ARUS TAKDIR KELUARGA KONGLOMERAT

ARUS TAKDIR KELUARGA KONGLOMERAT
Tujuh


__ADS_3

tok....tok....tok....


cklek....


"eh ada den lexter sama non olive, masuk atuh den non"


"makasih bi, si Sasa kemana bi?" tanya olive


"ada di kamar non, tapi....."


"tapi kenapa bi?" tanya lexter


"tadi teh tuan besar kesini, terus ya gitu den....cekcok gitu"


"terus keadaannya gimana bi? sempet kumat gak?" tanya lexter panik.


"abis tuan pulang, non Sasa nangis terus menyendiri di dalem kamar den, bibi sempet khawatir tadi tapi kayaknya gak kenapa-kenapa soalnya bibi habis dari atas, abis nganterin makanan" jelas bibi.


"oh ya udah bi kita ke atas dulu"


"iya non den mari, bibi juga lagi masak di dapur, punten ya"


Olive dan lexter langsung bergegas ke lantai dua yang terdapat kamar Clarissa.


saat masuk mereka sudah di suguhkan dengan keadaan kamar yang berantakan dengan tissue yang berserakan serta ruangan yang gelap.


olive bahkan tidak habis fikir sahabatnya itu kenapa suka sekali mengurung diri di kamar gelap.


karena sumpek olive pun berinisiatif membuka tirai jendela. seketika terlihatlah lebih jelas keadaan kamar ini yang kacau balau. bahkan sang empu nya bergelung di dalam selimut tebalnya.


"sa....bangun Wei....jangan tidur Mulu...."


"apaan sih Liv, gue ngantuk" sahut Clarissa dengan suara serak


"gue tahu Lo gak tidur maupun ngantuk sa, bangun Lo, Lo habis nangis kan?"tanya olive sambil berkacak pinggang.


"sotoy Lo" sewot Clarissa sambil menyembulkan kepalanya dan terduduk malas.


"Halah ngelak aja terooos bos"


"Lo ngapain sih ke sini?" tanya Clarissa cuek.


"mau dugem, ya mau ketemu elo lah"


"terus gue percaya gitu?"


" ya udah kalo gak percaya, gue cuma mau ngajak Lo jalan ke mall kek kemana kek terserah deh, lagian weekend bukannya keluar malah ndekem ayem di kamar kayak ayam bertelur emas"


"kalo gue bertelor emas berarti gue udah kaya raya Liv, tapi buktinya..."


"Halah merendah untuk meroket, Lo kan kaya sa"

__ADS_1


"kaya apaan mau beli mobil aja masih nyicil DP"


"Halah Lo aja yang sok-sokan gak mau pas di tawari bang Jacob padahal ngebet banget buat beli"


"gak gitu Liv, uangnya gue tabung buat pengobatan si lili, Lo kan tau kalo lili lagi butuh biaya gede banget"


"Lo sih di bantuin gak mau"


"bukannya gak mau liv tapi.....udah deh gue gak mood Liv buat hangout , Lo ajak lexter aja"


"oh iya lexter mana ya tadi kan bareng gue ke sini tapi kok dia gak ada, perasaan dia di belakang gue tadi"


"perasaan Lo donk kali"


"gak sa, beneran tadi tuh....si liter..."


"heh ompreng, ngapain Lo? ngegibahin gue ya?" potong lexter sambil berjalan masuk ke kamar Clarissa.


"dih narsis siapa juga yang gibahin elu, kemana aja elu baru nongol?"


"oh....gue dari kamar si lili" jawab lexter sambil membawa toples cemilan.


"dari kamar lili atau dapur Lex?"sindir olive.


"dari dapur lah"jawab lexter santai.


" udah-udah, btw kenapa nih kalian kesini?"


"gue gak kenapa-kenapa jadi gak usah khawatir, lebay deh Lo pada"


"yakin? Lo gak papa?"


"yakin Liv"


"tapi kamar Lo yang kenapa-kenapa sa" sambung lexter


"gue cuma....ya ...gitu deh....you know lah gais"


"terus apa rencana Lo"


"gak tau, tadi bokap gue Dateng terus nyuruh gue pulang"


"terus Lo mau aja gitu sa setelah apa yang tua Bangka itu lakauin ke elo?"


