
Ketika musim semi tiba, udara dipenuhi dengan semilir angin hangat dan bunga-bunga bermekaran di taman. Haidir dan Wulan, yang semakin dekat satu sama lain, merasa bahwa saatnya telah tiba untuk merayakan hubungan mereka yang istimewa. Mereka berdua berpikir untuk mengadakan acara kecil-kecilan untuk teman-teman terdekat dan keluarga, sebagai tanda rasa syukur dan kebahagiaan mereka.
Hari perencanaan pun tiba. Haidir dan Wulan duduk bersama di ruang tamu, membicarakan ide-ide untuk acara tersebut. Wulan mengambil catatan kecil dan mulai mencatat gagasan mereka.
"Bagaimana kalau kita mengadakan pesta di taman belakang rumah, dengan lampion-lampion yang berwarna-warni?" usul Haidir.
Wulan mengangguk setuju. "Itu ide bagus. Dan mungkin kita bisa menyediakan makanan favorit teman-teman kita, serta beberapa permainan sederhana dan mengasikkan."
Haidir tersenyum. "Dan tentu saja, ada satu hal lagi yang ingin aku lakukan."
__ADS_1
Wulan mengernyitkan dahi, penasaran. "Apa itu?"
Haidir dengan lembut menggenggam tangan Wulan. "Aku ingin mengajakmu menari bersamaku di bawah cahaya rembulan. Momen ini adalah tentang kita berdua, tentang perasaan kita yang telah tumbuh dan menguat bersama."
Wulan tersenyum lebar, merasa hangat di hatinya. "Aku juga sangat menginginkan hal itu, Haidir."
Sementara itu, orang tua Haidir dan Wulan merasa senang dan bersemangat menyambut ide acara tersebut. Fadhil dan Zahra membantu dengan pengaturan taman dan dekorasi, sementara Sahrul dan Ega membantu dengan persiapan makanan dan musik.
Teman-teman terdekat dan keluarga datang satu per satu, membawa senyuman dan kegembiraan. Haidir dan Wulan dengan bangga mengenalkan satu sama lain kepada teman-teman dan keluarga mereka. Senyum lebar mereka tidak dapat disembunyikan, karena mereka merasa begitu bersyukur atas kebahagiaan yang mereka alami.
__ADS_1
Ketika malam semakin larut, Haidir mengajak Wulan untuk menari di bawah cahaya rembulan yang bersinar terang. Mereka berdua berdansa dengan riang, sambil memandang satu sama lain dengan penuh rasa cinta. Saat lagu merdu berhenti, mereka masih berpegangan tangan, merasakan detak jantung yang seiring berdentum.
"Fadhil dan Zahra memberikan ucapan selamat kepada Haidir dan Wulan, sementara Sahrul dan Ega ikut berbagi kebahagiaan. Mereka berempat merasa bangga dan bahagia melihat perkembangan hubungan anak-anak mereka. Ini adalah momen yang membuktikan bahwa cinta dan persahabatan bisa tumbuh bersama-sama.
Sisa malam diisi dengan tawa, nyanyian, dan tari. Teman-teman dan keluarga berbaur dengan akrab, menciptakan kenangan indah yang takkan terlupakan. Haidir dan Wulan berdua merasa bahagia melihat semua orang tersenyum dan menikmati pesta yang mereka adakan.
Saat bintang-bintang berkelap-kelip di langit, Haidir dan Wulan berdiri di tepi taman, merasakan embusan angin lembut. Wulan meraih tangan Haidir, matanya penuh rasa syukur dan cinta.
"Ini adalah malam yang sempurna," ucap Wulan dengan suara lembut.
__ADS_1
Haidir tersenyum. "Benar sekali. Aku merasa begitu beruntung memilikimu dalam hidupku, Wulan."
Mereka saling memandang dengan penuh makna, merasa bahwa momen ini adalah awal dari banyak petualangan yang mereka akan jalani bersama-sama.