Awal, Dimulai Dari Menikahi Presiden Wanita Gunung Es

Awal, Dimulai Dari Menikahi Presiden Wanita Gunung Es
Bab 49 Langkah Berani Valerine


__ADS_3

Valerine merasa hampa ketika Pusvita, ibunya, pergi kembali ke Belanda untuk mengejar karir di bidang kesehatan. Meskipun mereka tetap berhubungan melalui panggilan video dan pesan, kehadiran fisik Pusvita sangat dirindukan. Valerine merasa kesepian tanpa kehangatan dan dukungan ibunya di sekitarnya.


Tetapi Valerine adalah gadis yang tangguh dan penuh semangat. Dia memutuskan untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan tekad dan keberanian. Dia merasa beruntung memiliki keluarga Bakti Bangsa yang selalu mendukungnya, serta teman-teman seperjuangannya seperti Haidir, Wulan, dan yang lainnya.


Setelah Pusvita pergi, Valerine semakin aktif terlibat dalam kegiatan sekolah dan komunitas. Dia terlibat dalam klub sastra sekolah, mengembangkan keterampilan menulisnya, dan bahkan berpartisipasi dalam acara baca puisi di sekolah. Keterampilan menulisnya semakin berkembang, dan dia menemukan cara untuk mengungkapkan perasaannya melalui kata-kata.


Valerine juga semakin mendekatkan diri pada keluarga Bakti Bangsa. Dia sering menghabiskan waktu di rumah mereka, terlibat dalam diskusi-diskusi inspiratif dan merasakan cinta yang tulus dari Fadhil, Zahra, Ega, dan Sahrul. Mereka adalah sumber dukungan dan inspirasi yang memberinya kekuatan untuk terus maju.

__ADS_1


Namun, tak dapat dipungkiri bahwa rasa rindu pada Pusvita tetap ada. Setiap kali dia melihat foto ibunya atau mendengar suaranya melalui panggilan video, hatinya terasa hangat. Valerine berjanji pada dirinya sendiri bahwa suatu hari nanti, dia akan mengejar pendidikan di Belanda dan kembali bersama ibunya.


Valerine tumbuh menjadi seorang remaja yang inspiratif dan penuh semangat. Meskipun kehadiran Pusvita, ibunya, terasa sangat berarti dalam hidupnya, Valerine terus menjalani hari-harinya dengan tekad dan semangat yang tinggi.


Suatu hari, di sekolah, Valerine mendengar tentang sebuah kompetisi menulis nasional yang akan diadakan. Kompetisi ini adalah kesempatan baginya untuk menunjukkan keterampilan menulisnya kepada dunia. Tanpa ragu, Valerine memutuskan untuk mengambil bagian dalam kompetisi tersebut.


Ketika hari kompetisi tiba, Valerine merasa tegang dan bersemangat. Dia membacakan ceritanya di hadapan juri dan peserta lainnya. Setelah penampilan yang penuh gairah, Valerine merasa lega dan bangga telah berani tampil di depan publik.

__ADS_1


Beberapa minggu kemudian, hasil kompetisi diumumkan. Ternyata, Valerine berhasil meraih tempat pertama dalam kategori menulis cerita pendek. Kemenangannya itu tidak hanya membanggakan dirinya sendiri, tetapi juga keluarga Bakti Bangsa yang selalu mendukungnya.


Ketika berita tentang kemenangan Valerine menyebar, semua anggota keluarga merayakan dengan penuh sukacita. Pusvita, meskipun jauh di Belanda, merasa begitu bangga akan prestasi anaknya. Mereka merayakan bersama melalui panggilan video, sambil merasakan kehangatan cinta keluarga yang tak terbatas oleh jarak.


Kemenangan ini menginspirasi Valerine untuk terus mengejar impian dan mewujudkan potensinya. Dia terus menulis dengan semangat, mengambil bagian dalam berbagai kegiatan kreatif, dan meraih prestasi di bidang lain. Setiap langkahnya penuh arti dan makna, menjadi kisah inspiratif bagi dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.


Dan dalam setiap perjuangan dan pencapaian, Valerine selalu merasa diberdayakan oleh dukungan dan cinta dari keluarga Bakti Bangsa. Mereka adalah pilar kekuatannya, sumber inspirasi yang tak pernah habis, dan tempat di mana dia merasa paling berharga. Dalam perjalanan hidupnya yang penuh warna, Valerine telah membuktikan bahwa dengan cinta dan semangat, tak ada batasan yang tidak dapat diatasi.

__ADS_1


__ADS_2