
"Apakah mereka itu pasangan ?." Tanya Ramya kepada anak nya
"Tidak, mereka hanya teman." Jawab Helia
"Tapi mereka lumayan cocok seperti ayah dengan ibu."
"Terserah ayah saja."
Ramya pun mendekati mereka berdua dan berkata kepada Arkana bahwa dirinya sangat berterima kasih karena Arkana telah berhasil membantu kepolisian untuk menangkap kepala sekolah
"Sama-sama, sebelum itu aku ingin menanyakan sesuatu." Kata Arkana
"Kau ingin bertanya apa nak." Jawab Ramya
Aku lalu menanyakan tentang kasus apa yang dibuat oleh Kepala Sekolah, Ramya lalu menjawab bahwa kepala sekolah terkena kasus penggelapan dana serta penyalahgunaan kekuasaannya
"Lalu, kenapa kepala sekolah sangat ingin mengeluarkan Arkana ?." Tanya Eca
"Mungkin saja kau telah membuat dirinya marah dengan mengganggu anak nya."
Aku pun baru ingat bahwa Lili merupakan anak dari kepala sekolah dan ini juga sepertinya merupakan alasan bahwa kepala sekolah sangat menginginkan diriku untuk dikeluarkan
"Jika kau langsung dikeluarkan maka itu bisa merusak citra nya sebagai kepala sekolah." Kata Ramya
Aku lalu memberikan pertanyaan terakhir yakni apa hubungan Ramya dengan Helia dan Ramya menjawab bahwa mereka berdua ialah Anak dan ayah
"Benarkah, aku tidak menyangka dan maaf karena aku kurang sopan terhadap tuan."
__ADS_1
"Kau tidak perlu bersikap formal, kau cukup memanggil aku dengan sebutan Ramya." Kata Ramya sambil menepuk pundak ku
"Sebelumnya, apakah aku boleh mengetahui berapa umur mu."
"Umur ku, umur ku 40 Tahun." Dengan santai nya Ramya memberitahu umur nya
Tentu ini membuat diriku dan Eca sangat terkejut mendengarnya karena walaupun umur dari Ramya 40 tahun tapi dia tetap memiliki wajah yang sangat muda bahkan aku mengira umur Ramya 23 Tahun
"Selain wajah nya, sifatnya juga sama persis dengan anak kecil dan itu lumayan merepotkan." Helia lalu berdiri disamping ayah nya
Aku lalu berkata bahwa sejak kapan Helia menjadi seorang mata mata kepolisian dan Helia menjawab bahwa ia diperintah kan oleh ayah nya untuk membantu menyelesaikan kasus yang berhubungan dengan sekolah
"Benar sekali, akan sulit kepolisian untuk menyusup ke sekolah karena akan membuat kepanikan."
"Jadi apakah kau akan pindah." Tanya Eca dengan wajah yang lumayan sedih
"Tentu saja tidak, aku telah menemukan arti dari pertemanan dan persahabatan disini." Jawab Helia dengan wajah tersenyum
Kami lalu turun dari kantor kepala sekolah, aku sangat lega bahwa diriku sama sekali tidak memiliki salah dan semua orang yang awal nya menatap tajam kami berdua lalu meminta maaf
Disisi lain Viola sangat terkejut saat melihat temannya yakni Lux mengeluarkan partikel bewarna biru, perasaan nya tercampur antara kagum dan terkejut
"Lux, kau ini manusia kan." Viola dengan cepat melangkah mundur
"Apakah kau bisa melihat nya."
Lux lalu mengatakan bahwa ia merupakan seorang manusia yang terlahir dari rahim seorang Esper, Viola masih tidak mempercayai nya karena menurut nya Esper itu merupakan cerita khayalan dan fiksi belaka
__ADS_1
"Seseorang yang baru melihat ini juga akan beranggapan sama seperti dirimu." Kata Lux
"Lalu dimana orang tua mu."
"Orang tua ku telah mati dibunuh prajurit negeri Mazael." Lux lalu menunjukan wajah sedih nya
"Maafkan aku jika bertanya hal itu." Viola benar benar meminta maaf karena telah menanyakan hal yang membuat Lux bersedih
"Tidak apa apa, kau pantas untuk mengetahui nya." Jawab Lux sambil tersenyum
"Sebelum itu kenapa orang tua mu diburu oleh prajurit Mazael ? Apakah mereka melakukan sebuah kesalahan."
"Tidak, walau menurut mu mereka itu bangsa yang paling bijaksana dan cerdas tapi mereka terlalu arogan."
Lux berkata bahwa menurut mereka para Esper beserta keturunan nya harus segera dimusnahkan karena mereka telah melanggar Norma kebijaksanaan yang dimana semua orang harus selalu mencari kebijaksanaan dan pengetahuan
"Sedangkan kami para Esper sudah cerdas dari lahir, selain itu mereka juga melanggar norma kebijaksanaan."
"Maksud mu." Viola sangat kebingungan dengan perkataan Lux
"Mereka menggunakan alat yang bernama Gitael, sebuah alat yang mampu memberikan segala pengetahuan dari masa lalu bahkan mampu memprediksi masa depan dan itu melanggar Norma kebijaksanaan." Kata Lux dengan kesal
"Gitael, manusia tidak mungkin menciptakan alat sehebat itu."
Viola lalu menanyakan pertanyaan terakhir nya yakni bagaimana Lux bisa lolos dari prajurit Mazael dan Lux menjawab bahwa ibu nya mengorbankan segala kekuatan untuk memindahkan Lux dan 5 saudara nya ke tempat yang aman
"Kami belum terbiasa hidup di dunia ini jadi kami makan dan bertahan hidup dengan cara bertani dan berternak."
__ADS_1
Bel pun berbunyi tanda pelajaran selanjutnya akan tiba, Viola lalu mengajak Lux agar kembali ke kelas
"Sebelum itu terima kasih karena telah menghidupkan kembali tanaman milik ku." Ujar Viola sambil tersenyum