Asmara : Kisah Cinta Beda Kasta

Asmara : Kisah Cinta Beda Kasta
Pertemuan


__ADS_3

Tentunya setiap anak pasti memiliki kisah cinta yang lumayan menarik namun berbeda dengan lelaki yang bernama Arkana. Menurut nya Asmara tidak lain hanyalah hal yang datang lalu pergi dengan cepat


Walau seperti itu terdapat Gadis yang diam diam menyukai nya, selalu memberi tanda agar Arkana paham akan bahasa Cinta namun tidak selamanya seorang laki laki paham tentang bahasa wanita


Kebetulan sekali perempuan itu lumayan cantik dan pintar namun itu membuat dirinya lumayan menderita karena selalu mendapatkan ujaran kebencian dari para Haters nya. Perempuan itu bernama Eca


Sampai disuatu saat, ada sepucuk surat yang ada di loker nya Eca. Surat ini meminta agar Eca pergi ke suatu tempat yakni gudang olahraga, Teman Eca yang bernama Nayla lalu mengatakan


"Mungkin saja ada seseorang yang menembak mu." Sambil tersenyum kepada Eca


"Benarkah, tapi kurasa itu mustahil deh."


"Kau coba pergi kesana."


"Apakah kau mau mengawani ku ?." Tanya Eca


"Aku sangat ingin mengawani mu tapi maaf aku harus pergi les Biola sekarang juga."


"Ohhh baiklah, aku akan pergi sendiri." Ujar Eca yang lumayan kecewa


Nayla lalu pergi meninggalkan Eca dan Eca langsung bergegas ke Gudang olahraga yang terletak di lantai 3 sekolah. Ia pun membuka Pintu Gudang dan akhirnya masuk


"Apakah aku ditipu, tidak ada orang disini."


Tiba tiba ada seorang wanita yang langsung mendorong Eca dengan sangat kuat yang membuat Eca terjatuh, teman perempuan yang mendorong Eca lalu datang membawa ember yang berisi air dingin


"Baiklah Lili, ini ember yang kau minta. Apa yang akan kau lakukan sekarang."


"Aku akan memberikan sebuah pelajaran kepadanya."


"Baiklah, kalau begitu aku pergi terlebih dahulu." Teman Lili lalu pergi menuju pintu keluar


Lili lalu mengambil ember yang dibawa teman nya dan melemparkan nya ke Eca yang membuat tubuh Eca sangat basah, Lili lalu mendekati Eca lalu mencekik nya


"Kau tau apa salah mu." Lili mengatakan itu dengan penuh emosi


Eca tidak bisa mengatakan apa apa, dia hanya diam sambil merasa kesakitan akibat lehernya di cekik oleh Lili. Saat kesadaran nya mulai hilang Lili mulai tertawa bahagia


"Kau tau, aku iri melihat kecantikan serta kecerdasan milik mu." Lili berkata kepada Eca sambil meluapkan emosi


"T-tolong." Eca mengeluarkan tenaga nya untuk mengatakan hal ini


Tiba tiba ada memegang pundak Lili, Lili langsung menoleh kebelakang dan yang memegang nya ialah Arkana. Arkana lalu meminta Lili untuk melepaskan lengan nya


"Bagaimana mungkin, kenapa masih ada seseorang disini." Lili mengeluarkan ekpreksi panik


"Aku harap kau segera pergi sebelum aku panggil para guru."


Lili yang benar benar kaget tidak sengaja melepaskan tangan nya yang membuat Eca terjatuh dan langsung pergi meninggalkan Arkana. Setelah pergi Lili segera menelpon temannya dan langsung bertanya sesuatu


"Hey, apakah kau tidak melihat Arkana tadi saat keluar." Tanya Lili sambil marah marah


"Aku melihatnya."


"Jika kau melihatnya kenapa kau tidak menghadangi nya."


