Awal, Dimulai Dari Menikahi Presiden Wanita Gunung Es

Awal, Dimulai Dari Menikahi Presiden Wanita Gunung Es
Bab 48 Menggapai Mimpi


__ADS_3

Setelah melewati masa-masa sulit, keluarga Bakti Bangsa kembali fokus pada tujuan dan mimpi-mimpi mereka. Zahra semakin semangat untuk melanjutkan perjuangannya dalam dunia lingkungan dan sosial. Dia kembali aktif terlibat dalam program-program yayasan dan bekerja sama dengan organisasi lain untuk menciptakan perubahan positif.


Fadhil juga kembali mengejar passion-nya dalam menulis. Setelah menyelesaikan bukunya, dia merasa lebih bersemangat untuk mengeksplorasi kisah-kisah baru dan ide-ide segar. Dia menghadapi berbagai tantangan dalam proses kreatifnya, tetapi cinta dan dukungan dari keluarga selalu menjadi sumber inspirasi utamanya.


Haidir, Wulan, dan Valerine juga semakin berkembang dalam berbagai aspek kehidupan mereka. Haidir menunjukkan minat yang besar dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, sementara Wulan semakin terampil dalam seni lukis dan Valerine semakin bersemangat dalam dunia sastra. Keempat anak-anak ini terus mendapatkan dukungan dan dorongan dari orang tua dan kerabat mereka.


Sementara itu, Ega dan Sahrul juga tidak tinggal diam. Ega semakin berkembang dalam karirnya sebagai desainer grafis, dan Sahrul meraih kesuksesan yang semakin besar dalam dunia kedokteran. Mereka berdua tetap menjaga keseimbangan antara karir dan keluarga, memastikan bahwa Haidir, Wulan, dan Kia selalu mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang mereka butuhkan.

__ADS_1


Di tengah kesibukan mereka, keluarga Bakti Bangsa juga selalu mencari waktu untuk bersatu dan menghabiskan waktu bersama. Mereka melakukan perjalanan, mengadakan acara keluarga, dan merayakan setiap momen penting dengan sukacita. Cinta dan kebersamaan mereka semakin kuat dari hari ke hari.


Saat melihat ke belakang, mereka sadar bahwa perjalanan mereka penuh dengan liku-liku, tantangan, dan kebahagiaan. Mereka telah belajar bahwa keluarga adalah tempat di mana mereka menemukan dukungan sejati, cinta tak terbatas, dan kekuatan untuk menghadapi segala sesuatu.


Namun, dalam perjalanan menuju impian mereka, tidak selalu ada jalur yang mulus. Meskipun mereka telah menghadapi dan mengatasi banyak cobaan bersama, tantangan baru selalu ada di depan mata. Salah satu peristiwa yang mendatangkan kejutan adalah ketika pusvita, teman dekat keluarga Bakti Bangsa, datang dengan berita yang mengejutkan.


Tangis pun pecah dari mata Zahra. Pertemanan mereka telah begitu erat, dan berita ini terasa seperti kehilangan besar baginya. Fadhil memeluk istrinya dengan penuh kasih. "Kita selalu mendukungmu, Pusvita. Tapi apa yang akan kamu lakukan?"

__ADS_1


Pusvita menatap keluarga Bakti Bangsa dengan penuh haru. "Aku ingin tetap dekat dengan kalian, tetapi aku juga merasa tanggung jawab terhadap tawaran ini. Aku tahu bahwa ini adalah peluang besar bagiku, tetapi hatiku juga terbelah."


Zahra mengusap air matanya. "Pusvita, kamu adalah bagian dari keluarga kita. Kita akan selalu mendukungmu, apa pun keputusanmu. Kami tahu bahwa ini adalah peluang yang luar biasa bagimu."


Fadhil menambahkan, "Kita akan merindukanmu, tapi jika ini adalah langkah yang akan membawamu lebih dekat pada impianmu, maka pergilah dan raihlah. Kami akan selalu ada di sini untukmu."


Pusvita tersenyum sambil menghapus air matanya. "Terima kasih, kalian adalah keluarga terbaik yang pernah aku miliki." Mereka berdua saling berpelukan dalam kehangatan.

__ADS_1


Kepergian Pusvita membawa perubahan dalam dinamika keluarga Bakti Bangsa. Namun, mereka terus bersatu dan saling mendukung, meskipun jarak fisik memisahkan mereka. Pusvita tetap terlibat dalam aktivitas yayasan dari jauh, dan komunikasi mereka tak pernah pudar.


__ADS_2