Awal, Dimulai Dari Menikahi Presiden Wanita Gunung Es

Awal, Dimulai Dari Menikahi Presiden Wanita Gunung Es
Bab 23 Malam Romantis Fadhil dan Zahra


__ADS_3

Setelah melewati berbagai tantangan dan perjalanan panjang dalam hidup mereka, Fadhil dan Zahra memutuskan untuk merayakan momen bahagia mereka dengan malam romantis yang istimewa. Mereka mengambil kesempatan ini untuk menikmati waktu berdua dan merayakan keberhasilan mereka sebagai pasangan yang kuat dan penuh cinta.


Fadhil merencanakan semuanya dengan rapi. Dia menyusun rencana yang spesial untuk memastikan bahwa malam itu menjadi momen yang tak terlupakan bagi Zahra. Dia menyewa sebuah vila mewah di tepi pantai dengan pemandangan laut yang menakjubkan. Villa itu dihiasi dengan lampu-lampu gemerlap dan hiasan-hiasan bunga yang indah, menciptakan suasana romantis yang menawan.


Ketika malam tiba, Fadhil membawa Zahra menuju vila dengan mata tertutup. Dia ingin menjaga kejutan yang penuh keajaiban untuk istrinya. Begitu mereka tiba di depan pintu vila, Fadhil perlahan membuka mata Zahra dan tersenyum lembut melihat ekspresi kagum di wajahnya.


"Selamat malam, cinta," ucap Fadhil sambil mencium lembut pipi Zahra.

__ADS_1


"Wow, ini begitu indah," sahut Zahra terkagum-kagum melihat dekorasi yang romantis di sekitar mereka.


Mereka berjalan masuk ke dalam vila, dan Fadhil menyusun semuanya dengan sempurna. Makan malam lezat telah disiapkan, dengan hidangan-hidangan favorit Zahra tersaji di atas meja. Suasana lampu lilin yang hangat menciptakan atmosfer yang penuh keintiman.


Tidak hanya itu, Fadhil juga telah menyiapkan sesuatu yang spesial untuk Zahra. Dia menyajikan slide-show perjalanan cinta mereka selama ini, mulai dari pertemuan pertama hingga momen-momen indah yang telah mereka lewati bersama. Slide-show itu diiringi oleh lagu-lagu yang memiliki makna khusus bagi mereka berdua.


Setelah makan malam, mereka berjalan ke tepi pantai, berpegangan tangan sambil mendengarkan suara ombak yang tenang. Cahaya bulan purnama menyinari langit malam, menciptakan suasana yang romantis dan magis.

__ADS_1


Fadhil melirik ke arah Zahra, dan dengan lembut dia berkata, "Kau tahu, sejak pertama kali aku bertemu denganmu, hatiku sudah merasa kau adalah orang yang spesial bagiku. Dan sejak saat itu, kau telah mengisi hidupku dengan cinta, kebahagiaan, dan inspirasi. Aku bersyukur setiap hari memilikimu sebagai istriku, sahabatku, dan rekan hidupku."


Zahra tersenyum bahagia mendengar kata-kata dari suaminya. Dia merasa begitu dicintai dan dihargai. "Dan aku juga bersyukur memilikimu, Fadhil. Kau adalah cahaya dalam hidupku, sumber kekuatan dan dukungan sepanjang waktu. Bersamamu, aku merasa selalu diberdayakan untuk menjadi lebih baik, untuk terus berjuang demi kebaikan dan masa depan yang lebih baik."


Mereka berdua menghabiskan malam itu dengan berbicara tentang masa depan mereka, tentang mimpi-mimpi yang ingin mereka wujudkan bersama. Mereka berjanji untuk selalu saling mendukung dan menghargai satu sama lain, dalam suka dan duka.


Ketika waktu semakin larut, mereka kembali ke dalam vila, dan Fadhil membawa Zahra ke balkon untuk melihat langit yang penuh bintang. Di bawah cahaya rembulan, mereka berdansa dengan penuh kebahagiaan dan cinta.

__ADS_1


Malam itu adalah malam romantis yang tak terlupakan bagi Fadhil dan Zahra. Mereka merayakan hubungan mereka yang kuat, cinta yang tumbuh bersama, dan komitmen mereka untuk selalu berada di samping satu sama lain


__ADS_2