
Sugeng mengacungkan jari tengahnya dan berjalan ke dapur mengambil sendok.
Dengan sifat mereka yang usil, mereka mulai membangunkan murid murid. Satya, Supri, dan Sugeng pun berpencar. Perbuatan mereka menimbulkan suara gaduh, membuat para murid dengan cepat terbangun. Tak butuh waktu lama, mereka membangunkan para murid kebo.
Semua murid berkumpul. Mereka dibagi kelompok yang beranggota 4 orang. Setiap kelompok ditugaskan mencari 3 bendera .
Kelompok 5 :
- Azura
- Zidan
- Supri dan
- Zea
Kelompok 6 :
- Vemas
- Dion
- Tika dan
- Dina
Kelompok 8 :
- Bagong
- Sugeng
- Satya dan
- Aleya
Kelompok 5 berjalan terlebih dahulu, kemudian disusul kelompok 6, kelompok 7, dan kelompok 8. Dengan dibekali senter, kelompok 5 mulai berjalan.
" Lo didepan dong Dan!." Kata Azura.
" Yang bawa senter seharusnya di belakang Ra, biar bisa kelihatan yang depan. Gw juga jagain lo berdua dari belakang." Kata Zidan.
" Bilang aja lo takut di belakang, yakann!. " Kata Zea.
Zidan hanya menyengir lebar.
Mereka melanjutkan jalannya. Dipertengahan perjalanan, tiba tiba Azura berhenti. Supri yang tidak fokus menabrak tubuh Zea.
" Woyy, kalau berhenti bilang bilang dong!." Kata Supri kesal.
" Husttt, diem dulu!." Kata Azura pelan.
" Liat ke samping kanan, sebelah pohon pisang! ." Perintah Azura.
Mereka serentak menolehkan wajahnya ke arah samping kanan yang dimaksud Azura.
" Seeet...., sett... Poconggg!!." Saat akan lari, tangan Supri decekal oleh Zidan.
" Eits.., Mau kemana lo!." Kata Zidan.
*Plakk..
Zea menampar pipi Supri. Seketika Supri terdiam.
" Kita harus ambil bendera yang nancep di dahan pohon pisang itu!." Kata Azura.
Mereka menoleh ke arah pohon pisang di samping si pocong. Disana terdapat 3 bendera tertancap bersampingan.
" Bismillahirrahmanirrahim!." Zidan mengambil kerikil yang berada di samping tempatnya berpijak.
" Mau ngapain lo?." Tanya Azura.
" Ngelempar jumroh!." Jawab Zidan asal.
Sebelum Azura menjawab, dengan cepat Supri mengambil kerikil yang berada di tangan Zidan dan melemparkannya ke arah pocong tersebut.
__ADS_1
" Pocong anjing, astaghfirullah, tolol, babi, subhanallah wabihamdihi, subhanallah hal azimm, Bangs*at, lailahaillallah muhammadurrosullullah." Supri melempari pocong tersebut membabi buta.
" Tunggu, kok pocongnya gak gerak sih!!." Kata Zidan.
Dengan nafas ngos-ngosan, Supri menjawab
" Iya juga ya, biasanya ngilang."
Dengan berani, Azura berjalan menuju pocong tersebut.
"Hati hati Ra!!." Kata Zea, dia mengerti apa yang akan Zura perbuat.
Azura memandangi pocong tersebut. Dengan penasaran Azura memegang kepala si pocong, dan menariknya ke atas.
" Aaaaaa..., kepalanya ucull!!." Teriak Supri di telinga Zidan.
" Anjing!." *plakk..
Zidan spontan menggeplak pipi Supri karena kaget.
Mereka bertiga berjalan mendekati Azura. Supri berjalan dengan menggosok kedua pipinya yang memerah akibat di tampol Zea dan Zidan.
" Cuma boneka ternyata." Kata Zura, membuang kepala pocong dan mencabut 3 bendera yang ada di batang pohon pisang.
...Disisi lain...
Kelompok 6
Vemas, Dion, Tika dan Dina berjalan memasuki hutan . Vemas dan Dion berjalan di depan. Dina dan Tika saling menggenggam tangan takut. Tidak ada perbincangan selama mereka berjalan menyusuri hutan. Saat sedang asik berjalan, tiba tiba ada sepasang tangan berlumuran darah memegang bahu Dina. Dengan spontan Dina berhenti.
" Vem, Yon, Ka, di belakang gw siapaaa?." Tanya Dina kepada Vemas, Dion, dan Tika. Ketakutan .
Vemas ,Dion , Tika menoleh ke belakang Dina. Disana terdapat sesosok kuntilanak berambut panjang, berlumuran darah, dan berbaju putih lusuh sedang memegang pundak Dina.
" Lepasin temen gw! ." Kata Vemas.
Dengan kencang sosok tersebut tertawa.
Tanpa basa basi Dion berlari menuju kuntilanak tersebut dan menendang perut kuntilanak.