"Aku tidak bisa, aku tidak bisa berkata kata saat aku melihat wajah Arkana." Teman Lili berkata dengan terlihat malu malu


"Tunggu, apakah kau menyukai Arkana." Lili bertanya keteman nya


"T-tidak, dia menurut ku Arkana hanya lelaki yang keren."


"Baiklah, aku akan pulang terlebih dahulu." Lili lalu mematikan telpon nya dan pulang menggunakan mobil


Beralih ke gudang olahraga, disana terlihat bahwa Eca sangat kedinginan dan Arkana melepaskan jaket nya serta menjadikan nya selimut bagi Eca


"Eca, apakah kau sekarang lebih baik." Tanya Arkana

__ADS_1


"Terima kasih Arkana." Setelah mengatakan hal itu Eca langsung pingsan di pelukan Arkana


"Sungguh hangat dan tenang." Eca bergumam dalam hati


Arkana pun langsung menggendong Eca serta membawanya keluar sekolah dan pergi kerumah nya yang tidak jauh dari sekolah


Sebelum pergi keluar, salah satu teman Arkana menawarkan untuk menumpang di mobil nya karena merasa kasihan melihat mereka berdua


"Apakah kau kasihan kepadaku, tumben kau kasihan." Tanya Arkana


"Aku lebih kasihan kepada Eca daripada kau." Ujar temannya


"Aku tidak butuh bantuan mu." Arkana lalu pergi sambil menggendong Eca


"Baiklah baiklah."


Akhirnya Arkana pun sampai kerumah dan mengetok pintu, seorang gadis yang merupakan kakak dari Arkana langsung membukakan pintu


"Arkana selamat datang."


Wajah kakak nya yang awalnya biasa saja langsung berubah menjadi kaget setelah melihat perempuan yang dibawa oleh Arkana dan langsung bertanya


"Arkana, siapa gadis yang kau bawa dan kenapa dia bisa sampai pingsan."


"Perkenalkan dia Eca, gadis yang menjadi nilai tertinggi seangkatan."


"Dia cantik sekali." Kakak Arkana memuji kecantikan dari Eca


"Daripada kakak berdiri di depan pintu lebih baik pergi dihadapan ku. Aku sudah sangat lelah menggendong Eca."


"Ahhh, Baiklah."


Arkana lalu membawa Eca ke kamarnya dan kakaknya yakni Mei mulai memasak sup untuk Eca. Eca pun secara perlahan tersadar dari pingsan nya dan melihat Arkana yang sedang duduk menemaninya


"Apakah kau sudah membaik." Tanya Arkana


"Tidak apa apa, aku hanya kebetulan menemukan mu saat ingin mengembalikan bola basket."


Pintu pun dibuka dan Mei masuk ke kamar Arkana sambil membawa semangkuk sup jagung buatan nya, Arkana lalu meminta agar Mei menjaga Eca terlebih dahulu karena dirinya ingin istirahat terlebih dahulu


"Ohhh yaa, jika kau mau sup silahkan ambil di dapur." Ujar Mei


"Baik kak." Jawab Arkana


Arkana lalu menutup pintu dan Eca bertanya sesuatu kepada Mei


"Apakah kalian hanya tinggal berdua saja ?." Tanya Eca


"Iya, orang tua kami sedang pergi untuk bekerja, Ibu kami sedang sibuk merawat kuil peninggalan nenek dan ayah juga sedang sibuk menjadi polisi." Mei menceritakan ini dengan ekpreksi yang lumayan sedih


"Maafkan aku jika membuat mu tersinggung." Ucap Eca


Setelah meminta maaf, Eca lalu memuji sup buatan Mei karena menurutnya ia tidak pernah memakan hidangan ini seumur hidup nya. Mei menanyakan tentang orang tua dari Eca


"Orang tua ku merupakan orang yang terlalu sibuk dan sama seperti kakak Mei. Aku hanya tinggal bersama seorang kakak laki laki dan Adik perempuan serta berberapa pelayan."


