Asmara : Kisah Cinta Beda Kasta

Asmara : Kisah Cinta Beda Kasta
Belajar memasak 2


__ADS_3

"Kalian para manusia, berani sekali mengambil alih tempat tinggal kami dan sangat arogan mengatakan bahwa ini adalah tanah murni milik kalian."


Makhluk dengan topeng yang memiliki taring serta mata merah delima dan dilapisi oleh bayangan muncul sambil beterbangan di sebuah peradaban. Semua orang takut akan kemunculan nya


Para penjaga lalu menghujani makhluk itu menggunakan panah sambil bergetar, makhluk itu tidak terluka dan tidak merasakan sakit


"Kalian manusia, hanyalah hama bagi kami semua."


Makhluk itu dengan telunjuk nya langsung menyerang para penjaga yang membuat mereka semua terkena suatu wabah, sebuah tanda muncul tangan dari penduduk yang membuat tubuh mereka mati terbakar walau tidak ada api yang menyala


"Bisa kah kau berhenti berbuat kekacauan, Witch of Nigthmare."


Seseorang pria yang dikawal 4 orang yang membawa peti mati datang menghampiri Witch of Nigthmare, para penjaga sangat berterima kasih atas kedatangan pria yang bernama Cassius


Cassius sendiri memiliki penampilan rambut berwarna coklat, mata dan jubah nya bewarna merah serta memiliki pupil yang berbentuk seperti semanggi daun 4. Pria itu juga memakai liontin berwarna merah


"Pemimpin kuil pemakaman Temple of Entierro, apakah kau ingin menyegel ku."


"Tentu saja tapi sebelumnya apakah kau bisa menyebutkan nama mu." Cassius meminta dengan sopan


"Baiklah, perkenalkan aku Queen dan aku adalah penjaga serta pemilik tanah ini."


Ke empat orang itu lalu mengelilingi peti mati sambil menundukkan kepala dan membaca sebuah mantra, Queen yang mengetahui ada ancaman langsung mengeluarkan serangan petir hitam


"Apa." Queen terkejut saat lengan nya tiba tiba terpotong


"Maafkan aku Nona, aku tidak berniat membunuh mu." Kata Cassius sambil memegang pedang berwarna merah


"Tidak apa apa, serangan mu juga tidak berefek kepada ku." Tangan dari Queen beregenerasi kembali


"Dia benar benar monster." Dalam hati Cassius berkata

__ADS_1


"Maafkan aku tapi kalian lah yang telah mengusik daerah kekuasaan ku." Kata Queen yang membuat Cassius terkejut


Queen lalu mengatakan bahwa Cassius tidak perlu terkejut karena Queen sendiri memiliki kemampuan membaca isi hati seseorang. Cassius lalu melihat ke arah peti mati


"Masih ada sisa waktu 2 menit."


Cassius pun melakukan pertarungan sengit dengan Queen dan dibantu oleh para penjaga yang tidak terkena sihir, puluhan penjaga menyerang Queen dengan anak panah namun itu semua tidak berefek apa apa


"Akhirnya, kau terkena serangan ku." Serangan milik Cassius mengenai wajah dari Queen


Wajah menyeramkan Queen seketika retak dan hancur, wajah asli nya terlihat oleh Cassius dan Cassius tidak dapat berkata kata disebabkan kecantikan yang di pancarkan oleh wajah Queen


Cassius hanya melihatnya sekilas karena kekuatan peti mati Ataud telah penuh yang membuat Queen ditarik paksa ke dalam peti mati. Sebelum tersegel Queen mengatakan bahwa ia tidak akan kalah semudah itu..


Amerla lalu menjelaskan bahwa hidangan yang akan mereka berdua buat ialah kue yang terdiri dari lapisan kue bolu, krim kue, selai rasberi serta krim kocok berkubah tebal


"Kue ini ditutupi oleh lapisan Marzipan bewarna hijau serta di taburi gula bubuk, kalian juga bisa menghiasi nya menggunakan bunga mawar."


"Tentu saja, aku biasa memasak nya walau hanya 1 bulan sekali." Amerla tiba tiba termenung


"Kenapa ? Apakah kau ada masalah." Viola mengkhawatirkan Amerla


"Tidak, mari kita mulai belajar nya Nona."


Eca dan Viola lumayan terkejut saat mengetahui cara cara membuat Prinsesstarta yang ternyata sangat lah susah, mereka harus membuat Custard Vanilla nya terlebih dahulu


"Bagaimana kita berbagi tugas saja." Viola menyarankan


Viola lalu berkata untuk adonan Custard Vanilla dan selai akan dikerjakan oleh Eca sedangkan untuk Mawar Fodant akan dibuat oleh Viola, Eca sangat tidak masalah karena ia sendiri yang menyarankan


Waktu berlalu dan mereka berdua benar benar kesusahan untuk membuat 2 kue saja selain itu Amerla juga kebingungan bagaimana cara mengajari Eca dan Viola, Eca lalu berpikir kenapa ia setuju dengan rencana Viola tentang pembagian tugas

__ADS_1


"Kalian berdua jika ingin membuat kue harus dengan kesabaran, jangan terburu buru karena akan merusak citra rasa nya." Amerla memberikan nasihat kepada mereka berdua


"Akhirnya aku memahami kesusahan menjadi kepala koki seperti Cain yang harus melayani banyak orang." Kata Viola yang sedang kelelahan


"Ayo semangat, sebentar lagi Prinsesstarta akan selesai." Amerla menyemangati mereka berdua


Akhirnya, kue buatan Eca dan Viola telah selesai walau bentuk kue nya tidak sesempurna dengan buatan Cain dan Amerla. Amerla lalu mengatakan bahwa ini awal yang bagus untuk mereka


"Selamat, Kalian berdua hebat karena walau kalian seorang pemula namun kalian bisa membuat sebuah kue sendiri padahal kebanyakan orang tidak bisa membuat kue apalagi kue ini." Amerla memuji Viola dan Eca agar mereka senang


"Kami berdua tidak bisa membuat ini tanpa mu, Amerla." Eca berkata sambil tersenyum


"Akhirnya sudah selesai dan aku bisa tidur." Viola bernapas lega


Cain dan Arana pun masuk ke dapur disebabkan mereka ingin melihat keadaan Eca, Viola dan Amerla. Arana yang melihat baju mereka kotor dan menanyakan kepada Eca apakah sekarang Eca sudah bisa memasak


"Pakaian kamu kotor sekali Eca, apakah sekarang kau sudah bisa memasak." Tanya Arana


"Lumayan bisa." Jawab Eca


"Yang semangat yaa." Kata Arana sambil memegang kepala Eca


"Tunggu, kenapa kau hanya memuji Eca."


"Apakah kau juga ingin dipuji Viola." Tanya Arana


"Tidak, aku tidak perlu pujian mu." Viola lalu mengalihkan pandangan


Cain lalu menyuruh Amerla dan yang lainnya untuk pergi istirahat karena waktu telah menujukan jam 9 malam, mereka semua lalu pergi ke kamar masing masing. Eca dan Viola lalu meminta untuk kue Prinsesstarta untuk di bungkus


~Bersambung

__ADS_1


__ADS_2