
"Arkana, bangun." Suara lembut dari kak Mei mencoba membangunkan diriku
"Ada apa kak." Diriku terbangun dengan keadaan yang masih ngantuk
"Katanya kamu mau diajari memasak."
"Aaa, baiklah."
"Kamu cuci muka terlebih dahulu agar tidak ngantuk."
Setelah berkata seperti itu Kak Mei lalu pergi dari kamarku dan aku lalu pergi ke toilet untuk mencuci muka, diriku lalu mencuci muka dan menggosok gigi di wastafel. Setelah melakukan 2 hal itu aku lantas mengambil handuk dan mengelap air di wajah ku
"Ngomong ngomong, ini jam berapa."
Aku lalu melihat jam dan ternyata baru jam 3, aku lantas kebawah untuk menemui kak Mei dan menanyakan nya kenapa ia membangunkan ku terlalu pagi
"Kita akan latihan memasak sampai jam 5, jam 6 sampai jam 7 kau siap siap untuk ke sekolah karena kau sendiri masuk jam 8 pagi." Kata kak Mei sambil menyeduh teh hijau
"Apakah kakak sudah biasa bangun di pagi hari." Tanya ku
"Bangun di pagi hari merupakan sebuah kebiasaan yang bagus, kau harus mencoba nya dan apakah kau sudah cuci muka."
"Sudah jadi kapan kita akan belajar." Diriku sudah tidak sabar untuk mencoba memasak
"Tunggulah terlebih dahulu, kakak ingin menikmati teh hijau yang baru kakak seduh." Kata Kak Mei sambil meminum teh buatan nya
Kak Mei lalu menanyakan tentang apa yang ingin aku masak, apakah kue atau sarapan dan aku bertanya apa bedanya. Kak Mei lalu menjawab bahwa kue sudah pasti manis sedangkan sarapan belum tentu manis
"Jawaban yang tidak membantu sekali." Kata ku saat mendengar jawaban yang dilontarkan kak Mei
"Baiklah, karena kita perlu waktu dekitar 2 jam maka kita akan menbuat Grilled chicken sandwich." Kata kak Mei
Kak Mei mengatakan bahwa ia hanya akan duduk dan memberi perintah sedangkan diriku fokus memasak, aku lalu setuju dan dimulai lah aku memasak
"Pertama kau harus pecahkan telur lalu campurkan dengan kaldu ayam." Perintah pertama dari kak Mei
"Berapa telur kak ?." Tanya ku
__ADS_1
"6 butir." Dengan santai nya kak Mei berkata
"Apa, 6 Butir." Aku tentu terkejut saat mengetahui membuat 1 sandwich membutuhkan telur sebanyak itu
"Jangan banyak bicara, lakukan saja."
Aku lalu memecahkan 6 butir telur dan menaruh nya di wadah, saat aku ingin menuangkan kaldu ayam akupun bertanya lagi berapa takaran nya dan Kak Mei menjawab
"Terserah."
"Kenapa kak." Tentu saja aku kesal saat mendengar jawaban nya
"Kalau seperti itu coba 50 Ml."
"Apakah ini benar ?." Tanya ku yang tidak percaya
"Percaya sama kakak."
Aku pun mencampur 50 Ml kaldu ayam ke mangkuk yang sudah terdapat 6 telur dan mengocok nya sampai rata, Kak Mei lalu memberikan perintah berikut nya yaitu aku disuruh untuk mencincang 1 butir bawang bombay sampai halus
Aku lalu bingung bagaimana mengetahui berat dari 1 bawang bombay dan kak Mei mengatakan bahwa diriku hanya perlu membagi 1 bawang bombay menjadi 3 bagian
"1 bagian bawang bombay itu 150 Gram." Pesan Kak Mei
"Baik kak, terima kasih informasi nya."
Kak Mei lalu menanyakan kepada ku apakah aku dapat menggunakan pisau dan akupun menjawab bahwa menggunakan pisau merupakan perkara yang mudah
"Kalau begitu, hati hati memotong nya." Kata Kak Mei mengkhawatirkan diriku
Ternyata memotong bawang bombay bukanlah perkara yang mudah apalagi mencincang sampai benar benar halus bahkan jari ku sampai teriris
"Sudah kakak bilang, hati hati." Kata Kak Mei
Kak Mei lalu pergi mengambil plaster untuk menutupi luka irisan Arkana, aku lalu mengambil plaster yang diberikan kepada Kak Mei dan memakaikan nya ke jari ku
"Untung saja hanya luka irisan bukan jari mu yang terpotong."
__ADS_1
Kak Mei lalu memperlihatkan cara memegang pisau dengan benar yakni ibu jari dan telunjuk disandarkan pada bagian sisi kanan serta kiri pangkal pisau. Kak Mei lalu mencincang bawang bombay menjadi sangat halus
"Apakah kau ingin istirahat ?." Tanya Kak Mei
"Tidak usah."
"Kakak senang kau penuh semangat." Mei tersenyum kepada ku
Kak Mei lalu menyuruhku untuk menumis bawang bombay namun sebelum melakukan itu aku harus merebus 30 gram spaghetti, aku menanyakan apakah makanan ini ada hubungan nya dengan spaghetti
"Sudah kakak bilang, turuti saja semua perkataan kakak."
"Baik baik, aku kan cuman ingin menanyakan."
Aku pun lalu menumis bawang bombay dan saat aku menumis, Kak Mei megambil sesuatu di kulkas dan yang kak Mei ambil ialah Peterseli dan ayam giling. Kak Mei lalu memberikan bahan ini kepada ku dan meminta agar aku mencampurkan ayam giling saat tumisan bawang bombay telah harum
Setelah menurutku tumisan bawang nya telah harum, aku pun memasukan ayam giling nya ke dalam wajan dan kak Mei berpesan bahwa warna dari ayam giling nya harus berubah
"Baik baik."
Setelah warna nya berubah, aku lantas menanyakan apa langkah selanjut nya dan kak Mei menjawab bahwa langkah selanjut nya ialah masukan spaghetti yang telah direbus, garam, merica bubuk, saos tomat dan peterseli
"Sebelum spaghetti nya di campur, potong dulu menjadi 2 bagian."
Karena khawatir tangan ku terluka lagi akhirnya kak Mei yang memotong spaghetti nya dan setelah di potong, semua bahan lalu dimasukan ke wadah yang sama dan aku mengaduk seluruh bahan hingga rata
"Akhirnya, masuk ke langkah terakhir."
"Akhirnya, memasak ternyata melelahkan juga." Aku menghela nafas
Langkah terakhir ialah tuangkan telur dan aduk agar isi nya menyebar serta tambahkan parutan keju, aku lalu mencampurkan seluruh bahan yang telah jadi ku ke dalam 6 potong roti
"Akhirnya sudah selesai." Aku tersenyum melihat makanan yang sudah jadi
Waktu ternyata sudah menunjukan pukul 05:00 dan aku harus segera mandi, sebelum meninggalkan dapur aku meminta agar makanan yang sudah aku buat agar di siapkan di kotak bekal
"Baik baik." Jawab kak Mei
__ADS_1