
" OKE, ACARA PERTAMA SUDAH DILAKSANAKAN YAITU PAMASANGAN TENDA. SEKARANG, ACARA KEDUA YAITU MENCARI KAYU BAKAR DAN AIR. BENTUK KELOMPOK YANG ANGGOTANYA 5 ORANG. DIMULAI DARI SEKARANG. "
Para murid berpencar mencari kelompok masing-masing .
Kelompok 5
- Azura
- Aleya
- Zea
- Dina
- Tika
Kelompok 7
- Vemas
- Satya
- Zidan
- Dion
- Supri
Kelompok Azura bertugas mengumpulkan kayu bakar, sedangkan kelompok Vemas bertugas mengumpulkan air.
" Ayo cepett! ." Kata Satya.
" Bagi kelompok ya, Biar airnya ke kumpul banyak, gw sama Vemas ke arah timur lo bertiga ke arah barat!. " Kata Satya memerintah.
" Gausa sok ngatur deh lo, gw mau sama Vemas, mentang mentang ketos !." Kata Zidan.
Semenjak sering adu mulut dengan Aleya , sekarang mulut Zidan sering ceplas-ceplos dan berbicara sesukanya.
" Emang kenapa kalau gw ketos?. " Balas Satya.
" Berisik!!, gw sama Satya!." Kata Vemas tak bisa di bantah.
" Tap- "
Zidan segera menghentikan ucapannya saat Vemas menatapnya garang.
" Oke !." Kata Zidan pasrah.
Vemas dan Satya mulai berjalan ke arah timur. Selama perjalanan, mereka hanya diam dan fokus mencari sungai. Sampailah mereka pada persimpangan jalan.
" Kesana!. "" Sana !." Ucap Satya dan Vemas bersamaan, menunjuk arah yang berbeda. Satya dan Vemas saling menatap garang.
" Suit!!. " Kata Satya.
" Oke, siapa takut! ."
Mereka berdua pun melakukan suit , sudah dipastikan Vemas pemenangnya.
...Di sisi lain...
Saat Zidan dan Dion ingin melanjutkan perjalanan, Dion berkata
" Kok kayak ada yang kurang ya? . Lo ngerasa ga Dan? ." Tanya Dion ke Zidan.
__ADS_1
" Iya ya, apa ya?." Balas Zidan
Mereka berdua mencoba menerka nerka apa yang kurang.
" Supri !!." Kata Dion teringat.
" Ga bener nih si Supri ." Kata Dion
" Ilang mulu nih si Supri !, Gedeg gw lama lama! ." Kata Zidan greget.
" Sup Supri....." Panggil Zidan.
" Nada lo gaenak bangget manggilnya nyet." Menyenggol lengan Zidan.
" Ya terus gimana dong!!."
" Biar saya kasih tau ya, cara manggil Supri itu gini! ." Kata Dion menasehati.
"Prii, Supriiiiiiiii........, Gituu!. " Kata Dion
" Suka suka lo deh Yon." Kata Zidan
" Woy Supri!!, Lo ga muncul gw tinggal lo ya!!. " Kata Zidan jengkel.
" Ono opo to nyeluk nyeluk? ." Kata Supri santai, seperti manusia tak berdosa.
" Lo kemana aja monyet?!! ." Kata Dion ikutan jengkel.
" Nyari sungai, sekaligus boker. Lega banget gw habis boker ." Kata Supri menyengir.
" ANAK MONYETTT!!!. " Kata Zidan berteriak. Seperti mempunyai dendam terkesumat pada si Supri.
Akhirnya mereka bertiga berjalan menuju sungai yang tadi ditempati Supri boker. Tak lupa mereka juga membawa jerigen masing masing untuk menampung air.
Selama perjalanan menuju sungai, Supri terus menyanyikan kalimat yang berbunyi :
Dion yang mendengarnya hanya mampu mengelus dada sabar. Tapi tidak dengan Zidan. Wajahnya memerah menahan emosi. Setau Zidan, Kalimat tersebut seharusnya berbunyi :
" Dimas anjay Mabar, profesional ."
Sudah, begitu saja. Tetapi sejak kapan kata Dimas menjadi Supri?. Dan satu lagi, kenapa harus ada kata slebew? aha aha juga kenapa ada ?!
" Lo bisa diem gak sih!. " Kata Zidan menggenggam.
" Li bisi diim gik sih." Kata Supri mengejek.
