
"siapa kamu?" teriak seorang wanita di depan Edward.
sial
Edward telah melupakan fakta jika di hadapannya sekarang terdapat seorang wanita yang menatap waspada ke arah nya.
hawa panas di dalam tubuh nya berhasil dia tekan. mungkin karena dia gugup jadi dia bisa melupakan sejenak tentang panas di tubuhnya.
Edward langsung mendongakkan kepalanya dan melihat rupa wanita itu.
Edward pun bangkit dari duduknya dan berjalan mendekat. Dan akhirnya duduk di salah satu sofa di sana.
Edward kembali menatap wanita itu yang masih menampilkan wajah waspada nya.
cantik
itulah pikiran Edward sekarang. Ehtah lah dari sekian banyak wanita yang pernah Edward temui, wanita di depannya ini benar-benar sangat imut dan cantik.
"siapa kamu?" tanya nya lagi
"ehm.....maaf....bolehkah saya di sini sementara waktu saya sedang di kejar oleh beberapa orang"
"tidak!!!" jawab wanita itu tegas. "saya tidak tahu permasalahan anda, tapi tolong anda pergi dan tinggalkan saya sendiri"
lalu wanita itu kembali menegak minuman langsung dari botolnya.
"emm....baiklah"
awalnya Edward berfikir untuk bersembunyi di sini tapi melihat kondisi wanita di depannya ini yang sepertinya sedikit....buruk, jadi dia memutuskan untuk segera keluar dari tempat ini.
Edward pun akhirnya berlalu menuju pintu. namun ketika hendak keluar dia melihat beberapa orang yang tadi mengejarnya berada di depan pintu.
Dan seperti nya hendak masuk ke ruangan ini. sekarang dia panik, bagaimana dia bersembunyi sekarang?
tiba-tiba gejolak panas menyeruak ke seluruh tubuh Edward. Edward tampak sangat tersiksa. apalagi sekarang di belakang nya ada wanita yang begitu cantik.
double ****
'kenapa harus di saat seperti ini?'
__ADS_1
Edward benar-benar sudah tak tahan. bagaimana sekarang?
di depan pintu terdapat orang-orang yang mengejarnya sedangkan di belakang nya ada wanita itu. ia sungguh bingung.
"hei!!!!!" teriak Clarissa
lalu Edward melihat ke arah wanita itu yang menunjukkan wajah tak suka nya, karena Edward masih belum juga pergi.
wanita itu pun berjalan mendekati Edward dengan langkah yang sedikit sempoyongan.
"hei....gue kan udah bilang....pergi dari sini....kenapa Lo masih belum pergi?" racau Clarissa sambil menunjuk-nunjuk dada Edward.
sedangkan Edward menggeram menahan gejolak hasrat yang sangat besar di dalam tubuh nya.
"udah....Lo...per...gi....jangan....gang..gu....gue...!!!" teriak Clarissa lagi dengan mendorong dada bidang Edward.
bukannya menjawab pertanyaan Clarissa, Edward malah mendekat kan tubuhnya dan meraih pinggang ramping Clarissa.
"gue mohon...tolongin gue...."
Edward yang sudah tidak tahan pun akhirnya mengecup bibir Clarissa lama.
Clarissa hanya melotot kaget dan linglung.
Edward baru sadar jika warna mata wanita di depannya berwarna coklat ke emasan.warna mata yang sangat langka.
sedangkan Clarissa juga menatap mata biru laki-laki di depannya.
terdapat hasrat mendamba pada mata yang terlihat sayu itu.
Clarissa tak tahu apa yang terjadi dan sejak kapan, bibir mereka lagi-lagi tertaut.
dan lagi-lagi laki-laki itu melepaskannya.
saat dirinya ingin protes laki-laki itu kembali menautkan bibirnya. membungkamnya.
bukan hanya sekedar menempel seperti biasanya tapi lebih ke kesan sangat liar.
laki-laki itu ******* bibir merah Clarissa dan menuntun Clarissa untuk membuka mulutnya.
__ADS_1
suara decakan mulai terdengar, awalnya Clarissa kaku dan bingung tapi sekarang Clarissa mulai membalas bahkan sudah mengalungkan ke dua tangan nya di leher Edward.
Edward pun menuntun Clarissa menuju sofa tanpa melepas pagutannya dan membaringkan tubuh Clarissa.
Ia melepas pagutannya sejenak dan menatap Clarissa sayu.
dia benar-benar sudah kehilangan akal sekarang.
Edward pun akhirnya tak tahan dan menyerang wanita yang setengah mabuk itu.
Clarissa tak mampu berontak karena tubuh dan fikiran nya tak selaras lagi.
tubuhnya lemas dan hanya bisa pasrah dengan perlakuan laki-laki di atasnya ini.
namun ia juga tak memungkiri jika ia menolak di dalam hatinya. apalagi dia tidak mengenal siapa laki-laki di atasnya ini.
"AAAAAAAA......SAKIT.....HIKS...."
Edward pun tertegun.
****
wanita ini masih virgin
rasa bersalah mulai menghantam dadanya namun dia tidak bisa menghentikannya. hasrat di dalam tubuhnya telah menguasai seluruh pergerakan tubuhnya.
Edward hanya bisa melihat bulir-bulir bening jatuh dari pelupuk mata indah wanita itu.
dia pun memeluknya erat, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher wanita itu dan berkali-kali mengucapkan kata maaf.
dia sungguh tak tega melihat air mata itu jatuh karena dirinya. tapi dia juga tak bisa menghentikan aktifitasnya ini.
dia memang egois, sangat. Edward pun berjanji di dalam hatinya jika setelah ini ia akan bertanggung jawab kepada wanita ini. pasti.
"ma'af......ma'af....."
hiks.....hiks.....
malam itu ruangan VIP 5 di penuhi suara-suara erotis dari sang pria dan tangisan pilu dari sang wanita, yang menggema di ruangan kedap suara itu.
__ADS_1
meninggalkan kenangan yang mendalam bagi ke duanya.
Dan malam itu menjadi malam yang tidak akan bisa Clarissa lupakan seumur hidup nya.