"awalnya sih gue ngotot gak mau tapi....dia bilang ini permintaan Oma jadi ya mau gak mau gue tetep Dateng deh"


"kalo gak mau gak usah di paksain ntar kumat berabe kan?" Clarissa hanya tersenyum, dia tahu kekhawatiran ke dua sahabat nya itu. apalagi dengan kondisi dia yang sekarang memang tidak memungkinkan untuk pulang.


"gak papa kok, ntar gue bawa obat gue, lagi pula gue kangen Oma tau, udah 5 tahun gak ketemu terakhir kan waktu Oma di nyatakan koma lima tahun lalu"


"ya udah deh terserah Lo aja, asal ati-ati"

__ADS_1


" ya udah kalo gitu ke mall yuk sa buat beli gaun" ajak olive


"tapi ini kan udah sore Liv"


"ya gak papa donk, emang ada larangan gak boleh ke mall sore-sore sekalian kan bisa nongky-nongky kita"


"gue sih mau-mau aja tapi lili gak bisa gue tinggal Liv"


"ajak aja lah sa, sekali-kali keluar biar anak itu terbiasa sama orang banyak"


"tapi....."


"udah lah biar gue yang gendong nanti gue tunggu di tempat biasa, Lo belanja aja sama olive nanti kalo udah Lo SMS aja"


"ok!"


"oh iya Lex, gue gak jadi balapan malam ini ya, lagi gak mood"


"okey, ntar gue sampein sama mereka"


Mereka pun akhirnya turun sedangkan Clarissa mulai bersiap-siap untuk pergi. saat ke lantai bawah ia bisa melihat lili yang tengah tertawa karena di gelitiki oleh lexter juga olive. Clarissa sangat bersyukur karena memiliki sahabat yang begitu baik seperti mereka.


"udah yuk berangkat"


"bunda.....kita mau kemana?" ucap lili polos sambil turun dari pangkuan lexter.


"kita mau jalan-jalan sayang, kan lili sendiri yang minta waktu itu kan?" ucap Clarissa sembari mensejajarkan tinggi lili. alias berlutu.


"hmm bunda nanti beli es klim ya"


"iya tapi gak boleh banyak-banyak"


"ok bunda sayanggg bunda..." teriak lili sembari mencium pipi Clarissa.


"eh....sama om Lex gak sayang Li" tanya lexter


"Ndak" jawabnya singkat. "om letel jahat"


" ya udah deh, padahal tadi om mau nawarin lili es krim kotak yang mahal itu loh"


"ya udah nanti atu minta ate Liv, ate Liv kan sayang sama lili ya akan te?" balas lili sambil berlari ke arah olive


"iya nanti Tante beliin lili es krim kotak yang mahal itu ya"


melihat ekspresi lexter yang melas itu membuat Clarissa dan yang lainnya terkikik geli. memang lexter selalu saja kalah jika berdebat dengan bocah itu. padahal lexter itu sangat menyayangi lili dan menginginkan sedikit perhatian dari lili, tapi selalu saja seperti ini.


Clarissa tak habis fikir dengan anaknya itu, entah mengapa suka sekali menjahili lexter seperti tadi. tingkahnya memang buat geleng-geleng kepala.


Dan sifat jahilnya itu mengingatkan Clarissa akan seseorang yang dulu begitu dekat dengan dirinya. tatapan Clarissa berubah sendu, apakah seseorang itu masih hidup? lalu bagaiman keadaannya? kenapa dia tidak pulang untuk menemui anaknya? segala pertanyaan berkecamuk di benak Clarissa. sibuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.


Clarissa tak bodoh, dia tahu kalau seseorang itu belum mati. dia tidak akan percaya sampai dia melihat sendiri jasad seseorang itu. Sudah dua tahun berlalu tapi seseorang itu belum juga muncul, apakah dia harus menyelidiki kasus itu lagi?

__ADS_1


Clarissa sangat merindukan seseorang itu. Seseorang yang dulunya selalu menjaga dirinya yang tengah terpuruk, selalu menasehatinya,selalu ada untuknya, ya dia adalah sahabat nya, saudaranya, rumah keduanya. Tania Sania. Ibunda dari lili Sania, sahabatnya.


__ADS_2