Lily polos.
mendengar jawaban Lily membuat Clarissa hanya tersenyum menahan tawa.
"issh...kamu..." Clarissa menciumi wajah putrinya itu dengan gemas dan Lily cekikikan geli.
"ya udah bi, aku berangkat dulu yah" ucap Clarissa sambil beranjak.
"iya non, eh non Clarissa gak sarapan dulu?wajah non Clarissa agak pucat"
"hmmm.....tolong bungkuskan bekal sarapan aja bi, nanti biar aku sarapan di kantor"
"iya non saya siapkan"
##########################
Clarissa tiba di kantor setelah menempuh perjalanan yg lumayan lama.
Baru saja Clarissa duduk di kubikel nya tapi manager nya datang dan mengumumkan tentang kedatangan pemimpin yang baru dan semua karyawan di minta untuk berkumpul di lobi.
"mengerti semua??"tanya manager
"mengerti pak" jawab karyawan design serempak.Mereka pun berjalan menuju lobi perusahaan di lantai satu.
"eh sa" panggil olive
"iya Liv, kenapa?"
"loe mau ke bawah juga?"
__ADS_1
"iyalah terus mau kemana lagi"
"tapi muka loe pucet banget sa"ucap olive sambil meraba kening Clarissa.
"gua gak papa Liv, ini cuma kurang tidur aja ntar juga gak pucet lagi"
"beneran cuma kurang tidur? eh tapi kok bisa loe kurang tidur sih sa? apa gara-gara acara semalem?"tanya olive dengan penasaran.
"gak, gue gak papa liv beneran"elak Clarissa.
"tapi sa...."
"udah Liv, eh itu lift nya kebuka yuk kita masuk, ntar telat di marahin lagi" ucap Clarissa mengalihkan perhatian olive.
"oh iya yuk"
mereka pun masuk ke dalam lift bersama dengan karyawan lain.Setibanya di lantai satu mereka semua keluar dan terlihatlah lobi perusahaan yang biasanya lenggang sekarang penuh dengan karyawan.
mereka berbaris bersejajar dengan karpet merah yg membentang di tengah-tengah dari pintu masuk menuju lift eksekutis.
"untung kita lumayan cepet sa, jadi kita dapet barisan pertama di sini, sayangnya kita di paling ujung di Deket lift VIP ini" keluh olive
"gua malah males Liv, emang kenapa sih loe antusias banget"
"OMG sa, jangan-jangan loe gak tau rumor yang beredar?"
"emang rumor apa sih Liv? paling gosip gak jelas"
"oh no no no lu salah besar sa, gini ya menurut gosip perusahaan pemimpin kita yang baru itu ganteeeeeeeng banget dan hot Deddy gitu"
"lah udah punya anak toh, gua kirain masih single makanya lu antusias"
"oh....paling juga udah tua kan Liv"
"gini nih susah ngomong sama loe kalo masalah ginian"
"ya loe kan tau gua gak suka sama yang namanya gosip gak jelas kayak gini, lagian kalo seandainya dia ganteng, single, kaya, tapi kasta kita beda Liv, kita cuma karyawan doang dan dia bos di sini, lagi pula gua juga gak bakalan suka sama dia" papar Clarissa
" awas kemakan omongan loe sendiri sa"
"gak bakal lah, lagian bukannya Loe udah punya orang yang loe suka ya Liv"
" ya itu kan beda sa, ini tuh cogan, jarang-jarang kita bisa liat cowok ganteng kan"
"udah deh terserah loe aja"
"eh eh itu mobilnya udah Dateng"
semuanya pun serempak menoleh ke pintu masuk.
Tak berselang lama muncullah beberapa orang berseragam serba hitam mengawal di samping kanan kiri seseorang yang baru saja keluar dari dalam mobil dengan menggandeng tangan seorang bocah laki-laki.
itu kah pemimpin mereka yang baru?
Semua orang terpesona dengan berpakaian tuxedo navy itu. Dia berjalan memasuki lobi bersama bocah laki-laki yang mengenakan pakaian sama.
Begitupun Clarissa, dia hanya bisa mematung melihat siapa yang baru saja di lihatnya.
__ADS_1
bahkan Clarissa tak sadar jika sosok itu berjalan mendekat ke arah life yg letaknya pas di sampingnya.
Dan tahukah kalian siapa yang di lihat Clarissa?
EDWARD XAVERO ALEXIS
itulah seseorang itu, yang berjalan sambil menggandeng bocah laki-laki yang sangat mirip dengannya.
melihat Clarissa yang seperti itu olive menyikut lengan Clarissa.
Clarissa pun segera menundukkan wajahnya saat rombongan itu mendekati tempatnya berpijak.
Clarissa hanya bisa memejamkan matanya dan menunduk semakin dalam dan saat di rasa mereka sudah memasuki lift Clarissa baru membuka matanya dan melihat ke arah lift.
saat itu Clarissa tak tahu jika pintu lift belum tertutup maka Clarissa bisa dengan jelas melihat wajah laki-laki yang menjadi pemimpin baru mereka.
mereka sempat bersitatap sampai pintu lift pun menutup. Sebelum lift tertutup dengan sempurna Clarissa tak kuasa menahan setetes air mata jatuh dari ke dua mata nya.
"sa...loe kenapa? muka loe tambah pucet"
"gak papa liv cuma agak pusing aja"
"oh loe pusing? mau ke atas langsung aja? lagi pula ini juga udah selesai kan? ayok ke atas"
Clarissa pun hanya menurut dan mereka pun pergi menuju lift untuk kembali ke tempat mereka bekerja.
##########################
Saat pintu lift belum tertutup sempurna Edward bisa melihat dengan jelas air mata yang jatuh dari mata indah itu dan membasahi pipi wanita itu.
itu bener Clarissa kan?
jadi dia karyawan di sini?
kenapa dia bekerja di sini? bukannya dia putri keluarga Abraham?
dan kenapa dia menangis? apa yang terjadi sebenarnya?
saat Edward masih sibuk dengan pikirannya, Nick putranya melihat gelagat aneh ayahnya yang seperti memikirkan sesuatu dengan serius.
padahal pintu lift sudah terbuka tapi ayahnya masih saja termenung.
"Daddy...."
belum ada jawaban
"Daddy...."
masih belum ada jawaban dari Edward
"DADDYYYYY" teriak Nick sembari menggoncang kan tangan ayahnya.
"oh...iya....Nick kenapa berteriak?"
"Daddy mikirin apa sih" kesal Nick sembari berjalan keluar lift mendahului langkah ayahnya.
melihat itu Edward pun menyusul putranya dan memasuki ruangannya.
__ADS_1
bagaimana kelanjutan ceritanya?
simak terus ya🥰