*buag..
" Loh, Kok ga tembus?. " Tanya Dion kebingungan
" awhh.., sakit MONYETTT. Ngapain tendang perut gw sihhhh." Kata kuntilanak kesal.
" Lah, manusia toh?." Tanya Dion lagi.
" Ya menurut loo!."
" Disuruh siapa lo begitu?." Tanya Dion.
" Bu Sari!."
" Lo tau ga benderanya dimana?." Tanya Vemas to the point.
" Noh, dibalik pohon jati." kuntilanak menunjuk salah satu pohon jati.
Mereka ber empat menuju pohon jati yang ditunjuk kuntilanak tersebut. Dan benar, dibalik pohon jati tersebut terdapat 3 bendera sekaligus.
" Hehh, mau kemana lo semua, tolongin gw dulu donggg!!." Teriak kuntilanak melihat ke empat manusia berjalan meninggalkannya.
" Dasar manusia gak tau di untung!!. Tapi kan gw juga manusia yak! ,khikhikhiiiii......" Gumam kuntilanak tersebut.
...Disisi lain...
Kelompok 8
Giliran kelompok 8 mulai memasuki area hutan. Selama perjalanan, Aleya terus bergumam kesal. Bagaimana tidak kesal, di dalam kelompok ini, hanya dia satu satunya yang waras. Meskipun perempuan, Aleya termasuk anak yang pemberani.
Aleya memimpin berjalan didepan , sedangkan Satya, Sugeng, dan Bagong mengekor di belakang dengan saling mencekram baju Aleya.
" Jangan tarik tarik baju gw dong, melar nih entar!!!." Kata Aleya kesal.
" Ya maap Ya, lagian gelap!." Kata Bagong menimpali.
__ADS_1
*Pletakk...
Aleya menyentil jidat Bagong
" Pantes gelap, buka dong mata loo!!." Kata Aleya bertambah kesal.
Karena sejak tadi Bagong terus memejamkan matanya. Bagong memegang baju Aleya untuk menuntun dirinya berjalan.
" Tau tuh, bocah tolol!." Kata Satya.
" Lo juga tolol!! , ketua OSIS kok penakut!." Kata Aleya meledek.
" Aleya jangan galak galak dong!." Kata Sugeng.
" APA LOO!!." Kata Aleya ngegas.
*sreekkk..sreekk...srrek...
Mereka terdiam.
" Kalian denger suara itu ga?." Kata Sugeng bertanya.
Mereka bertiga mengangguk serempak.
" Kayak suara dedaunan diseret!." Kata Aleya.
Mereka bertiga mengangguk lagi.
Tiba tiba dari arah belakang mereka terdengar suara seseorang samar dan lembut.
" mau kemaanaa?." Ucap suara misterius tersebut.
Seketika tubuh keempat peserta Jurit Malam tersebut mematung tegang.
" Tenangg, jangan panikk, dalam hitungan ke tiga, kita noleh ke belakang bareng bareng!." Kata Aleya mengintruksi.
1
2
3
Mereka menoleh ke belakang secara bersamaan. Terlihat disamping pohon jati terdapat sesosok makhluk dengan pakaian perawat yang sudah lusuh, darah yang bercucuran, rambut Kumal, sedang terduduk dengan menundukkan kepalanya. Saat keempat anak tersebut sedang memperhatikan sesosok makhluk itu, tiba tiba makhluk tersebut mendongakkan kepalanya menghadap mereka.
" Aaaaaaa.., setannnnn!." Kata Satya berteriak kemudian berlari.
" Woyy, Satya anak dugongg!, tungguin gww!!." Kata Bagong ikut berlari diikuti oleh Sugeng.
" Punya temen gini amat yah!." Kata Aleya bergumam lirih.
" Udah ditinggalin, senternya dibawa juga." Aeya mengambil nafas dalam dalam kemudian
" ANAK SETANNN!!."
" Ga ikut lari neng?." Kata suster ngesot.
" Capek bang!." Kata Aleya ikut duduk di samping suster ngesot.
" Enak aja bang bang bang bang, gw cewek bego!." Kata suster ngesot tidak terima dirinya dipanggil bang.
" Oh iya lupa."
" Nyari ini ya neng?." Kata suster ngesot mengeluarkan benda dari balik tubuhnya.
" Oh, iya mbak makasih ya!." Aleya menjulurkan tangannya untuk mengambil 3 bendera yang ada di tangan suster ngesot.
" eits.., ceban dulu dong!." Kata suster ngesot.
" Ceilehh, dasar setan mata duitan!."
" Yaudah kalau gak mau, biar saya kasih ke orang yang lewat nanti!."
" Eh, jangan dong!."
Aleya merogoh sakunya dan memberikan uang 50 ribu kepada mbak suster ngesot.
__ADS_1
" Uhuy, ceban ceban!." Kata suster ngesot bersenandung.
Bersambung.........