Asmara : Kisah Cinta Beda Kasta

Asmara : Kisah Cinta Beda Kasta
Pertandingan Basket


__ADS_3

Viola dan Lux pun berjalan berdua menuju kelas, semua orang lalu melihat mereka berdua disebabkan Viola yang dikenal pesona nya yang indah, anggun namun angkuh bersama seorang murid baru yang terkenal tampan dan bijaksana


"Lihat Viola, aku tidak percaya dirinya mau mengajak murid baru itu berkeliling." Salah satu perempuan berbisik kepada teman nya


"Bisa kah kau diam dan apa salah nya jika aku mengajak dia berkeliling." Viola menatap tajam ke wanita itu


"Maafkan kami, kami berdua hanya terkejut melihat anda yang dikenal angkuh dapat terlihat ramah ke siswa baru." Setelah mengatakan hal ini mereka berdua lalu pergi


Kami berdua lalu melanjutkan perjalanan tanpa memikirkan orang orang, sampai akhirnya mereka berdua sampai ke kelas


"Lux, bagaimana Viola mengenalkan sekolah kepadamu. Apakah Viola bersikap kasar ?." Tanya salah satu teman baru Lux


"Tidak, aku lumayan berterima kasih terhadap nya karena telah rela membuang waktu untuk menemani ku berkeliling sekolah."


"Apakah kau membawa baju olahraga." Tanya Viola


"Viola, Lux itu siswa baru." Kata salah satu teman Viola


"Baiklah, bagaimana kau menunggu di lapangan sementara kami semua mengganti baju." Kata salah satu siswa cowok sambil memegang pundak Lux


"Baiklah, aku akan menunggu di lapangan." Setelah mengatakan hal ini Lux langsung turun tangga menuju lapangan


Teman Viola lalu bertanya kepada teman dari Lux, teman Viola menanyakan kenapa dia menyuruh Lux yang merupakan siswa baru pergi tanpa di dampingi


"Padahal ruang ganti dekat dengan lapangan olahraga."


Viola lalu bergegas mengambil baju olahraga nya dan turun tangga untuk menemui Lux agar Lux tidak tersesat, seketika terdapat suara yang tiba tiba ada di pikiran Viola


"Viola, kau tidak perlu khawatir. Aku sudah sampai ke lapangan."

__ADS_1


"Suara siapa ini ? Apakah kau Lux."


"Tentu saja, apakah kau lupa bahwa aku adalah seorang Esper."


"Aku baru ingat." Viola bernapas lega


"Apakah kau mengkhawatirkan diriku." Tanya Lux


"Tidak, jika kau tersesat maka image ku dimata guru akan jelek." Jawab Viola


Lux lalu mencoba untuk membaca isi hati dari Viola namun ternyata tidak berhasil seperti ada yang menghalangi nya. Viola lalu berkata bahwa ia akan mengganti baju terlebih dahulu


"Kenapa aku tidak bisa membaca isi hati Viola." Lux merenungkan hal ini


Lux lalu duduk di kursi taman dan bersandar sambil menunggu yang lainnya tiba, Pada akhirnya teman teman Lux datang walau mereka cukup lama berganti pakaian


Pelajaran olahraga yang akan mereka lakukan ialah Basket dan Viola lumayan ahli dalam hal ini, guru olahraga lalu membagi tim menjadi 2 tim yakni perempuan dan laki laki


"Bukankah ini tidak adil, perempuan pasti tidak akan bisa menang melawan laki laki." Salah satu murid perempuan protes


"Baiklah tapi tunggu sebentar." Mata guru olahraga melirik ke arah Lux


Guru olahraga lalu menanyakan kenapa Lux tidak memakai seragam olahraga dan Lux menjawab bahwa ia merupakan murid baru, guru olahraga lalu memaafkan nya


"Baiklah, saya akan mencoba membagi tim untuk kalian."


Pada akhirnya guru olahraga membuat masing masing tim dengan anggota 3 laki laki dan 2 perempuan. Viola sendiri satu tim dengan Lux walau Viola yang menjadi pemain cadangan


"Apakah kau mau ikut bermain, kau bisa menggantikan ku sementara." Lux menawarkan diriku untuk bermain basket

__ADS_1


"Terima kasih atas penawaran nya, kau dapat bermain terlebih dahulu."


Alasan sebenarnya Viola menolak tawaran Lux disebabkan Viola sendiri kurang bisa dalam berolahraga apalagi olahraga bola besar seperti basket dan football


Viola bersama cadangan yang lain lalu duduk di kursi lapangan sambil melihat pertandingan mereka, aku melihat Lux sangat berbakat dalam bermain basket


"Viola, kau liat anak baru itu. Dia sangat pandai bermain basket." Kata teman ku sambil memasang wajah kagum


"Benar, dia lumayan juga." Kata ku sambil memandang Lux


Walau seperti itu, Viola sendiri menganggap Lux berbakat bermain basket disebabkan kemampuan ia sebagai Esper yang membuat Viola tidak terlalu kagum


"Lux, ambil." Kata salah satu teman satu tim


Bola itu terhempas sangat jauh disebabkan lemparan yang cukup kuat dan jatuh tepat mengenai Viola, Lux dengan sigap lalu menghampiri Viola dan menanyakan


"Apakah kau tidak apa apa."


"Aku hany sedikit pusing." Jawab Viola sambil memegang kepala nya


"Viola, maafkan aku. Aku tidak bermaksud mengenai mu." Teman Lux yang melempar bola lalu meminta maaf dengan tulus


"Tidak apa apa, aku hanya kurang berhati hati."


Pertandingan pun dihentikan sementara dan guru olahraga meminta kepada Lux agar membawa Viola ke kelas untuk istirahat, Lux langsung mengangkat Viola dan menggendong


"Tunggu, apa yang kau lakukan Lux." Viola sangat kaget ketika badan nya diangkat


"Kita akan ke kelas." Jawab Lux sambil tersenyum

__ADS_1


__ADS_2