
Hari menunjukkan pukul 04.30. Para siswa diberi waktu 10 menit untuk beristirahat seusai melaksanakan kegiatan Jurit Malam. Mereka sibuk menceritakan pengalaman Jurit Malam mereka.
Tanpa terasa, waktu 10 menit telah berlalu. Para murid mengambil alat sholat dan mulai berwudhu , kemudian berjalan menuju tempat untuk beribadah yang sudah disiapkan oleh anggota OSIS. Mereka beribadah dengan dialasi terpal. Beberapa terpal terjejer rapi memenuhi area tersebut.
Setelah sholat selesai, Para murid kembali melakukan tugasnya, yakni mencopoti tenda sekaligus membersihkan area perkemahan. Karena jam 10 nanti mereka akan kembali menuju sekolah tercinta mereka.
Sebelum pulang, siswa siswi diharuskan untuk makan terlebih dahulu. Satya, Vemas, Zidan, dan Dion bertugas untuk membagikan makanan yang dibungkus dengan kertas minyak.
" Asikk, makan nihh.." Kata Supri bahagia. Jarang jarang ia makan nasi bungkus.
Kebanyakan dari mereka tidak pernah makan mengunakan kertas minyak, Oleh sebab itu, mereka diajarkan untuk merasakan bagaimana sulitnya orang diluaran sana mencari makan, Mereka diajarkan bersyukur bisa memakan makanan yang enak selama ini.
Saat Supri ingin membuka bungkus kertas minyak tersebut, sebuah suara mengagetkannya.
" JANGAN!!."
Supri terlonjak kaget, mengelusi dadanya.
Suara siapa?, Ya pasti Bu Sari.
" JANGAN DIBUKA DULU!!."
" SAAT KALIAN MAKAN MAKANAN ITU NANTI, JANGAN ADA YANG BERSUARA!!."
" JIKA ADA YANG BERSUARA, SIAP SIAP TERIMA HUKUMAN DARI SAYA, KALIAN SEMUA HARUS MENGHARGAI PEMBERIAN SESEORANG!."
" MAKANAN INI KHUSUS UNTUK KALIAN!!, IBU IBU WARGA SINI YANG MASAKIN!. "
" MENGERTI SEMUANYA?!." Tanya Bu Sari.
" Mengerti Bu!!.." Saut semua murid.
" SEKARANG BUKA MAKANAN KALIAN, INGAT, JANGAN ADA YANG BERSUARA!!."
Saat dibuka, tersajilah sebongkah nasi putih yang padat dan keras ( Porsi kuli ). Dilengkapi dengan satu biji tahu dan tempe serta sendok plastik kecil.
Azura melotot melihat makanan yang tersaji di hadapannya. Bagaimana tidak, nasi porsi kuli, tahu yang sedikit gosong, tempe yang keras, dan sendok kecil yang letoy. Seketika nafsu makan Azura menghilang. Padahal Azura sangat menunggu saat saat ini.
Mau tidak mau Azura harus memakan makanan itu walau lidah menolak. Saat ingin memotong tempe menggunakan sendok plastik tersebut, tiba tiba sendok itu bengkok dan tempe tersebut berpindah posisi, melayang ke makanan Vemas sangking kerasnya tempe tersebut.
Vemas terkejut dan tanpa sadar mengumpat.
" Anj*ing!!."
Azura membekap mulutnya, antara terkejut atau menahan tawa.
" VEMASS!!." Murka Bu Sari.
" BERDIRI KAMU!!."
" ANGKAT SATU KAKI KAMU, DAN SILANGKAN KEDUA TANGAN KAMU MEMEGANG TELINGA!!."
" KEMUDIAN UCAPKAN KALIMAT * SAYA MEMBUAT GADUH SAAT MAKAN * BERULANG ULANG!."
" Tapi saya belum makan Bu." Jawab Vemas.
" MAU PROTES KAMU HAH?, LAKUKAN APA YANG SAYA PERINTAHKAN!!."
Vemas menurut, ia melaksanakan hukuman yang diberikan Bu Sari kepadanya.
Pandangan Bu Sari selanjutnya mengarah pada makanan Azura. Ia mencari dimana letak sebongkah tempe Azura yang tidak berada pada tempatnya, melainkan berada di makanan Vemas.
__ADS_1
" AZURA!!."
Azura, Supri, Zidan, dan Zea terperanjat kaget mendengar suara Bu Sari yang memekakkan telinga.
