
Vemas dan Azura sedang berada di ruang kesehatan. Luka Azura sudah di bersihkan dan di perban oleh Bu Sari di bantu Bu Desi. Vemas diutus untuk menemani Azura sampai sadar dari pingsannya. Vemas terus memandangi wajah kekasihnya itu.
" Lagi lagi gw ga bisa jaga lo Ra! ." Menggenggam tangan Zura.
" Maafin gw Ra ." Kata Vemas lirih.
" Bangun dong Ra, Kalo lo bangun, gw bakal ajakin lo ke tempat bagus. Gw jamin, Lo bakal suka. "
Saat sedang mengajak Zura ngobrol, tiba tiba handphone Vemas bergetar. Ternyata Zevan yang meneleponnya.
" Assalamualaikum bang, ada apa bang? ." Tanya Vemas. Beranjak menjauh dari Azura.
' Lo lagi sama Zura ga? .'
" Iya , emang kenapa bang? ."
' Gw mau ngomong sama Zura! .'
" Zura pingsan bang, Tadi tangannya ke gores dahan pohon ."
' Udah gw duga, pantes dari tadi perasaan gw gaenak. Gw telpon Zura ga diangkat. Jagain Zura terus, jangan sampek adek gw lecet lagi, gw titip Zura sama lo!. ' Kata Zevan menghembuskan nafas kasar.
" Siap bang, makasih udah percaya sama gw. "
' Gw tutup, assalamualaikum .'
" Wa'alaikummussalam. "
Saat akan kembali menuju Azura, Vemas melihat Azura mulai membuka matanya sedikit demi sedikit. Vemas mempercepat langkahnya.
" Udah bangun Ra, Lo mau apa?, minum?, Nyemil?, atau apa? ngomong sama gw." Tanya Vemas bertubi-tubi.
Azura terus memandangi Vemas, kemudian dia tersenyum.
" Sejak kapan lo jadi bawel gini?. " Tanya Azura.
" Ck, Udah buruan mau apa? ." Berdecak.
" Kata lo tadi mau ajak gw ketempat bagus, dimana?. "
" Lo denger?." Tanya Vemas terkejut.
Azura mengangguk
" Hah?." Tanya Vemas bego .
" Gw udah sadar dari tadi, cuma pura-pura aja!. " Menyilangkan kedua tangannya.
Vemas menunjukkan raut wajah tanpa ekspresi. Azura hanya menyengir lebar menggoda Vemas. Vemas memalingkan wajahnya.
*pletakk...
Vemas menyentil jidat Azura.
" SAKIT BANGS-hmpp." Vemas membekap mulut Azura.
" Ngomong kasar nya dikurangin ya sayang!." Perintah Vemas.
Seketika wajah Azura memerah. Dengan cepat Azura mengambil bantal untuk menutupi wajahnya.
Vemas tertawa terbahak. Vemas mencoba menarik bantal yang menutupi wajah Azura tetapi Azura menahannya.
" Kenapa mukanya ditutupin bantal?." Tanya Vemas menggoda Azura.
" Jangan ditarik!! ,Maluu!!, jantung gw ga normal nih kayaknya!!." Kata Azura dibalik bantal.
Setalah beberapa detik, Azura melepaskan bantalnya . Mata Azura menatap Vemas, mata Vemas menatap Azura. Mereka berpandangan selama beberapa detik, mereka mencoba menahan senyum, dan akhirnya tertawa kencang bersama.
...Malam harinya...
Acara malam ini yaitu api unggun disertai penampilan band SMA Galaksi. Semua orang ikut menikmati lagu yang dibawakan Band SMA Galaksi tersebut.
Vemas, Azura, Dion, Zea, Zidan dan Aleya duduk berjejer.
" Yang mau request lagu boleh maju kedepann!! ." Kata penyanyi tersebut.
__ADS_1
" Zidan!!. " Kata Aleya usill.
Zidan menoleh menghadap Aleya.
" Hehh, gausah aneh aneh deh lo! ." Balas Zidan.
" Zidan! Zidan! Zidan!." Dion, Aleya , Zura, dan Zea ikut menyerukan nama Zidan sambil bertepuk tangan. Sementara Vemas tidak berkata apa apa, hanya bertepuk tangan saja. Dan akhirnya seluruh siswa mengikuti.
