
"Baiklah murid murid, perkenalkan dia anak baru di sekolah ini."
"Perkenalkan, aku Lux dan aku berasal dari Negeri Mazael." Anak baru itu memperkenalkan kan dirinya
Semua orang disana lantas kaget saat mendengar asal dari Lux, ini disebabkan Negara Mazael merupakan negara yang paling hebat dan menjadi pondasi bagi negara negara lainnya
Alasan Mazael menjadi pondasi bagi banyak negara ialah karena kebijaksanaan mereka bahkan mereka dijuluki sebagai "City of Knowledge" namun walaupun menjadi negara no 1 akan tetapi tidak ada yang mengetahui wajah dibalik pemimpin Mazael
"Salah satu bangunan yang terkenal disana ialah Libraly of Gardael."
Sebuah perpustakaan yang sangat besar yang berbentuk pohon besar dan menjadi pusat pengetahuan serta universitas ternama, di bawah pohon Gardael ialah perpustakaan dan di atas nya ialah sebuah Universitas tempat para ilmuwan dan murid yang pintar belajar maupun bereksperimen
"Kurasa kau hanya berbohong demi mendapatkan sebuah kehormatan bukan." Kata salah satu murid laki laki
"Maksudnya ?." Tanya Lux disebabkan ia tidak paham
"Dimana Gitael milik mu."
Gitael sendiri merupakan sebuah alat yang dibuat oleh pemimpin Mazael sebagai alat yang dapat membagi pengetahuan bagi sesama pengguna dan alat ini berbentuk kacamata hologram
"..." Lux tidak dapat menjawab pertanyaan murid itu
"Sudah kubilang, murid baru ini seorang pembual."
Viola lalu berteriak sambil memukul meja, ia berkata
"Kenapa kalian semua mempermasalahkan tempat tinggal dirinya selain itu dia dapat masuk sekolah ini lewat Beasiswa." Kata Viola
Guru pun menyuruh mereka agar diam dan mempersilahkan Lux untuk duduk di sebelah Viola, Lux pun berjalan melewati ku dan aku lumayan memperhatikan mata nya yang indah
"Baiklah, kita mulai pelajaran nya." Kata guru
"Terima kasih, apakah aku bisa mengenali dirimu." Lux mengobrol kepadaku
"Aku Viola, kita akan mengobrol saat pelajaran selesai." Kata Viola kepada Lux
"Ohhh baiklah."
Waktu berlalu, Lux benar benar pintar karena berhasil menjawab hampir seluruh pertanyaan yang guru ajukan kepadanya. Teman ku lalu berkata kepada ku
"Apakah kau tidak kesal, Lux bisa saja menggeser posisi pertama mu ?."
"Maksud mu." Viola menatap tajam teman nya
Viola sendiri sangat kesal jika ada yang mengatakan bahwa terdapat seseorang di kelas nya yang kepintaran nya melebihi dirinya
"Tapi anak baru itu lumayan ganteng juga, apakah dia tipe mu." Tanya teman Viola
"Aku tidak terlalu memperdulikan nya." Jawab Viola
Lux yang sedang mengobrol dengan teman baru nya lalu meminta izin kepada mereka agar menghentikan obrolan terlebih dahulu
"Kenapa, apakah kau tidak nyaman mengobrol dengan kami ?." Tanya teman Lux
"Tidak, aku hanya mempunyai sedikit urusan."
"Ohhh, baiklah."
Lux lalu menghampiri Viola
"Lihat dia menuju kesini." Bisik teman Viola
"Kenapa kau ada disini, duduk lah di tempat duduk mu." Kata Viola yang sedang berhadapan dengan Lux
__ADS_1
"Aku hanya ingin meminta sesuatu, apakah boleh ?." Tanya Lux sambil tersenyum
"Meminta sesuatu ?."
