Awal, Dimulai Dari Menikahi Presiden Wanita Gunung Es

Awal, Dimulai Dari Menikahi Presiden Wanita Gunung Es
Bab 30 Wulan dan Haidir Menjadi Siswa TK yang Ceria


__ADS_3

Hari yang dinanti tiba. Wulan dan Haidir akhirnya memulai perjalanan mereka sebagai siswa TK. Mereka mengenakan seragam sekolah yang rapi dan ceria, siap untuk mengeksplorasi dunia baru di sekolah.


Di pagi hari yang cerah itu, Zahra dan Ega dengan bahagia mengantarkan anak-anak mereka ke TK yang dipilih dengan cermat. Mereka tampak bangga dan bersemangat melihat Wulan dan Haidir berjalan menuju sekolah sambil bergandengan tangan.


"Sudah siap untuk hari pertama di sekolah, sayang?" tanya Zahra sambil menatap Wulan dengan penuh kasih sayang.


"Iya, Mama! Aku siap sekali!" jawab Wulan bersemangat.


Ega juga tidak kalah ceria, dia merangkul Haidir sambil bertanya, "Bagaimana perasaanmu, Nak?"


Haidir tersenyum lebar, "Aku senang, Bu! Aku ingin tahu apa yang akan kita pelajari di sekolah."

__ADS_1


Setibanya di sekolah, Wulan dan Haidir disambut dengan hangat oleh guru dan teman-teman barunya. Mereka dengan cepat menyesuaikan diri dan mulai bermain dengan riang di halaman sekolah.


Di kelas, Wulan dan Haidir dengan antusias mendengarkan guru menceritakan berbagai macam cerita dan pelajaran yang menarik. Mereka belajar mengenal huruf-huruf, angka-angka, dan berbagai macam bentuk. Kegembiraan tak terkira tampak di wajah mereka ketika berhasil menulis huruf pertama mereka.


Selain kegiatan akademis, Wulan dan Haidir juga berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kreatif seperti mewarnai dan membuat kerajinan tangan. Mereka menunjukkan bakat dan kreativitas yang luar biasa dalam menghasilkan karya-karya indah.


Tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi Wulan dan Haidir juga mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang ditawarkan sekolah. Wulan tertarik dengan seni tari, sementara Haidir tertarik dengan kegiatan eksplorasi alam dan lingkungan.


Di waktu istirahat, Zahra dan Ega berbaur dengan para orangtua lainnya. Mereka saling bertukar cerita dan pengalaman, menguatkan ikatan persahabatan yang baru terjalin di antara mereka.


"Sudah lama kami menantikan momen ini. Terasa seperti baru kemarin mereka masih bayi," kata Zahra dengan rasa haru.

__ADS_1


Ega mengangguk setuju, "Betul sekali. Waktunya berlalu begitu cepat. Kini mereka sudah tumbuh besar."


Hari-hari berikutnya di sekolah TK penuh dengan keceriaan dan kegembiraan. Wulan dan Haidir semakin aktif dalam kegiatan kelas dan bermain dengan teman-teman. Mereka dengan cepat menyerap ilmu dan nilai-nilai kebaikan yang diajarkan di sekolah.


Zahra dan Ega sering menghadiri acara sekolah seperti pentas seni, pertunjukan drama, dan acara keluarga lainnya. Mereka selalu bangga melihat anak-anak mereka tampil di atas panggung dengan penuh percaya diri.


Tak hanya itu, Zahra dan Ega juga aktif dalam kegiatan komite sekolah. Mereka berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial dan penggalangan dana untuk mendukung perkembangan sekolah. Mereka ingin memberikan yang terbaik bagi masa depan anak-anak mereka dan teman-teman sekelasnya.


Ketika tiba saatnya untuk menghadapi tantangan dan ujian di sekolah, Zahra dan Ega selalu memberikan dukungan penuh untuk Wulan dan Haidir. Mereka selalu memberikan semangat dan keyakinan bahwa anak-anak mereka mampu menghadapi setiap rintangan dengan baik.


Bersama dengan teman-teman sekelasnya, Wulan dan Haidir tumbuh menjadi pribadi yang penuh dengan semangat, keceriaan, dan kebaikan. Mereka belajar tentang kebersamaan, kerjasama, dan saling menghargai dalam lingkungan sekolah yang ramah dan harmonis.

__ADS_1


__ADS_2