Awal, Dimulai Dari Menikahi Presiden Wanita Gunung Es

Awal, Dimulai Dari Menikahi Presiden Wanita Gunung Es
Bab 46 Petualangan di Ekosistem Sawah


__ADS_3

Haidir telah tumbuh menjadi seorang remaja yang cerdas dan bersemangat. Kini, dia telah memasuki masa SMP, sebuah perjalanan baru dalam pendidikannya. Di sekolah barunya, Haidir memiliki teman-teman akrab, termasuk Wulan, dan teman-teman mereka Valerine, Fahri, dan Shelomita.


Suatu hari, di dalam kelas sains, guru mereka memberikan tugas menarik yang memerlukan kerja tim. "Kalian akan membentuk kelompok untuk meneliti dan memahami ekosistem sawah," kata guru tersebut dengan antusias.


Haidir, Wulan, Valerine, Fahri, dan Shelomita pun langsung mengumpulkan diri. Mereka memiliki semangat yang sama untuk menyelesaikan tugas ini dengan baik. Setelah berdiskusi, mereka membentuk kelompok dengan nama "EkoSawah" yang beranggotakan kelima orang ini.


Mereka mulai merencanakan tugas mereka dengan serius. Haidir sebagai pemimpin kelompok mengatur jadwal dan tugas masing-masing anggota. Wulan dan Valerine akan fokus pada pengumpulan data, Fahri akan merancang presentasi, dan Shelomita akan mencari informasi tambahan.


Pertama-tama, kelompok EkoSawah melakukan kunjungan lapangan ke suatu daerah pedesaan yang memiliki sawah. Mereka menyaksikan dengan seksama bagaimana ekosistem sawah berfungsi, dari tanah basah hingga keberagaman tanaman dan hewan yang hidup di sana.

__ADS_1


Mereka juga berbincang dengan petani setempat, yang dengan senang hati berbagi pengetahuan mereka tentang cara menjaga ekosistem sawah yang seimbang dan berkelanjutan. Petani tersebut mengajarkan mereka pentingnya menjaga keberagaman hayati, konservasi air, dan penggunaan pupuk organik.


Kemudian, kelompok EkoSawah memulai penelitian mereka. Wulan dan Valerine mengumpulkan data tentang jenis-jenis tanaman dan hewan yang ditemukan di sawah, serta dampak lingkungan yang mungkin terjadi akibat perubahan ekosistem. Fahri dengan kreativitasnya merancang presentasi yang menarik dan informatif, sedangkan Shelomita mengumpulkan informasi dari berbagai sumber untuk mendukung temuan kelompok.


Setelah berhari-hari bekerja keras, kelompok EkoSawah akhirnya menyelesaikan tugas mereka. Presentasi mereka diberikan dengan penuh percaya diri di depan seluruh kelas. Mereka menjelaskan dengan jelas mengenai pentingnya menjaga ekosistem sawah, tantangan yang dihadapi, dan solusi yang dapat diambil.


Haidir, Wulan, Valerine, Fahri, dan Shelomita merasa senang dan puas dengan hasil kerja keras mereka. Mereka menyadari bahwa perubahan positif dimulai dari pemahaman dan tindakan nyata. Dan di tengah-tengah kebahagiaan dan kebersamaan, kelompok EkoSawah semakin erat dalam persahabatan mereka, siap menjalani petualangan berikutnya dalam dunia pengetahuan dan lingkungan.


Tidak lama setelah presentasi mereka, berita tentang penelitian kelompok EkoSawah menyebar ke seluruh sekolah. Mereka mendapatkan apresiasi dan pujian dari guru-guru dan teman-teman sekelas atas usaha mereka dalam memahami serta mempromosikan pentingnya menjaga ekosistem sawah.

__ADS_1


Selain itu, kelompok EkoSawah juga diundang untuk berbicara di sebuah seminar tentang lingkungan dan keberlanjutan yang diadakan di sekolah. Di hadapan para siswa dan orang tua, mereka dengan percaya diri memaparkan temuan dan rekomendasi mereka mengenai ekosistem sawah.


Pusvita, ibu Valerine, turut hadir dalam seminar tersebut. Dia merasa bangga melihat perkembangan Valerine dan teman-temannya dalam mengambil inisiatif dan berkontribusi dalam isu lingkungan. Pusvita sendiri telah lama bekerja dalam bidang konservasi lingkungan dan merasa terinspirasi oleh semangat anak-anak tersebut.


Setelah presentasi seminar selesai, Pusvita mendekati kelompok EkoSawah dengan senyuman hangat. "Kalian semua sungguh luar biasa," ujarnya dengan penuh apresiasi. "Kalian tidak hanya belajar tentang lingkungan, tetapi juga menginspirasi banyak orang untuk peduli dan bertindak."


Tentu saja, prestasi kelompok EkoSawah juga mendapatkan perhatian dari Fadhil, Zahra, Ega, dan Sahrul. Mereka merasa bangga atas semangat anak-anak dalam memahami dan menjaga lingkungan sejak dini. "Kalian adalah harapan dan masa depan," kata Fadhil dengan tulus.


Pada akhirnya, petualangan di ekosistem sawah tidak hanya memberikan pengetahuan baru bagi Haidir, Wulan, Valerine, Fahri, dan Shelomita, tetapi juga menguatkan persahabatan mereka. Mereka memiliki tujuan yang sama dalam menjaga bumi yang indah ini dan bersama-sama, mereka menyadari bahwa tindakan kecil mereka dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

__ADS_1


__ADS_2