"Apakah kau bisa mengajak ku berkeliling sekolah." Tanya Lux
"Tch, baiklah mari kita berkeliling." Jawab ku
Kami berdua pun mengelilingi sekolah dan aku mengenalkan satu persatu fasilitas yang ada di sekolah, aku juga menunjukan bunga yang diriku tanam walaupun sudah layu
"Aku tidak tau kenapa bunga ini bisa layu, andai saja bunga ini kembali mekar." Kata Viola sambil memandang bunga milik nya
"Kurasa kau benar, bunga secantik ini sangat sayang jika layu."
Viola pun menoleh ke arah Lux dan melihat partikel bewarna biru mengelilingi nya dan matanya langsung menyala dengan sangat indah. Secara perlahan bunga uang awalnya layu menjadi hidup kembali
"Lux, apa yang terjadi dengan tubuh mu." Viola berkata sambil terkejut
Beralih ke diriku yang sedang berada di kantor kepala sekolah, disana sudah terlihat kepala sekolah yang duduk di kursi nya dan menanyakan tentang laporan dari seorang siswa
"Kau hanya perlu menjawab semua pertanyaan ibu Arkana."
"Baik buk." Jawab ku
Segala pertanyaan lalu dilimpahkan kepada ku dan aku menjawab nya, kepala sekolah itu terlalu memberikan banyak pertanyaan dan memojok kan ku seakan memaksa ku untuk mengakui kesalahan yang bukan aku perbuat
"Sebelum itu, siapa yang mengatakan bahwa aku telah membully seseorang." Tanya diriku ke kepala sekolah
"Aku tidak peduli, semua bukti telah ada di tangan ku."
Seseorang lalu mendorong pintu kantor kepala sekolah dan yang mendorong nya ialah Eca, Eca berkata bahwa Arkana sama sekali tidak berbuat kesalahan
"Eca, kenapa kamu berada disini." Tanya Arkan
"Apa maksud anda Eca, apakah kau membela suatu kejahatan."
"Tidak, tapi aku membela suatu kebenaran." Kata Eca dengan tegas
"Apakah mereka itu pasangan ?." Tanya Ramya kepada anak nya
"Tidak, mereka hanya teman." Jawab Helia
"Tapi mereka lumayan cocok seperti ayah dengan ibu."
"Terserah ayah saja."
Ramya pun mendekati mereka berdua dan berkata kepada Arkana bahwa dirinya sangat berterima kasih karena Arkana telah berhasil membantu kepolisian untuk menangkap kepala sekolah
"Sama-sama, sebelum itu aku ingin menanyakan sesuatu." Kata Arkana
"Kau ingin bertanya apa nak." Jawab Ramya
Aku lalu menanyakan tentang kasus apa yang dibuat oleh Kepala Sekolah, Ramya lalu menjawab bahwa kepala sekolah terkena kasus penggelapan dana serta penyalahgunaan kekuasaannya
"Lalu, kenapa kepala sekolah sangat ingin mengeluarkan Arkana ?." Tanya Eca
"Mungkin saja kau telah membuat dirinya marah dengan mengganggu anak nya."
Aku pun baru ingat bahwa Lili merupakan anak dari kepala sekolah dan ini juga sepertinya merupakan alasan bahwa kepala sekolah sangat menginginkan diriku untuk dikeluarkan
"Jika kau langsung dikeluarkan maka itu bisa merusak citra nya sebagai kepala sekolah." Kata Ramya
Aku lalu memberikan pertanyaan terakhir yakni apa hubungan Ramya dengan Helia dan Ramya menjawab bahwa mereka berdua ialah Anak dan ayah
__ADS_1
"Benarkah, aku tidak menyangka dan maaf karena aku kurang sopan terhadap tuan."
"Kau tidak perlu bersikap formal, kau cukup memanggil aku dengan sebutan Ramya." Kata Ramya sambil menepuk pundak ku
"Sebelumnya, apakah aku boleh mengetahui berapa umur mu."
