Awal, Dimulai Dari Menikahi Presiden Wanita Gunung Es

Awal, Dimulai Dari Menikahi Presiden Wanita Gunung Es
Bab 45 Nama untuk Sang Putri


__ADS_3

Keluarga Bakti Bangsa semakin lengkap dengan kehadiran sang buah hati, bayi perempuan yang baru lahir. Suasana kebahagiaan semakin terasa di rumah mereka, dan saat tiba saatnya untuk memberikan nama pada sang putri, mereka semua merasa antusias.


Hari itu, suasana hangat terasa di dalam kamar. Keluarga Bakti Bangsa berkumpul di sekitar tempat tidur, tempat sang bayi perempuan tidur dengan tenang. Ega dan Sahrul tersenyum bahagia, merasa terpenuhi dengan kehadiran anak keempat mereka.


Fadhil, Zahra, Haidir, Wulan, dan Valerine juga hadir dengan senyuman lebar. Mereka semua tahu betapa istimewanya momen ini dan siap memberikan kontribusi dalam memilih nama yang tepat.


"Kita harus memberinya nama yang indah dan bermakna," kata Zahra dengan lembut.


Semua orang mengangguk setuju. Mereka mulai merenungkan beberapa pilihan nama yang melambangkan kebahagiaan dan cinta dalam keluarga Bakti Bangsa.


Haidir, anak sulung mereka, dengan penuh semangat memberikan saran pertamanya, "Bagaimana kalau kita beri nama Kia?"


Semua orang memandangnya dengan penuh keterkejutan. Ega dan Sahrul tersenyum bangga pada anak mereka yang telah memberikan saran yang begitu bermakna.

__ADS_1


"Kia," ulang Ega dengan lembut. "Itu adalah nama yang indah. Apa artinya, sayang?"


Haidir menjawab dengan penuh keyakinan, "Kia artinya unik dan berharga, seperti adikku yang baru lahir. Dan huruf K dan A-nya juga mengingatkan pada kita semua, Kehadiran yang Indah dan Ajaib."


Semua orang terharu mendengar penjelasan Haidir. Mereka merasa bahwa nama Kia memang sangat cocok untuk sang putri yang telah membawa begitu banyak kebahagiaan dalam keluarga mereka.


Dengan suara bulat, mereka semua menyepakati bahwa nama Kia adalah pilihan yang sempurna. Sang putri pun resmi diberi nama Kia, sebuah nama yang penuh makna dan cinta.


Bab 52: Nama untuk Sang Putri (Lanjutan)


Setelah keluarga Bakti Bangsa sepakat memberikan nama Kia untuk sang putri yang baru lahir, mereka merasa perlu merayakan momen ini dengan upacara peresmian nama. Mereka ingin mengabadikan momen indah ini dalam ingatan mereka dan juga ingin mengundang kerabat dan teman-teman dekat untuk ikut berbagi kebahagiaan.


Persiapan upacara pun dimulai dengan penuh semangat. Fadhil, yang memiliki bakat dalam mengorganisir acara, berperan sebagai "event planner" keluarga. Dia merancang segala detail dari undangan, dekorasi, hingga makanan yang akan disajikan.

__ADS_1


Di hari yang dinantikan, rumah Bakti Bangsa dipenuhi dengan keceriaan. Taman di halaman belakang telah dihiasi dengan rangkaian bunga dan lampion yang cantik. Meja makan dihias dengan segala jenis makanan kesukaan keluarga dan tamu-tamu yang diundang.


Tamu-tamu mulai berdatangan, dan keluarga Bakti Bangsa menyambut mereka dengan senyuman hangat. Ada keluarga, teman-teman dekat, rekan kerja, dan tentu saja tetangga baru mereka, Pusvita dan Valerine.


Acara dimulai dengan sambutan singkat dari Fadhil. Dia berbagi tentang makna nama Kia dan betapa pentingnya momen ini bagi keluarga Bakti Bangsa. Semua orang mendengarkan dengan penuh perhatian, merasa terharu oleh cinta dan kebersamaan yang terpancar dari keluarga ini.


Kemudian, tiba saatnya untuk peresmian nama. Ega dan Sahrul memegang Kia dengan penuh kasih sayang di depan para tamu. Fadhil memimpin acara dengan mengumumkan nama sang putri, Kia Bakti Bangsa. Semua orang memberikan tepuk tangan meriah sebagai tanda persetujuan dan kebahagiaan.


Setelah peresmian nama, acara dilanjutkan dengan pesta kecil. Para tamu menikmati makanan lezat dan berbincang-bincang dengan gembira. Haidir, Wulan, dan Valerine juga terlibat dalam menyajikan makanan dan minuman kepada para tamu, menunjukkan rasa tanggung jawab dan kebersamaan dalam keluarga.


Pada akhir acara, Ega dan Sahrul mengucapkan terima kasih kepada semua tamu yang telah hadir dan berbagi kebahagiaan bersama mereka. Mereka merasa diberkati memiliki keluarga dan teman-teman yang begitu mendukung dan mencintai mereka.


Upacara peresmian nama Kia menjadi momen yang tak terlupakan dalam perjalanan keluarga Bakti Bangsa. Mereka merasa semakin kuat dan bersatu dalam ikatan cinta dan kebersamaan, siap menghadapi setiap tantangan dan petualangan dalam kehidupan yang penuh makna.

__ADS_1


__ADS_2