Asmara : Kisah Cinta Beda Kasta

Asmara : Kisah Cinta Beda Kasta
Ketahuan


__ADS_3

Kami berdua melanjutkan obrolan sambil memakan bekal yang telah ditukar, Eca menanyakan film apa yang ingin aku tonton dan aku menjawab


"Aku sangat ingin menonton film di bioskop tapi kurasa itu tidak akan bisa." Jawab ku


"Kenapa ? Apakah besok kau sibuk." Tanya Eca


"Aku hanya mempermasalahkan biaya." Jawab ku


"Kau tidak perlu mengkhawatirkan nya, aku bisa akan membayarkan nya."


"Sepertinya tidak perlu, aku terlalu merepotkan mu." Aku merasa sungkan saat Eca menawarkan tiket ke bioskop


"Tidak tidak, kau tidak perlu sungkan."


Eca lalu menjelaskan bahwa dirinya baru saja diberikan tiket untuk menonton bioskop oleh ayah nya disebabkan Eca dan teman teman nya telah membongkar kejahatan dari keoala sekolah


"Ayah ingin membalas budi kepada mu karena telah menolong ku." Eca berkata seperti itu agar Arkana tidak bersikap sungkan


"Itu artinya apakah Helia juga ikut." Tanya ku


"Tidak, saatnya aku menawarkan tiket dia langsung menolak karena ada acara bersama keluarga nya."


"Kalau begitu baiklah, aku akan menerima nya." Setelah mengatakan hal ini, aku pun menerima tiket pemberikan Eca


Eca lalu mengatakan bahwa apakah dirinya bisa menyuapi diriku, aku lalu bertanya sambil kebingungan untuk apa Eca menyuapi diriku dan Eca menjawab


"Aku hanya ingin memiliki pengalaman yang indah bersama dirimu, apakah itu salah." Jawab Eca dengan wajah memerah


"Permintaan nya benar benar aneh." Dalam hati aku berkata


"Selain itu kebahagiaan orang juga berbeda beda." Eca kembali berbicara


Menurut ku Eca sepertinya benar benar kesal dan ini membuat diriku langsung memberikan nya satu suapan, alasan nya karena aku pernah belajar bahwa makanan manis bisa membuat orang bahagia

__ADS_1


"Arkana, apa yang kau lakukan." Eca terkejut karena tiba tiba Arkana menyuapi nya


"Bagaimana rasanya ? Apakah kau sudah lebih baik ?." Tanya ku


"Baik tapi harusnya aku yang menyuapi dirimu." Eca menunjukan wajah kesal nya


"Maafkan aku." Aku meminta maaf karena menurutku ini kurang sopan


Eca lalu meminta ku untuk membuka mulut dan aku menuruti nya sebagai tanda permintaan maaf. Eca lalu menyuapi ku walau hanya sekali karena bel masuk berbunyi


"Sampai jumpa besok di bioskop." Eca lalu meninggalkan ku


Setelah Eca pergi teman ku tiba tiba muncul di belakang dan langsung memegang pundak ku, ia bertanya apakah aku dan Eca berpacaran


"Kalian berdua terlihat seperti pasangan yang romantis, apakah kalian berdua pacaran ?."


"Kau kenapa ada disini, sejak kapan kau menguping."


"Kami tidak memiliki hubungan, kami berdua hanya berteman." Aku dengan tegas berkata


"Apakah kau mau menceritakan bagaimana kalian bertemu."


"Tidak, aku akan balik ke kelas." Aku lalu berdiri meninggalkan teman ku yang bernama Yuuji


"Jahat nya, aku berjanji tidak akan menyebarkan berita ini." Yuuji ku benar benar memaksa diriku untuk bercerita


"Baiklah, tapi kau harus berjanhi tutup mulut." Aku menatap tajam kepada Yuuji


"Kau tidak perlu menatap diriku sampai segitu nya, kita kan sahabat jadi tidak mungkin aku menyebarkan berita ini."


"Perasaan, aku tidak pernah menganggap dia sebagai sahabat ku."


Sambil berjalan, aku menceritakan awal mula diriku bertemu dengan Eca yang dimana pertemuan kami terjadi akibat ketidaksengajaan. Aku menolong Eca saat hendak dibully di gudang olahraga

__ADS_1


"Kau pasti sangat terlihat keren saat menolong nya."


"Tidak, aku hanya membantu nya."


"Kisah hidup kalian pasti telah di atur oleh benang merah." Ujar Yuuji


"Benang merah ? Jadi kau kira kami berdua merupakan pasangan."


"Tentu saja."


"Itu mustahil."


Trauma masa lalu masih melekat di dalam diriku, aku tidak akan memiliki pacar dan hanya ingin berteman nya. Yuuji bertanya tentang maksud Trauma masa lalu


"Singkat nya aku pernah menyatakan cinta ku terhadap seseorang namun aku ditolak karena perempuan yang aku suka telah dijodohkan oleh ayah nya."


"Kurasa Eca lah yang menyukai mu." Kata Yuuji


"Tapi kurasa itu mustahil, jika perempuan yang aku suka saja menolak ku apalagi Eca yang sepertinya lebih sempurna."


"Kalau aku berada di posisi mu, sudah aku jadikan kekasih ku."


Akhirnya kami berdua telah sampai dikelas dan untung saja guru belum datang, salah satu teman dari Yuuji bertanya kemana Yuuji tadi pergi. Aku lalu menatp Yuuji agar ia tidak memberitahu kejadian yang baru saja terjadi


"Aku hanya pergi ke WC tadi." Jawab Yuuji


"Tapi kenapa kau lama sekali di wc." Teman Yuuji menatap dengan curiga


Guru pun masuk yang membuat teman Yuuji termaksud Yuuji langsung pergi ke bangku nya, aku lalu menghela nafas karena orang yang merepotkan sepertinya telah pergi


Sebelum pembelajaran dimulai, guru menanyakan kepada muridnya apakah ada yang ingin pergi ke Shima island


"Karena kita kerkuarang murid untuk melakukan kegiatan pertukaran budaya, apakah disini ada yang berminat."

__ADS_1


__ADS_2