Eca lalu bertanya apakah dirinya boleh meminjam Hp dari Mei, dirinya ingin menelpon seseorang untuk menjemputnya. Mei lalu memberikan hp nya ke Eca


"Kalau begitu aku pergi dulu yaa." Mei pamit keluar


"Baiklah." Jawab Eca


Eca pun menghubungi kepala pelayan nya yakni Agares. Saat terhubung Agares lalu menanyakan siapa yang menelpon nya dan Eca menjawab bahwa dirinya ialah Eca


"Maaf atas ketidak sopanan ku Nona Eca, kenapa kau tidak menelpon menggunakan hp mu sendiri."


"Hp ku jatuh dan tiba tiba mati, aku sedang memakai hp kakak dari teman ku."

__ADS_1


"Anda benar benar ceroboh ya Nona."


"Maafkan aku Agares, apakah kau bisa menjemput ku."


"Tentu saja bisa Nona, sebelum itu apakah perlu membawa makanan untuk Nona makan dimobil nantinya. Jika perlu aku akan memberitau ke Cain."


"Aku ingin Cain memasak 3 Oriantel Burger, apakah ia bisa melakukan nya."


"Baiklah, apakah ada lagi yang perlu saya bawa."


"Apakah kau bisa membawa hp ku yang satunya lagi ?."


"Tentu saja bisa Nona."


"Baiklah, Terima kasih Agares."


Telpon pun dimatikan dan Eca melihat keatas sambil berpikir apakah dirinya dapat mendapatkan No Telepon Arkana


"Apakah Arkana akan senang dengan hadiah yang aku berikan." Eca bertanya dalam hati sambil memeluk bantal


Beralih ke aula tempat tinggal Eca atau biasa orang kenal dengan Residienza Of Fiore. Kepala pelayang Agares bertemu dengan Viola yang merupakan adik dari Eca


Viola sendiri memiliki ciri ciri berbadan pendek dan memakai jubah bulu bewarna abu abu serta memiliki rambut dan pupil bewarna Mauve dan ditemani oleh seorang pelayan perempuan


"Nona Viola, ada apa kau menemui ku."


"Agares, apakah kau mengetahui dimana Kak Eca sekarang."


"Aku baru saja ingin menjemput Nona Eca, namun sebelum itu aku ingin pergi ke Dapur untuk menemui Cain."


"Menemui nya, untuk apa."


"Nona Eca memesan 3 Oriantel Burger untuk dimakan nanti saat diperjalanan."


"3 Oriantel Burger ? banyak sekali, kakak tidak akan bisa memakan sebanyak itu." Viola bergumam didalam hati


"Demikian, saya izin pergi ke Dapur Nona Viola."


"Tunggu, aku juga ingin kedapur."


"Baiklah jika itu permintaan mu."


Akhirnya mereka bertiga pergi ke dapur, dapur Residienza of Fiore merupakan dapur yang sangat luas dengan puluhan pelayan yang akan mempersiapkan hidangan untuk keluarga Fiore dan mereka dipimpin oleh kepala Koki Cain


"Ahh Nona Viole dan Tuan Agares, mengapa kalian berdua ke dapur. Apakah makanan yang kalian ingin kan." Ujar Cain yang sudah tidak sabar memasak


"Cain, Nona Eca ingin kau membuat 3 Oriantel Burger. Apakah kau bisa menyediakan ini dalam 10 menit ?." Tanya Agares


"10 Menit ? Itu waktu yang sangat mudah bagi koki Profesional sepertiku."


"Cain."


"Ada apa Nona Viola?." Tanya Cain


"Apakah kau bisa membuat Earl Grey ?."


"Hanya minuman itu ? Itu sangatlah muda, aku akan membuat 3 Oriantel Burger dan 1 Earl Grey dalam waktu kurang dari 10 menit."


"Terima kasih Cain." Viola berterima kasih


"Anda tidak perlu berterima kasih Nona, sudah kewajiban kami untuk melayani keluarga Fiore."


"Kalau sudah biarkan pelayan ku membawakan Earl Grey nya ke taman." Pesan Viola


"Dimengerti Nona."


~Bersambung

__ADS_1


__ADS_2