Asmara : Kisah Cinta Beda Kasta

Asmara : Kisah Cinta Beda Kasta
Hadiah


__ADS_3

Mei lalu pergi ke bawah dan melihat bahwa aku sedang beristirahat di sofa, Mei lalu membangunkan nya dan setelah membangunkan aku Mei lalu berkata


"Arkana coba kau sekarang temani Eca, nanti kakak kasih uang deh."


"Iya iya."


Aku dengan sekuat tenaga berdiri tanpa menghiraukan perasaan lelah nya. Ia lalu berjalan menuju kamarnya dan mulai mendekati Eca


"A-Arkana, kenapa kau disini." Tanya Eca


"Aku hanya ingin menemani mu, enggak boleh kah ?."


"Boleh saja sihh." Dengan perasaan yang lumayan malu Eca menyetujui nya


Aku lalu duduk di kasur dan Eca langsung memberikan sebuah pertanyaan yang lumayan aneh kepadaku


"Arkana, boleh kah aku menanyakan sesuatu." Tanya Eca


"Bertanya sesuatu ?." Jawab ku


"Apakah kau memiliki seseorang yang kau suka." Eca berkata sambil memalingkan mata nya


"Tunggu, apa?." Aku langsung kebingungan saat mendengar pertanyaan Eca


"Orang yang kau cintai." Kata Eca sekali lagi


"Aku selama ini belum pernah mencintai seseorang, aku juga tidak terlalu berharap disukai seseorang."


"Kenapa kau berkata seperti itu ?." Tanya Eca penasaran


"Aku hanya tidak pede melihat wajah ku, mana mungkin ada seseorang yang menyukai ku."


"Ohhh, jadi seperti itu."


Setelah menjawab pertanyaan Eca, aku lalu meminta Eca untuk mandi daripada ia kedinginan namun Eca bertanya


"Aku tidak memiliki baju untuk dipakai."


"Tenang saja, kau bisa memakai Baju ku atau baju dari Kak Mei."


"Baiklah, aku akan mandi."


Aku lalu memberikan handuk kepada Eca dan langsung menyiapkan baju nya yakni 1 baju milik ku dan 1 baju milik Kak Mei, aku memilih 2 karena aku tidak tau ukuran baju dari Eca


"Aku pergi dulu kebawah ya." Aku berkata ke Eca yang sedang mandi


"Iya." Jawab Eca


Aku lalu kebawah dan memakan Sup Jagung buatan kak Mei, kak Mei lalu bertanya sesuatu kepada ku


"Apakah kau tidak berniat untuk memiliki Pacar ?."


"Tidak, aku belum ada niat." Jawab ku


"Padahal kakak sudah berharap kamu mempunyai pacar loh."


Terdengar suara langkah kaki menuruni tangga dan muncul gadis cantik serta imut yakni Eca, Eca sendiri memakai kaos berwarna biru yang memiliki lukisan awan serta celana panjang


"Arkana, bagaimana menurut mu." Tanya Eca


"Kau sangat terlihat cantik." Mei langsung menjawab nya


"Benarkah." Eca terlihat bahagia ketika dipuji


Diriku langsung menghampiri Eca lalu mendekati wajahnya dan menghirum rambut nya, aku memuji bahwa rambut Eca sangatlah wangi


"Kau cocok sekali memakai shampo milik ku."


"Aku senang mendengarnya."


Aku pun menanyakan kenapa Eca tidak memakai pakaian Kak Mei dan Eca menjawab bahwa baju nya kebesaran, selain itu Eca berkata bahwa baju milik ku lumayan nyaman

__ADS_1


Tiba tiba ada seseorang mengetuk pintu rumah, aku lalu bergegas membuka nya dan yang mengetuk itu ialah lelaki tua yang memakai pakaian pelayan serta memiliki kumis berbentuk stang


"Maaf tuan, apakah anda mengetahui dimana Nona Eca." Tanya lelaki tua itu


Eca pun keluar dari ruang tamu dan lelaki tua itu langsung memberikan sebuah bingkisan, aku lalu menanyakan kepada Eca siapa lelaki tua ini


"Perkenalkan, dia merupakan kepala pelayan yakni Agares."


