Asmara : Kisah Cinta Beda Kasta

Asmara : Kisah Cinta Beda Kasta
Murid Baru


__ADS_3

"Ngomong ngomong, seperti apa cowok yang kau suka." Tanya Arana kembali


"Maaf kakak, tapi aku tidak bisa memberi tau mu."


"Kakak, apakah kau bisa berhenti menanyakan hal hal yang tidak berguna."


"Jika kau marah marah terus, kau tidak akan mendapatkan kekasih loh Viola."


"Tch, aku juga tidak peduli." Jawab Viola


Pintu dapur pun terbuka, 3 pelayan laki laki dan Cain pun muncul dengan membawa berberapa hidangan diantara nya ialah hidangan pembuka, inti dan penutup


"Izinkan saya memperkenalkan ketiga hidangan ini."


Cain pun menjelaskan tentang apa saja makanan yang telah ia buat namun sebelum nya ia meminta maaf karena hanya membuat 3 hidangan


"Baiklah untuk minuman nya, kami menghidangkan Sangria yang merupakan minuman khas dari Spanyol yang terbuat dari berbagai potongan buah."


"Untuk hidangan pertama kami menyediakan Bruschetta yang merupakan roti khas italia ." Ucap salah satu pelayan


"Untuk hidangan kedua atau biasa disebut hidangan inti kami mempersembahkan Massaman Cury yang merupakan kari khas Thailand dan hidangan penutup nya ialah Tiramisu."


"Cain, kau tidak perlu memasak yang susah susah untuk kami bertiga. Aku tidak ingin merepotkan mu." Saran Eca


"Betul, kami tidak ingin terlalu dimanja." Kata Arana


"Tidak apa apa Nona, memasak untuk kalian merupakan tugas kami semua." Jawab Cain


"Baiklah, kalian semua boleh pergi dan istirahat. Izinkan kami menikmati hidangan yang kalian buat." Kata Viola sambil memegang gelas yang berisi Sangria


"Dimengerti Nona." Setelah mengatakan hal ini mereka semua lalu pergi menuju pintu keluar


Setelah semua pelayan yang ada di ruang makan keluar, akhirnya mereka bertiga dapat makan dengan tenang. Viola lalu memuji kelezatan dari Sangria buatan Cain


Satu persatu hidangan Arana makan dan habiskan, Arana lalu menanyakan alasan Eca dan Viola hanya makan sedikit yakni makanan pembuka dan penutup


"Aku sudah makan sebelum nya." Jawab Eca


"Betul, kalian semua sangat lah lambat jadi aku makan terlebih dahulu."


"Baiklah, jadi makanan ini untuk apa ?." Tanya Arana


Eca lalu membawa piring ke dapur dan mengatakan bahwa makanan ini akan diberikan kepada seseorang, Viola lantas bertanya


"Untuk seseorang ? Untuk seseorang yang kau sukai bukan."


"Kenapa kau berpikiran seperti itu."


"Tidak ada."


Setelah itu Eca lalu pergi ke dapur menemui salah satu pelayan untuk membantu membungkus makanan ini, Viola dengan cepat menghabiskan makanan nya lalu pergi


"Viola, kau mau pergi kemana." Tanya Arana


"Menurut mu ? Ini sudah malam jadi aku mau tidur."


Beralih ke diriku yang sedang istirahat sejenak, saat itu aku tiba tiba di telpon oleh No yang tidak dikenal dan setelah aku angkat ternyata itu merupakan kepala sekolah


"Halo, ibu dengan kamu tadi sore membuly seseorang ?."


"Maksud ibu ?." Diriku langsung terbangun dengan muka yang khawatir


"Kamu tidak perlu khawatir, nanti kamu jelaskan saja di sekolah." Setelah mengatakan hal ini, kepala sekolah langsung menutup telpon


Diriku benar benar bingung melihat hal yang baru saja terjadi, disebabkan aku tidak pernah melakukan hal seperti pembullyan dan ini membuat ku tidak bisa tidur


"Arkana, Ayo bangun." Kakak Mei membangunkan ku


Aku pun terbangun dan berterima kasih karena telah membangunkan ku walau diriku masih lelah disebabkan tidak bisa tidur, Mei menanyakan kenapa diriku lumayan susah untuk dibangunkan


"Apakah kau masih lelah ?." Tanya Mei


"Tidak, aku tidak lelah." Jawab ku


"Kalau seperti itu bergegaslah mandi dan sarapan."


