
Di sebuah rumah tepatnya di kamar, terdapat gadis yang sedang menangis tersedu mengingat apa yang telah sang papa perbuat kepadanya
' Saya tidak akan pernah Sudi mempunyai anak seperti kamu!!'
' lebih baik kamu pergi dari sini '
' lebih baik kamu mati '
' Jangan harap saya akan menyayangimu seperti saya menyayangi Zevan!! '
" T-tpi kenapa sakit banget ya Allah "
" A- apa segitu bencinya papa sama gw"
" Gw ga yakin gw bisa luluhin hati papa "
" Tapi gw harus berusaha, gw harus kuat, Azura kuat , ga boleh pesimis, gw punya tuhan , ya Allah bantu Zura luluhin hati papa ya, aamiin "
Setelah lama menangis dia pun tertidur
...Di pagi harinya...
Azura bangun dari tidurnya dan bergegas mandi. Setelah mandi, dia mengikat rambutnya menjadi 1 ke belakang. Mengoleskan lip bam sedikit di bibirnya agar tidak terlihat pucat. Memakai parfum dan memakai sepatu. bersiap siap untuk turun ke bawah.
__ADS_1
Azura termasuk gadis yang cantik di sekolahnya. Banyak kaum laki-laki yang suka padanya tetapi selalu ia tolak. Azura juga anak yang sopan dan berprestasi. Dia sering mengikuti olimpiade matematika, sains ,dan bahasa. Tetapi semua itu tidak cukup untuk meluluhkan hati papanya.
Di meja makan terdapat Adinda dan Zevan yang sedang menunggu Azura untuk makan. Dia tidak pernah melihat Vero di meja makan.
" Papa udah makan ma? ". Tanyanya pada sang mama.
" Kamu tidak perlu pikirin papa sayang, yuk makan dan berangkat sekolah ". Jawab sang mama.
" Makan yang banyak biar kuat ". Canda sang kakak
" Iya kak, biar kuat ngadepin papa, hehe ". Kata Azura terdengar pilu. Adinda dan Zevan yang mendengarnya merasa sedih.
" Azura berangkat dulu ya ma ". Azura menyalami tangan kakak dan mamanya.
Sesampainya di sekolahnya SMA Bima Sakti, Azura memarkirkan Scoopy hitamnya dan berjalan menuju kelasnya XI IPA 2. Azura hanya mempunyai dua teman yaitu Gea dan Salsha.
" Mau ke kantin gak Ra? ". Kata Gea.
" Engga dulu Ge, gw ke perpus aja baca buku, gw juga ga laper ". Kata Azura
" Nabung lagi Lo? ". Sewot Salsha
" Iya "
__ADS_1
" Nabung sih nabung Ra, tapi Lo juga harus jaga kesehatan, gw yakin tadi pagi Lo belum makan , gw bawain makan, Lo disini aja. ayok ge ". Balas Salsha, menyeret tangan Gea
" Ga usah sa "
" Ga terima penolakan!! ". Teriak salsa dibalik pintu kelas.
Sepulang sekolah , Azura dan teman temannya sedang mengobrol di taman belakang sekolah
" Lu serius mau beli kafe? ". Tanya Salsha
" Iya sa, buat jaga jaga kalau misalkan gw diusir dari rumah, gw bisa atur lah "
" Lo bisa tinggal di rumah gw Ra ". Saut Gea
" Gw gamau ngrepotin kalian "
" Terserah Lo aja lah Ra, apapun yang Lo lakuin gw dukung, kalo ada apa apa hubungin gw sama Salsha ya!! "
" Oke "
Dari perbincangan tersebut, Azura akan membeli kafe besok di hari libur ditemani oleh Salsha dan Gea. Setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing.
...Keesokan paginya...
__ADS_1
Rencana Azura untuk membeli kafe pun berhasil. Tidak sia sia dia menabung dari kelas 8 SMP sampai sekarang. Jika dia sedang di hukum papanya , dia tidak akan tidur di luar lagi, dia akan tidur disini, di kafenya sendiri. Tidak ada yang mengetahui bahwa kafe ini milik Azura selain teman teman terdekatnya.
Bersambung............