Asmara : Kisah Cinta Beda Kasta

Asmara : Kisah Cinta Beda Kasta
Bekal


__ADS_3

Setelah pelajaran sejarah, aku lalu pergi ke taman sekolah sambil membawa bekal akan tetapi sebelum aku pergi teman ku bertanya kenapa diriku membawa bekal


"Aku hanya ingin menghemat uang jajan."


"Bekal mu, kau mau bawa kemana ?." Tanya teman ku


"Aku ingin ke taman." Jawab ku


"Apakah aku boleh ikut."


"Maaf tapi aku terburu buru."


Aku lalu pergi meninggalkan teman ku namun itu malah membuat nya curiga yang membuat dia diam diam mengikuti Arkana. disisi lain setelah pelajaran di kelas selesai Viola lalu menghampiri Lux dan memberikan nya sekotak bekal


"Lux, terima kasih karena telah banyak membantu ku." Viola mengatakan nya dengan malu malu


Semua orang yang di kelas tentu terkejut bahkan termaksud teman teman Viola, Lux dengan panik mengatakan kenapa Viola memberikan sesuatu ke dirinya di depan banyak orang


"Apakah kau tidak senang." Viola lalu menunjukan muka cemberut nya


Semua orang bersorak kepada Lux untuk segera menerima hadiah dari Viola, mau tidak mau Lux harus menerima hadiah pemberian Viola karena jika ia menolak mungkin ia akan dipukuli


"Terima kasih, aku sangat senang mendapatkan bekal darimu."


Lux lalu memegang tangan Viola dan membawa nya keluar kelas, awalnya semua orang ingin mengikuti mereka berdua namun salah satu teman dari Viola berkata bahwa biarkan mereka berdua


"Jangan ganggu hubungan mereka." Kata teman Viola


Disaat mereka berdua sudah berada di tangga, Lux menanyakan kenapa Viola repot repot memberikan nya bekal. Viola menjawab bahwa ia hanya ingin berterima kasih karena Lux telah banyak menyelamatkan nya namun Lux malah berkata


"Kau tidak perlu berterima kasih Viola, hanya berada di dekat mu itu menurutku sudah cukup." Lux mengatakan hal ini sambil memegang kedua pundak Viola

__ADS_1


"Bisa kah kau tidak terlalu dekat." Wajah Viola memerah saat berdekatan dengan Lux


Setelah Lux melepaskan lengan nya dari pundak Viola, Viola lalu bertanya apakah bekal buatan nya akan Lux makan dan Lux menjawab bahwa ia akan memakan nya


"Aku tidak akan menyia-nyiakan makanan yang telah kau buat." Lux mengatakan nya sambil tersenyum


"Terima kasih."


Viola lalu memberikan surat undangan Masraelium dan meminta Lux agar menemani nya kesana, Lux menanyakan apa yang Viola maksud Masraelium


"Singkat nya ialah pesta yang diadakan di Mazael." Viola menjelaskan


Di dalam hati, Lux sangat ingin menerima undangan yang diberikan Viola namun disisi lain Lux bisa saja merepotkan Viola karena status nya sebagai Esper


"Aku takut jika mereka semua mengetahui status ku sebagai Esper."


"Kurasa itu mustahil, mereka tidak mungkin curiga dengan para tamu."


Lux lalu menerima surat undangan itu walau di dalam hatinya terdapat keraguan, Viola lalu memegang tangan Lux dan mengajak nya ke kelas


"Baiklah, aku percaya dengan mu."


Lux lalu mengatakan bahwa ia akan menikmati bekal yang dibuat oleh Viola di tempat ini, Viola menanyakan kenapa Lux tidak ingin ke kelas dan Lux menjawab bahwa suasana nya akan berbeda jika ia makan di kelas


"Baiklah, jika itu mau mu maka aku akan menunggu mu selesai makan."


Disisi lain, Eca sedang menyendiri di bangku taman sambil menunggu Arkana datang, ia menunggu lumayan lama sambil berharap bahwa Arkana mengingat janjinya


"Apakah dia melupakan nya."


Aku yang melihat Eca sedang duduk sendirian di bangku langsung menghampiri nya, wajah Eca yang awalnya murung menjadi tersenyum kembali

__ADS_1


"Maafkan aku, aku memiliki banyak urursan tadi."


"Tidak apa apa, aku bahagia jika kau ada disini."


Aku lalu duduk di sebelah Eca dan memberikan bekal kepadanya, Eca lalu membalas nya dengan memberikan bekal milik nya. Aku lalu membuka bekal milik Eca dan terkejut dengan makanan yang dibuat oleh nya


"Eca, pasti kau membuat ini dengan sangat kesusahan."


"Tidak, aku membuat nya dibantu oleh beberapa pelayan ku." Jawab Eca


Aku lalu meminta maaf karena hanya memberikan Eca sandwich dan Eca menjawab bahwa dirinya tidak memperdulikan apa yang orang masak selagi itu dibuat dengan sungguh sungguh


"Aku selalu diajarkan oleh ayahku agar menghargai segala hal yang dibuat oleh manusia." Kata Eca


"Pasti kamu memiliki ayah yang baik."


"Aku benci mengakui nya namun ayahku merupakan orang yang merepotkan."


Eca lalu bercerita bahwa ayah nya selalu mengkhawatirkan dan memanjakan ketiga anak nya walaupun terkadang sering meminta tolong kepada anak nya


"Minta tolong ?." Aku bingung dengan maksud Eca


"Seperti menyuruh untuk pergi ke suatu acara."


Eca lalu mengajak ku untuk menonton film besok karena saat hari kamis gurunya menyuruh dirinya untuk pergi ke Shima Island, dengan tujuan untuk mempelajari budaya lebih dalam


"Beruntung sekali." Aku iri dengan Eca


"Kau masih bisa berharap karena hanya ada 4 orang yang pergi ke Shima Island, diantaranya ialah Aku dan Nayla sedangkan 2 orang nya lagi belum ditemukan."


Eca berkata bahwa selama beberapa murid pergi ke Shima Island, murid yang tidak pergi akan di liburkan selain itu informasi ini baru saja disampaikan oleh guru nya

__ADS_1


"Pergi ke Shima Island kurasa tidak buruk juga." Kata ku


"Tentu saja Arkana, kau harus ikut bersama ku." Eca mengatakan itu dengan memegang tangan ku


__ADS_2