" Saya Bu?." Menunjuk dirinya sendiri.
" BERDIRI DI SAMPING VEMASS, LAKUKAN HUKUMAN SEPERTI VEMAS!."
Azura menurut.
" Saya membuat gaduh saat makan." Ucap Vemas.
" Saya membuat gaduh saat makan." Lanjut Azura .
" Saya membuat gaduh saat makan." Vemas lagi.
" Saya makan membuat saat gaduh. " Azura.
" Eh.." Azura menutup mulutnya.
" Pftt..." Supri, Dion, dan Zidan menahan tawa.
" ZIDANN!!, SUPRII!!, DIONN!!, BERDIRI KALIAN!!."
Zidan dan Supri saling pandang dan tersenyum penuh misteri kemudian mengangguk. Seakan terjadi komunikasi batin antara mereka berdua.
" Siyi mimbiit gidih siit mikin." Ujar Supri.
" Saya membuat gaduh saat makaaaaaaaaaaaaaaaaaa...."
Ujar Zidan sepanjang nafasnya.
*Plakk.....
Azura melayangkan tangannya menampar mulut Zidan.
Zea, Satya, Bagong, dan Sugeng tertawa terpingkal-pingkal. Karena melihat
Wajah Vemas yang tertekan.
Wajah kesal Azura saat menampar Zidan .
Wajah Supri yang tak tau malu.
Wajah Zidan yang meringis kesakitan akibat tamparan Zura.
Wajah Dion yang mencoba menahan tawa.
Bercampur menjadi satu.
Alhasil, semua murid tidak dapat menahan tawa. Mereka semua dihukum untuk melakukan hal yang sama.
...Perjalanan pulang....
Selama perjalanan pulang, semua murid tepar. Mungkin karena kurangnya jam tidur tadi malam. Atau mungkin ada yang tidak tidur .
Sampailah 2 rombongan bus di kawasan SMA Galaksi. Semuanya turun dan berpamitan untuk pulang.
__ADS_1
" Mampir kafe gw yok, Laper nih!." Kata Azura.
" Yok gas!." Sahut Zea.
" Aleya ikut ga?."
" Gw ga bawa motor!."
" Nebeng gw aja, gw bawa motor!."Kata Zea lagi. Dianggukki oleh Aleya.
" Lo pada ikut ga?." Tanyanya pada 3S1B.
Supri, Satya, Sugeng, Bagong .
" Gas lah, lumayan makan gratis!." Kata Supri tanpa dosa.
9 Motor ninja hitam keluar dari kawasan sekolah menuju kafe Azura. Mayoritas murid penghuni SMA Galaksi adalah orang berada atau kaya raya.
Sesampainya di Anta's ( Kafe Azura ), Mereka langsung naik ke lantai 3.
...Di malam harinya....
Azura sedang memakan snack sambil menonton film di ruang keluarga. Azura sudah biasa di rumah sendiri. Bu Inah dan kawan-kawan bekerja hanya sampai jam 3 sore.
Dari arah pintu, Zevan berjalan mengendap-endap bertepatan dengan adegan horor yang terputar di layar televisi. Dengan tegang dan sedikit ketakutan, Azura terus memperhatikan televisi.
*Doorr..
" BANGKEE!!."
" Heh, mulutnya!!." Zevan melotot.
" Lo sih, ngagetin!."
" Lalolalo, Abang!!, Tua an gw juga!!."
" Udah sholat blm lo?."
" Blom." Ucap Azura singkat. Fokus menonton.
" Sholat dulu, nanti lanjut nontonnya, tadi gw beliin martabak!."
" Keju kacang?." Tanyanya dengan mata berbinar.
Zevan mengangguk.
Dengan cepat Zura melompat melewati sofa dan berlari menuju kamarnya yang berada di lantai 2. Zevan hanya bisa menggelengkan kepala dan mengusap dadanya melihat kelakuan adeknya yang makin kesini makin kesana.
Entah mengapa Zura sangat menyukai martabak manis. Apalagi rasa keju kacang.
Setelah melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim, Azura dan Zevan duduk kembali di sofa . Mereka melanjutkan nonton film horor dengan ditemani sekotak martabak yang masih anget.
" Ra!."
" Hmm!."
" Lo beneran cinta sama Vemas?." Tanya Zevan serius.
Bersambung.........
Ada yang mau visualnya ga?, Kalau mau Ken dongg!!
__ADS_1