"Terima kasih tuan dan maaf jika Nona Eca telah merepotkan mu." Kata Agares dengan sangat sopan


Eca pun mulai membuka bingkisan dan memberikan ku 2 Burger, ia mengatakan bahwa terima kasih karena telah meminjam kan nya baju


"Bilang juga ke Kak Mei, terima kasih karena telah memasakan ku sebuah sup."


"Aku akan menyempaikan nya." Jawab ku


"Baiklah Nona, apakah kita bisa pergi sekarang ? Adik anda Nona Viola rindu kepada mu." Tanya Agares


"Sebelum itu aku ingin berbicara sesuatu kepada teman ku, apakah boleh ?." Tanya Eca


"Baiklah jika itu keinginan mu."


Eca pun langsung memegang lengan ku dan menarik ku ke depan kamar ku, aku lalu bertanya kenapa Eca menarik ku dan Eca lalu bertanya


"A-arkana, maafkan jika aku kasar namun apakah aku boleh meminta no telepon mu." Kata Eca dengan malu nya


"Baiklah." Aku lumayan kaget melihat tingkah Eca


"Terima kasih." Jawab Eca


Eca pun menuruni tangga dan melambaikan tangan kepadaku dan berkata bahwa nanti aku akan lebih sering bertemu dengan nya


Eca pun keluar dari rumah dan Agares langsung membuka pintu mobil serta mempersilahkan Eca masuk, sebelum mereka pergi Agares menunduk terlebih dahulu


Aku pun masuk kerumah serta memberikan 1 Burger nya ke Kakak ku dan kami pun makan bersama di ruang makan, disisi lain Eca tersenyum bahagia di dalam mobil sambil memakan burger nya yang membuat Agares bertanya


"Nona, apakah kau menyukai pria itu ?."


"Anda terlihat bahagia ketika didekat nya."


"Apakah wajah ku benar terlihat begitu?." Tanya Eca sekali lagi


"Benar sekali Nona."


Beralih ke Garden Of Fiore, Viola sedang duduk di sebuah kursi berserta meja yang diatas nya terdapat vas bunga spider lily. Ia sedang duduk sambil memandang pantulan bulan di kolam yang di isi oleh teratai bewarna ungu


"Nona Viola, ini Earl Grey yang anda inginkan serta makanan ringan."


"Baiklah, terima kasih."


Pelayan Viola lalu menuangkan teko yang berisi Earl Grey kedalam gelas milik Viola serta menghidangkan makanan manis yakni Madeline Cake


"Baiklah Nona, aku akan pergi terlebih dahulu dan silahkan menikmati hidangan yang telah kami siapkan."


Saat pelayan dari Viola ingin pergi, Viola langsung memegang tangan nya dan berkata


"Kau jangan pergi, temani diriku."


"Baiklah Nona." Jawab Pelayan Viola


Pelayan Viola lalu menemani Viola sambil berdiri di dekat nya, Viola lantas menyuruh nya untuk duduk namun ia menolak nya


"Apakah kau mau cake ?." Tanya Viola


"Apakah boleh ?." Pelayan Viola bertanya dengan nada yang malu


"Tentu saja, kau bisa mengambil nya dan jika mau aku bisa menuangkan teh untuk mu." Jawab Viola


Pelayan Viola lantas berterima kasih karena kemurahan hati dari Viola, Viola lantas memberikan nya kue dan menuangkan teh ke gelas untuk pelayan nya


"Kenapa kau bawa banyak sekali gelas ?." Tanya Viola

__ADS_1


"Maafkan aku Nona, aku tidak tau gelas yang anda suka jadi aku bawa 4 gelas yang menurut ku anda pasti akan suka."


"Gelas yang aku suka ? Tidak ada gelas yang aku suka, mereka semua sama sama digunakan untuk minum jadi tolong ingat itu Myu."


"Baiklah, akan ku ingat Nona Viola."


