
Akhirnya kita sampai juga." Kata Lux
"Terima kasih Lux, kau sudah melanjutkan permainan basket."
"Tidak, aku akan bersama mu selama pelajaran olahraga."
Ini membuat wajah Viola memerah disebabkan tersipu malu, Viola lalu berjanji bahwa ia tidak akan memberitahu orang orang bahwa Lux seorang Esper
"Baiklah, terima kasih juga telah menyimpan rahasia ku."
Langkah kaki pun langsung terdengar dan pintu kelas terbuka, yang membuka pintu kelas ternyata murid yang pernah memberikan Viola buket bunga. Murid itu sangat khawatir ketika mendengar Viola terluka disebabkan bola basket
"Viola, apakah kau baik baik saja." Lelaki itu mendekati Viola
"Aku hanya terluka sedikit saja."
"Bagian mana yang terluka, biarkan aku mengobati dirimu."
"Bukankah kau sudah mendengar nya, Viola baik baik saja." Kata Lux sambil memegang pundak nya
"Kau siapa mengatur diriku." Laki laki itu langsung menepis tangan Lux
"Perkenalkan nama ku Lux, aku siswa baru di sekolah ini."
Bukan nya meminta maaf atas ketidak sopanan nya, lelaki itu malah mendorong Lux dan mengatakan bahwa murid baru jangan pernah mengatur senior nya
"LUX." Viola lantas menghampiri Lux dan bertanya bagaimana keadaan nya
"Tidak, aku baik baik saja." Jawab Lux sambil membersihkan sedikit darah yang keluar dari mulut nya
"Tapi kau sampai berdarah." Viola sangat panik melihat Lux yang mengeluarkan darah
"Tenang saja, darah nya hanya sedikit."
__ADS_1
"Viola, kenapa kau sangat mengkhawatirkan murid baru itu." Tanya pria itu dengan penuh emosi
"Kau sangat tidak sopan, aku berubah pikiran." Kata Viola untuk laki laki itu
"Maksud kau Viola." Lelaki itu tidak bisa bergerak saat mendengar perkataan Viola
"Aku dulu mengira kau merupakan orang yang baik hati ternyata kau telah menunjukan sifat mu yang asli, aku beruntung tidak menerima mu."
Emosi laki laki itu seketika tidak bisa dikendalikan, ia langsung berlari sambil mengepalkan tangan nya seakan ingin memukul Viola dengan sekuat tenaga
"Ini salah mu sendiri Viola." Kata laki laki itu dengan penuh emosi
"Diam." Kata Lux sambil mengarahkan jari telunjuk nya kepada laki laki itu
Partikel berwarna biru seketika mengumpul di ujung telunjuk Lux dan ini membuat laki laki itu tidak dapat bergerak, saat melakukan hal ini laki laki itu tidak dapat melihat apapun selain partikel berwarna biru
"Kau harus tidur sebentar."
Lux lalu melancarkan sebuah serangan yang membuat laki laki itu dan barang di dekatnya terpental, Viola lalu menanyakan apakah laki laki itu akan baik baik saja
"Itu tidak masalah, lagi pula sebelumnya aku telah melapisi nya menggunakan partikel berwarna biru yang membuat ia tidak dapat melihatku."
Viola lalu berterima kasih kepada Lux karena ia sudah menyelamatkan nya, walau Viola selamat tapi kelas berantakan disebabkan gelombang kekuatan milik Lux
"Hei, siapa yang berisik disana."
"Gawat, ada ketua Osis." Kata Viola dengan wajah panik
Lux menanyakan apa maksud Viola dan Viola menjelaskan bahwa hari ini ketua Osis sedang ada tugas untuk berkeliling kelas untuk melihat keadaan kelas, langkah kaki semakin terdengar
"Bagaimana ini Lux."
"Tenang saja."
__ADS_1
Lux pun mengumpulkan energi ke dalam jari telunjuk nya dan mengarahkan nya ke bawah, ini membuat seluruh barang yang berantakan langsung kembali seperti semua
Laki laki yang ingin memukul Viola lalu disembunyikan dibawah meja guru, pintu kelas pun di buka dan Ketua Osis yang bernama Risa menanyakan mengapa mereka berdua hanya berdua dikelas
"Kami hanya beristirahat dari olahraga."
"Ohhh baiklah, jangan berisik dan melakukan keributan."
Ketua Osis pun pergi dan kami berdua bernafas lega, Viola lalu menanyakan kepada Lux apakah dirinya ingin melanjutkan olahraga
"Aku sudah baikan jadi bagaimana kita pergi kelapangan."
"Baiklah jika itu mau mu."
Sebelum pergi ke lapangan, Lux memberikan sedikit energi kepada orang yang dibuat Lux pingsan. Lux lalu berkata bahwa laki laki itu akan segera bangun
Waktu pun berlalu dan akhirnya Viola pulang sekolah, menurut Viola hari ini merupakan hari yang lumayan melelahkan. Disisi lain Eca menawarkan pulang bersama dan aku menerima nya
"Ini kesempatan yang bagus untuk mengetahui lebih dekat tentang Arkana." Dalam hati Eca berkata
Disaat perjalanan pulang, Eca menanyakan apakah aku telah memakan bekal yang Eca siapkan dan aku menjawab
"Ya, aku telah memakan nya dan itu lumayan enak."
"Benarkah, baguslah."
Eca lalu menawarkan kepada ku agar besok melakukan tukar bekal dan aku menerima nya, saat pulang kami berdua berbicara tentang segala kesukaan masing masing sampai akhirnya aku sampai ke rumah dan Eca mengatakan kepadaku
"Selamat jalan, jangan lupa besok." Kata Eca sambil melambaikan tangan kepada ku
"Baiklah dan terima kasih atas seluruh bantuan nya." Kata ku sambil tersenyum kepada Eca
Kami pun berpisah, Eca berjalan meninggalkan rumah ku dengan perasaan yang senang dan bahagia lalu berkata dalam hati
__ADS_1
"Aku akan jadi perempuan yang Arkana cintai."