Mau tak mau Zidan maju kedepann menyanyikan lagu, entahlah lagu apa?.
" lagu apa?." Zidan memberi isyarat kepada Dion dengan menggerakkan tangannya.
" Halo calon bapak dan ibu sekalian!!. " Sapa Zidan.
*krik..krik..
hening...
" BAGAIMANA KABARNYA HARI INIII..!!?."
" BAIKKK..!! ." Jawab para murid serempak.
" Oke, pada malam hari ini, saya akan menyanyikan lagu favorit saya, Digeboy mujair!!!!!. " Kata Zidan heboh.
" UUUUUU......!! ." Kata murid-murid ikut heboh.
Digeboy-geboy mujair
Baru part pertama Zidan menyanyikan lirik lagu tersebut, riuh sorakan dan tepukan langsung menyeruak area perkemahan.
Dalam hati Dion dan Vemas berkata
' bukan temen gw. '
Nang-ning-nong, nang-ning-nong
Pak gulipak, bang dung ding, ser
Mustofa jadi nggak kuat
Mustofa tergila-gila
Sama seorang biduan
Zidan menggoyangkan badannya, goyang bang jali.
Digeboy-geboy mujair
Nang-ning-nong, nang-ning-nong
Pak guli pak, bang dung ding, ser
Melihat Zidan yang asik berjoget di atas panggung, sedikit demi sedikit, murid murid beranjak dari duduknya dan ikut bergoyang bersama Zidan. Termasuk Supri dan Bagong. Mereka berdua naik ke panggung untuk menyawer Zidan dengan uang 2000 an.
Seketika area perkemahan yang tadinya tenang menjadi gaduh karena ulah Zidan.
Mustofa sakit hati
Ditinggalkan kekasih
Lalu cari hiburan
Goyang sama biduan, ya-ya-ya-ya
Mustofa, oh, Mustofa
Urat sarafmu tegang
Biar saya obati
Dengan geboy mujair, ya-ya-ya-ya
Boleh dilihat, boleh disuka
Jangan diraba
__ADS_1
Boleh dilirik, boleh dipandang
Jangan dibawa
Ho-oh-oh
Ada yang punya
*swit..switt..
Siulan bersautan.
Digeboy-geboy mujair
Nang-ning-nong, nang-ning-nong
Pak guli pak, bang dung ding, ser
Mustofa sakit hati
Ditinggalkan kekasih
Lalu cari hiburan
Goyang sama biduan, ya-ya-ya-ya
" YUK BERGOYANG BERSAMA SAYAA. ZIDAN GEOVAAA!!. " Kata Zidan ditengah jeda lagu yang ia bawakan.
" UUUUUU.... " Suara dan tepukan tangan semakin riuh terdengar.
Mustofa, oh, Mustofa
Urat sarafmu tegang
Biar saya obati
Dengan geboy mujair, ya-ya-ya-ya
Azura, Vemas, Dion, Zea, dan Aleya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan Zidan yang makin lama makin abstrud.
Boleh dilihat, boleh disuka
Jangan diraba
Boleh dilirik, boleh dipandang
Jangan dibawa
Ho-oh-oh
Ada yang punya
Digeboy-geboy mujair
Nang-ning-nong, nang-ning-nong
Pak guli pak, bang dung ding, ser.
" Kayaknya gw salah milih orang!." Kata Aleya melihat Zidan dengan asiknya bergoyang di atas panggung.
" Perasaan dulu Zidan ga gini deh. " Kata Dion.
" Iya ya, perasaan dulu dia ganteng and cool gitu!." Kata Zea tanpa sadar.
Dion menatap Zea tanpa ekspresi .
" Ups.." Kata Zea membungkam mulutnya.
Zea melihat Dion yang menatapnya tajam.
" Cuma bercanda Dion.." Kata Zea menatap Dion.
Akhirnya lagu yang dibawakan Zidan pun selasai.
" Udah gede kok ngambek an.., udah gede kok nesu an!." Kata Zidan berjalan menghampiri teman temannya, dengan bernyanyi menyindir Dion.
__ADS_1
Bersambung....
Saya berterimakasih banget buat kalian yang udah baca and subscribe karya saya.