"Umur ku, umur ku 40 Tahun." Dengan santai nya Ramya memberitahu umur nya
Tentu ini membuat diriku dan Eca sangat terkejut mendengarnya karena walaupun umur dari Ramya 40 tahun tapi dia tetap memiliki wajah yang sangat muda bahkan aku mengira umur Ramya 23 Tahun
"Selain wajah nya, sifatnya juga sama persis dengan anak kecil dan itu lumayan merepotkan." Helia lalu berdiri disamping ayah nya
Aku lalu berkata bahwa sejak kapan Helia menjadi seorang mata mata kepolisian dan Helia menjawab bahwa ia diperintah kan oleh ayah nya untuk membantu menyelesaikan kasus yang berhubungan dengan sekolah
"Benar sekali, akan sulit kepolisian untuk menyusup ke sekolah karena akan membuat kepanikan."
"Jadi apakah kau akan pindah." Tanya Eca dengan wajah yang lumayan sedih
"Tentu saja tidak, aku telah menemukan arti dari pertemanan dan persahabatan disini." Jawab Helia dengan wajah tersenyum
Helia lalu meminta izin kepada ayahnya untuk tetap bersekolah disini dan ayah nya menjawab bahwa terserah Helia untuk bersekolah dimana, Ramya lalu membawa kepala sekolah dengan tangan yang di borgol untuk pergi ke kantor utama kepolisian
Kami lalu turun dari kantor kepala sekolah, aku sangat lega bahwa diriku sama sekali tidak memiliki salah dan semua orang yang awal nya menatap tajam kami berdua lalu meminta maaf
Disisi lain Viola sangat terkejut saat melihat temannya yakni Lux mengeluarkan partikel bewarna biru, perasaan nya tercampur antara kagum dan terkejut
"Lux, kau ini manusia kan." Viola dengan cepat melangkah mundur
"Apakah kau bisa melihat nya."
Lux lalu mengatakan bahwa ia merupakan seorang manusia yang terlahir dari rahim seorang Esper, Viola masih tidak mempercayai nya karena menurut nya Esper itu merupakan cerita khayalan dan fiksi belaka
"Seseorang yang baru melihat ini juga akan beranggapan sama seperti dirimu." Kata Lux
"Lalu dimana orang tua mu."
"Orang tua ku telah mati dibunuh prajurit negeri Mazael." Lux lalu menunjukan wajah sedih nya
"Maafkan aku jika bertanya hal itu." Viola benar benar meminta maaf karena telah menanyakan hal yang membuat Lux bersedih
"Tidak apa apa, kau pantas untuk mengetahui nya." Jawab Lux sambil tersenyum
"Sebelum itu kenapa orang tua mu diburu oleh prajurit Mazael ? Apakah mereka melakukan sebuah kesalahan."
"Tidak, walau menurut mu mereka itu bangsa yang paling bijaksana dan cerdas tapi mereka terlalu arogan."
Lux berkata bahwa menurut mereka para Esper beserta keturunan nya harus segera dimusnahkan karena mereka telah melanggar Norma kebijaksanaan yang dimana semua orang harus selalu mencari kebijaksanaan dan pengetahuan
"Sedangkan kami para Esper sudah cerdas dari lahir, selain itu mereka juga melanggar norma kebijaksanaan."
"Maksud mu." Viola sangat kebingungan dengan perkataan Lux
"Mereka menggunakan alat yang bernama Gitael, sebuah alat yang mampu memberikan segala pengetahuan dari masa lalu bahkan mampu memprediksi masa depan dan itu melanggar Norma kebijaksanaan." Kata Lux dengan kesal
"Gitael, manusia tidak mungkin menciptakan alat sehebat itu."
Viola lalu menanyakan pertanyaan terakhir nya yakni bagaimana Lux bisa lolos dari prajurit Mazael dan Lux menjawab bahwa ibu nya mengorbankan segala kekuatan untuk memindahkan Lux dan 5 saudara nya ke tempat yang aman
"Kami belum terbiasa hidup di dunia ini jadi kami makan dan bertahan hidup dengan cara bertani dan berternak."
Bel pun berbunyi tanda pelajaran selanjutnya akan tiba, Viola lalu mengajak Lux agar kembali ke kelas
"Sebelum itu terima kasih karena telah menghidupkan kembali tanaman milik ku." Ujar Viola sambil tersenyum
__ADS_1
~Bersambung