
Suasana kebahagiaan semakin terasa dalam keluarga Bakti Bangsa. Setelah melewati berbagai perjalanan dan cobaan, kini tiba saatnya untuk merayakan kabar gembira yang tak terduga: kehamilan Ega.
Pagi itu, suasana ceria terasa di dalam rumah Bakti Bangsa. Haidir, Wulan, dan Valerine duduk bersama di meja makan, sedang sarapan bersama-sama. Fadhil dan Zahra tersenyum melihat anak-anak mereka yang semakin besar dan semakin dekat.
"Ega, ada kabar baik yang ingin kami bagikan," ujar Sahrul sambil tersenyum lebar pada istrinya.
Ega, yang sedang meneguk teh hangat, mendongakkan kepala dengan penasaran. "Apa itu?"
Sahrul melihat ke arahnya dan mengangguk kecil. "Kamu akan menjadi kakak!"
Ega tidak bisa menyembunyikan rasa kaget dan kebahagiaannya. "Serius?" tanyanya sambil tersenyum lebar.
Sahrul mengangguk mantap. "Iya, serius. Kita baru saja mendapat konfirmasi dari dokter. Kita akan memiliki anggota baru dalam keluarga kita."
Ega merasa hatinya berbunga-bunga. Dia menatap suaminya dengan penuh rasa cinta dan kebahagiaan. "Ini benar-benar kabar yang luar biasa. Aku merasa sangat beruntung dan bersyukur."
__ADS_1
Semua anggota keluarga Bakti Bangsa berkumpul di sekitar Ega, memberikan ucapan selamat dan pelukan hangat. Mereka merasa bahagia melihat kebahagiaan Ega dan Sahrul, dan tak sabar menantikan kedatangan anggota baru dalam keluarga mereka.
Kehamilan Ega menjadi berita yang disambut baik oleh semua orang. Keluarga, teman-teman, dan rekan kerja memberikan ucapan selamat dan dukungan. Bahkan anak-anak juga terlibat dalam perayaan ini dengan membuat gambar-gambar dan kado-kado kecil untuk adik mereka yang belum lahir.
Ega dan Sahrul memutuskan untuk menjalani kehamilan dengan penuh kebahagiaan dan rasa syukur. Mereka terus menjaga kesehatan Ega dan mengikuti semua saran dari dokter. Ega juga aktif dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan ibu hamil, seperti kursus persiapan melahirkan dan senam kehamilan.
Sementara itu, Haidir, Wulan, dan Valerine semakin antusias menyambut anggota baru dalam keluarga. Mereka membayangkan bagaimana akan menjadi kakak dan adik yang baik, membantu merawat dan menjaga adik mereka kelak.
Minggu demi minggu berlalu, dan akhirnya tiba saat yang dinanti-nantikan oleh semua orang: kelahiran bayi mereka. Suasana rumah sakit dipenuhi dengan cinta dan kebahagiaan ketika Ega melahirkan seorang bayi perempuan yang sehat dan imut.
Kehidupan dalam keluarga Bakti Bangsa semakin meriah dengan kehadiran bayi laki-laki yang baru saja lahir. Setiap hari adalah momen kebahagiaan dan kebersamaan, tetapi di tengah-tengah itu semua, ada juga momen lucu yang mengundang tawa.
Salah satu momen itu terjadi saat Ega tengah mengalami ngidam yang unik. "Aku ingin makan makanan dari restoran pria botak," ujarnya dengan wajah serius.
Semua orang terkejut mendengar permintaan aneh tersebut. Mereka saling pandang, tidak percaya apa yang mereka dengar. Fadhil akhirnya bertanya dengan wajah penuh keheranan, "Makanan dari restoran pria botak?"
__ADS_1
Ega mengangguk dengan mantap. "Iya, aku ingin makanan dari restoran pria botak. Aku merasa ngidam banget."
Sahrul dan Fadhil saling berpandangan, lalu tertawa. "Baiklah, kalau begitu kita akan cari restoran pria botak untukmu," ujar Sahrul dengan senyum.
Namun, setelah mencari-cari, ternyata tidak ada restoran dengan nama "pria botak." Akhirnya, Sahrul memiliki ide lucu. "Bagaimana kalau aku yang jadi pria botak?" katanya sambil menunjuk ke kepala yang berambut lebat.
Mereka semua tertawa dan setuju dengan ide tersebut. Sahrul pun mengambil gunting dan mulai memotong rambutnya dengan cermat. Semua anggota keluarga Bakti Bangsa menyaksikan dengan tertawa dan memberikan dukungan moril.
Akhirnya, Sahrul berhasil membuat model rambut "botak" yang lucu dan aneh. Semua orang tertawa melihat hasilnya, dan Ega pun bergembira melihat usaha Sahrul yang tak terduga ini.
"Apa aku kelihatan seperti pria botak sekarang?" tanyanya sambil tertawa.
Ega mengangguk dengan senyum. "Ya, kamu adalah pria botak terbaik yang pernah ada."
Semua orang tertawa meriah dan momen ini menjadi salah satu kenangan lucu yang terus dikenang dalam keluarga Bakti Bangsa.
__ADS_1