" WAH, NGAJAK GELUT NIH ANAK! . SINI MAJU LO !." Kata Zidan emosi.
" Ngijik gilit ni inik, sin- . AAA...., MAMAAA, TOLONG SUPRIIIIIIIII!!!. " Berlari .
Zidan yang sudah tak dapat menahan emosi pun mengejar Supri.
" MAMAAAA, ANAK MONYET NGAMUKKK!!!." Kata Supri terus berlari.
Dion hanya tertawa melihat kelakuan Zidan dan Supri.
Tiba tiba Supri berhenti.
" Sini, tangkap gw kalo Lo bisa!! ."
Dengan berlari, Zidan mendekati Supri. Supri hanya diam. Saat jarak Supri dan Zidan terpaut 2m, tiba tiba Supri menggeser tubuhnya ke samping. Zidan yang saat itu berlari kencang, tidak dapat mengerem laju larinya dan
*Byurr...
__ADS_1
Zidan tercebur ke dalam sungai.
" Ahahahahahaha." Supri tertawa terbahak bahak.
*Byurr...
Seketika tawa Supri menghilang saat Zidan menarik bajunya dan menceburkannya ke sungai.
" Ahahahahahaha. " Ganti Zidan yang tertawa terbahak-bahak.
" Kalian ngapain? ." Kata Dion.
Zidan dan Supri saling pandang dan tersenyum jahat.
" Perasaan gw ga enak nih! ." Kata Dion bergumam.
Zidan dan Supri naik ke permukaan. Mereka memegang tangan Dion dan menggiringnya menuju sungai. Dion terus berontak dan
*Byurr..
"Bang*sat lo semua!!. " Kata Dion.
...Di sisi lain...
Azura, Aleya, Zea, Dina dan Tika sedang sibuk mencari kayu bakar di hutan. Saat akan mengambil kayu , tak sengaja lengan Azura tergores batang pohon. Terbentuklah luka besar dan memanjang di lengan Azura. Luka tersebut banyak mengeluarkan darah.
Akibat terlalu banyak mengeluarkan darah, Tubuh Azura melemas dan akhirnya pingsan. Zea yang mengetahui hal itu pun berteriak memanggil Aleya, Dina dan Tika.
" Terus gimana ini?. " Kata Zea panik.
" Ra, bangun Ra!." Kata Aleya, mencoba membangunkan Azura.
Mereka berempat sepakat untuk mencoba menuntun badan Azura menuju area tenda. Di tengah perjalanan, mereka bertemu Vemas dan Satya yang sedang sibuk mengangkat jerigen masing-masing.
" Vem, Vemass!! ." Kata Zea berteriak memanggil Vemas
" Napa?." Kata Vemas mendekat.
" Zura kenapa? ." Kata Vemas lagi. Memberikan jerigennya pada Satya.
" Udah gausa banyak tanya, cepet bawa Zura ke tenda! ."
" Lah terus gw gimana? ." Tanya Satya.
" Suka suka Lo deh !." Kata Aleya.
" Tungguin Zidan! ." Kata Vemas.
Vemas membopong tubuh Azura dan membawanya ke tempat pendirian tenda. Sesampainya di sana, Vemas disambut heboh oleh Bu Desi dan Bu Sari. Sementara kelompok Satya dan Zea melanjutkan tugasnya masing-masing .
Dari arah berlawanan, muncullah ketiga makhluk tuhan berjalan mendekati Satya dan kawan-kawan.
" Habis kecebur di got mana lo semua?. " Tanya Satya.
" Kecebur di got nenek moyang lo!." Kata Zidan ngawur.
" Kalian habis berenang?, Kok gak ajak Tika." Tanya Tika dodol.
Zidan menepuk kepalanya pusing. Diikuti Supri, Dion, Satya, Zea, Aleya, dan Dina.
...Kembali ke Vemas dan Azura...
Vemas dan Azura sedang berada di ruang kesehatan. Luka Azura sudah di bersihkan dan di perban oleh Bu Sari di bantu Bu Desi. Vemas diutus untuk menemani Azura sampai sadar dari pingsannya. Vemas terus memandanginya wajah kekasihnya itu
__ADS_1
Bersambung.......
Maaf apabila nama² di atas menyinggung pembaca. Ini hanya cerita. Apabila ada kesamaan nama, mohon dimaklumi. enjoy.