Kakak Mei lalu menarik ku dan mendorong ku ke kamar mandi, aku lalu mandi sambil berpikir apa yang akan terjadi selanjut nya disekolahan. Setelah mandi aku langsung bergegas memasang baju

__ADS_1


"Arkana, kau mau sarapan apa ?." Tanya Kak Mei dari dapur


"Terserah kakak." Jawab ku


"Ohhh, oke baiklah."


Setelag memasang baju, aku langsung menuruni tangga sambil membawa tas menuju ruang makan, disana terlihat sudah disediakan sarapan yakni roti dengan selai vanila dengan susu


"Arkana, biasa nya kamu tidak dibangunkan. Apakah kau ada malasa." Tanya Kak Mei sambil mencuci piri


"Tidak ada kak, aku sepertinya lumayan lelah."


"Ohhh baiklah."


Aku pun lalu menghabiskan sarapan dan bergegas untuk memakai sepatu , setelah memakai sepatu aku lalu keluar. Kak Mei lalu mengatakan


"Hati hati dijalan."


"Iya kak." Jawab ku


Aku berjalan menuju sekolah dengan perasaan yang lumayan khawatir dan tiba tiba ada seseorang yang menyebut nama ku


"Arkana."


Aku lalu menoleh kebelakang dan ternyata itu Eca, Eca menghampiri ku dan memberikan ku sebuah bingkisan yang berisi makanan dan baju yang Eca pinjam


"Terima kasih Arkana dan ini sesuatu untuk mu." Kata Eca sambil menyerah kan bingkisan nya kepada ku


"Kau tidak perlu repot repot menyiapkan sesuatu untuk ku Eca." Jawab ku


"Kamu kelihatan ngantuk, apakah kamu tidak bisa tidur malam tadi." Tanya Eca sambil memperhatikan mata dari Arkana


"Maksud mu ? Tenang saja aku tidur dengan nyenyak kok." Jawab Arkana


"Apakah aku boleh minta sesuatu." Tanya Eca sambil menundukan pandangan


"Tentu saja boleh." Jawab ku


"Apakah kita boleh berjalan bersama kesekolah."


"Baiklah jika itu mau mu."


"Eca, padahal keluarga mu Kaya tapi kenapa kamu tidak pergi menggunakan mobil."


"Tidak ada, aku hanya ingin berjalan kaki sekaligus memberikan bingkisan tadi untuk mu." Jawab Eca


"Kau baik sekali." Kebaikan Eca membuat diriku tersenyum kepada nya yang membuat Eca tersipu malu


Kami pun sampai kesekolah dan aku disapa oleh teman ku, teman ku lumayan kaget melihat aku kesekolah bersama Eca dan bertanya apakah kami telah berpacaran. Ini membuat wajah Eca terlihat memerah dan kami berdua langsung menjawab


"Tidak, kami hanya berteman." Jawab kami berdua


"Ohhhh oke, sampai berjumpa dikelas." Jawab teman ku


"Baiklah."


"Eca , aku juga izin ke kelas yaa."


"Apakah kita tidak bisa ke kelas secara berbarengan, bukankah kelas kita bersebelahan." Tanya Eca sambil memegang tangan ku


"B-baiklah tapi apakah kau bisa melepaskan ku." Jawab ku


"Maafkan aku." Eca langsung melepas pegangan nya


Kami pun berjalan bersama menuju kelas dan tanpa disadari semua orang memperhatikan kami berdua, aku lalu bertanya kepada Eca


"Apakah kita dapat berpisah sejenak, aku rasa semua orang memperhatikan kita berdua."


"Benarkah, kurasa itu cuman perasaan mu."


Kami lalu melanjutkan langkah sampai akhirnya aku bertemu dengan kepala sekolah, kepala sekolah lalu meminta ku menemui nya saat jam 09:00 dan setelag mengatakan itu ia langsung pergi


"Baiklah buk." Jawab ku dengan wajah murung


"Arkana kenapa kau dipanggil ke kantor kepala sekolah dan kenapa wajah mu terlihat murung." Tanya Eca


"Maaf, kurasa kita harus berpisah sementara."