Viola lalu melanjutkan minum nya dan berpikir bahwa tempat ini akan lebih menarik jika ada sebuah musik yang dimainkan, ini membuat Myu menawarkan untuk bermain alat musik


"Maaf Myu, aku tidak mau membuat mu repot."


"Semua akan kulakukan untuk ada Nona, jika mau saya akan panggilkan pelayan lain yang sangat ahli dalam memainkan Alat Musik." Myu menawarkan


Viola lalu mengganti pembahasan dengan bertanya kenapa Myu serta seluruh pelayan sangat menurut dengan kami bertiga, Myu lalu menjawab bahwa mereka memang ditugaskan oleh ayah Viola untuk menjaga anak anak nya


"Myu, menurut mu Asmara itu apa." Tanya Viola sambil memandang pantulan wajah nya di Earl Grey


"Asmara ? Menurut ku Asmara adalah hal yang diperlukan bagi setiap makhluk dan cinta merupakan sebuah ketetapan dunia."


Myu lalu menanyakan kepada Viola


"Menurut Nona, Asmara itu apa ?."


Sambil menghela nafas, Viola mengatakan bahwa Asmara itu merupakan sebuah hal yang mustahil di dapat. Tidak ada yang tulus mencintai seseorang


"Akan selalu ada masalah jika kita memiliki pasangan." Kata Viola


Viola lalu menghabiskan teh dan makanan ringan milik nya disebabkan sebentar lagi waktu makan malam akan dimulai. Suara mobil terdengar seakan ingin datang


Salah satu pelayan lalu menghampiri Viola dan Myu, pelayan itu berkata bahwa Nona Eca telah datang. Viola lalu meminta agar pelayan itu memberi tau kepada Eca agar langsung pergi ke ruang makan


"Dimengerti Nona." Setelah mengatakan hal itu, pelayan itupun langsung pergi


Di mobil, Eca terlihat sangat kelelahan bahkan ia sampai tertidur dengan lelap. Agares pun keluar dan mencoba untuk membangunkan nya walau sedikit lama akhirnya Eca terbangun juga


"Nona kita sudah sampai, silahkan keluar." Kata Agares sambil membuka pintu mobil


"Baiklah, terima kasih Agares." Eca berterima kasih karena Agares telah membangunkan nya


Seorang pelayan lalu menyambut kedatangan Eca dan meminta agar Eca untuk pergi ke ruang makan, Eca lalu membalas nya dengan senyuman dan berkata


"Baiklah."


Saat sudah sampai di Ruang makan, Eca melihat 2 seseorang yakni Viola dan kakak nya yakni Arana. Arana sendiri berpenampilan sangat keren dengan pupil dan rambut bewarna merah


"Eca, kau lumayan terlambat. Apakah ada masalah." Tanya Arana


"Betul sekali dan baju siapa yang kau pakai, dimana seragam mu." Viola bertanya lagi disebabkan Eca tidak memakai pakaian yang berbeda


"Tidak ada, tadi saat ingin pulang sekolah baju ku basah." Jawab Eca


"Lalu, baju siapa yang kau pakai ?." Tanya Arana


"Baju teman ku."


Kami pun mengobrol sambil menunggu hidangan makan malam disiapkan, obrolan ini dibuka dengan Arana menanyakan kepada Viola dan Eca tentang hubungan Asmara mereka


"Kakak, apakah tidak ada bahasan lain selain Asmara." Tanya Viola dengan wajah yang terlihat kesal


"Viola, ada apa ? Kenapa kau terlihat kesal." Tanya Arana


"Tidak ada, kau hanya terlihat menyebalkan."


"Baiklah, bagaimana menurut mu Eca ?." Arana menanyakan kembali


"Aku ? Aku sebenarnya sedang menyukai seseorang." Jawab Eca dengan perasaan malu


"APA."


Pernyataan dari Eca membuat kedua saudara nya kaget beserta bingung karena sebelum nya Eca belum pernah memiliki sesosok laki laki yang ia sukai


"Kenapa kalian tampak kaget." Tanya Eca dengan kebingungan

__ADS_1


~Bersambung


__ADS_2