__ADS_1


Aku lalu pergi meninggalkan Eca, sahabat Eca yang merupakan teman sekelas Arkana lalu menghampiri Eca dan ini membuat Eca bertanya kenapa Arkana dipanggil ke kantor kepala sekolah


"Apakah kamu tidak tau ? Rumor nya Arkana telah membuly seorang murid disini."


"Apakah itu alasan kami berdua jadi pusat perhatian tadi." Tanya Eca


"Tentu saja."


"Aku rasa terdapat kesalahpahaman disini." Kata Eca di dalam hati


"Ada apa Eca ?." Tanya teman nya


"Tidak ada, aku harus segera membantu nya." Setelah mengatakan hal ini, Eca lantas pergi meninggalkan teman nya


"Tunggu, aku juga ikut."


Disisi lain Viola yang sedang bersama teman temannya membahas tentang kedatangan murid baru, walau Viola tidak tertarik namun ia harus mengikuti obrolan ini


"Kalian semua kenapa membahas murid baru, lagian apa spesial nya dia sih." Tanya Viola


"Tapi Viola, apakah kau tidak memiliki rasa ingin tau tentang murid baru ini." Tanya salah satu teman nya


"Maksudnya ?."


"Seperti apa sifatnya, bagaimana wajah nya serta apa jenis kelamin nya."


"Apalagi aku dengar ia masuk sekolah ini lewat beasiswa." Ujar teman Viola yang bernama Nesie


"Berarti dia merupakan murid yang lumayan pintar." Tanya ku


"Itu pasti."


"Ohhh yaa, aku dengar kau menolak seseorang ya Viola ?." Tanya salah salah satu temannya


"Maksud mu ? Cowok di kelas sebelah ?."


"Iya, padahal lelaki itu lumayan tampan loh."


"Aku tidak peduli lagian untuk apa aku menerima nya."


"Apakah kau tidak ingin merasakan mempunyai kekasih ?."


"Untuk apa kita mempunyai kekasih, mereka hanya membuat kita repot saja."


Beralih ke waktu dimana Viola menolak perasaan dari seorang lelaki, disaat itu Viola mendapatkan sebuah surat agar setelah pulang langsung bergegas ke taman belakang sekolah


Viola sendiri saat membuka surat itu ia tidak sendirian melainkan bersama berberapa orang teman nya, teman nya yang mengetahui hal ini langsung membuat Viola yang awalnya tidak ingin pergi menjadi terpaksa pergi


"Kami bertiga akan mengikuti mu dari belakang." Kata teman Viola


Saat Viola sampai ke taman, ia melihat seorang siswa yang berpakaian sopan dan sedang memegang 1 buket bunga mawar ungu. Saat aku menghampiri nya ia sendiri sangatlah gugup dan menyembunyikan buket mawar dipunggung nya


"Viola, izinkan aku mengatakan sesuatu."


"Kau ingin mengatakan apa ?." Tanya ku


"Apakah kau ingin menjadi pendamping hidup ku." Kata lelaki itu sambil menyerahkan buket mawar kepada ku


"Sebelum itu aku ingin berterima kasih karena kau telah repot repot memberikan mawar tapi maaf orang tua ku tidak memperbolehkan ku memiliki kekasih." Viola menolak tawaran laki laki itu dengan halus


"Ohhh, baiklah." Laki laki itu berkata dengan penuh kekecewaan


"Namun kau tidak perlu sedih, aku akan simpan dengan baik bunga mawar pemberian mu." Kata Viola sambil memegang tangan lelaki itu


"Terima kasih banyak." Dengan sekejap wajah laki laki itu berubah menjadi bahagia


"Sebentar, alasan kau menerima buket bunga mawar itu karena apa?." Teman Viola memotong cerita


"Bunga itu terlihat cantik jadi aku terima saja dan menjadikan nya dekorasi di kamar."


"Kau ini yaa, benar benar." Teman ku berkata disebabkan tingkah ku yang aneh


"Apa salah nya, bunganya mawar ungu itu sangat indah selain itu aku juga menyukai warna ungu." Kata Viola sambil memukul meja


Bel pun telah berbunyi yang membuat kami semua langsung kembali ke tempat duduk masing masing dan guru pun masuk dengan di ikuti seorang anak laki laki yang memiliki pupil dan rambut bewarna biru


"Jadi itu murid baru nya." Dalam hati aku berkata

__ADS_1


~Bersambung


__ADS_2