
" Udah gede kok ngambek an.., udah gede kok nesu an!." Kata Zidan berjalan menghampiri teman temannya, dengan bernyanyi menyindir Dion.
Dion menatap Zidan tajam.
" Apa lo?!!." Tantang Zidan menyebalkan.
" Oke, ada yang mau nyumbang lagu lagi?. " Tanya MC.
" Vemas!!! ." Kata Zidan kencang.
Spontan Vemas menoleh menghadap Zidan dan menatapnya tajam.
Para murid serempak menyerukan nama Vemas diikuti dengan tepukan tangan.
Azura memegang lengan Vemas .
" Gausa tegang tegang, lo cuma nyanyi, bukan jemput malaikat maut!! ." Kata Azura.
Vemas berdiri dan berjalan menuju panggung.
" Tumben tumbenan tuh si Vemas mau maju, lu sogok pake apa Ra?. Selama gw sekelas sama dia, ga pernah mau tuh kalo disuruh beginian." Kata Zidan syirik.
" Enak aja lo, gw ga nyogok apa apa ya, emangnya lo!!." Kata Zura judes.
" ekhem, Selamat Malam! ." Kata Vemas dari atas panggung.
Seketika cewek cewek histeris mendengar suara Vemas, mereka heboh sendiri. Mereka merasa sangat senang disapa oleh Vemas.
' Aaaa...., Vemas nyapa gwww!!!.'
' Jantung gw, Jantung gw!!.'
' Vemass, i love youuuu!!.'
' Gilaaa, Vemas ganteng banget!!.'
Azura yang mendengar jeritan para wanita alay hanya memutar bola mata malas.
" I Promise dari Harris J!." Kata Vemas berbicara pada musik yang akan menggiringnya bernyanyi.
Tepukan riuh terdengar menyeruak area perkemahan.
Every time that I need you by my side
Every time I lose my way in life
You're my circle of life, compass and guide
There behind me
Suara Vemas mengalun dengan indah. Semua murid beserta guru terpana mendengar suaranya. Mereka semua menikmati lagu yang dinyanyiin Vemas dengan bersenandung kecil.
And one day when the tables finally turn
And it's me you're depending on
I'll put you first, hold you close
Like you taught me
Know that I'll be there for you
For you
I promise anytime you call me
It don't matter where I am
I'll always be there, like you've been there
If you need me closer, I'll be right over
I swear, I swear
Vemas dan Azura saling pandang. Vemas bernyanyi dengan memandang Azura, seakan berkata bahwa lagu ini ia bawakan untuk Azura. Makan dan arti lagu ini juga mengungkapkan perasaan Vemas kepada Azura.
I promise anytime you call me
It don't matter where I am
__ADS_1
I'll always care for you, go anywhere for you
If you need me closer, I'll be right over
I swear, ooh
There are days when I just don't want to talk
And your feelings hit a wall
But that won't change
The love you've raised inside this family
Everything that I do is to make you proud
I just want to say it, and say it loud
You're my heat when I'm cold
The place I call home, and always will be
Know that I'll be there for you
For you
I promise anytime you call me
It don't matter where I am
I'll always be there, like you've been there
If you need me closer, I'll be right over
I swear, I swear
I promise anytime you call me
It don't matter where I am
I'll always care for you, go anywhere for you
If you need me closer, I'll be right over
I swear, ooh
Having someone to love
Having both is a blessing
That was sent from above
Oh I know that wherever I'll go
You'll be forever in my heart
I promise anytime you call me
It don't matter where I am
I'll always be there, like you've been there
If you need me closer, I'll be right over
I swear, I swear
I promise anytime you call me
It don't matter where I am
I'll always care for you, go anywhere for you
If you need me closer, I'll be right over
I swear, ooh
Tidak ada yang ricuh selama lagu *i promise* dinyanyikan. Semua fokus mendengarkan lagu yang dinyanyikan Vemas.
Singkat cerita, acara malam hari ini telah selesai. Semua murid dihimbau untuk beristirahat. Azura dan Vemas sedang berada di suatu tempat. Karena tadi Vemas berjanji akan membawa Azura ke tempat yang indah.
__ADS_1
Tempat yang menjadi tujuan mereka yaitu di pinggir danau di bawah pohon. Mereka duduk berdua di sana.
" Lo kok tau kalau gw suka bulan. " Kata Azura.
" Gw tau dari Zea ." Kata Vemas.
" Suka nggak sama lagu yang gw nyanyiin tadi?. " Tanya Vemas.
" Suka, suara lo bagus. " Kata Azura tanpa melihat Vemas.
Vemas membawa wajah Azura untuk menatap dirinya.
" Kalau ngomong sama orang, lihat orangnya! ." Kata Vemas.
Azura tersenyum .
Azura merebahkan kepalanya di paha Vemas. Vemas mengelus rambut panjang Azura.
" Gw sayang sama lo Azura Ananta." Kata Vemas
" Gw juga sayang sama lo." Kata Azura.
" I love you." Kata Vemas alay.
Azura terkejut mendengar kalimat Vemas yang menurutnya terlalu alay.
" I love me ." Kata Azura.
Vemas tersenyum sejenak mencoba memahami kalimat Azura, setelah itu Vemas melotot setelah mengetahui kalimat Azura yang berbunyi *I love me* bukan *I love you to*
" Kok gitu sih!!." Kata Vemas kesal.
Azura bangun dari paha Vemas, dia memegang wajah Vemas .
" Bercanda sayangg! ." Kata Azura.
Vemas terpaku mendengar Azura memangilnya dengan sebutan *Sayang*
" Apa?, coba ulangi lagi!."
" Sayang?. " Menaikan sebelah alisnya.
Wajah Vemas memerah. Ia mencoba menahan senyum yang sialnya ekspresi itu terlihat lucu dimata Azura.
Dengan tiba tiba Vemas beranjak dari tempat duduknya.
" Sayang!!!, mau kemana?." Kata Azura berteriak memanggil Vemas.
" Balik!! ." Kata Vemas singkat.
" Kok Azura nya ditinggalin sih sayangg!!." Kata Azura menggoda Vemas.
Vemas berhenti, membalikkan badannya ke arah Azura.
" Yaudah sini cepett!!." Kata Vemas.
Azura berlari menuju Vemas. Sesampainya di samping Vemas, Azura mencolek pipi Vemas dan berkata
" Salting ya mas?."
Lalu lanjut berlari menuju area perkemaha. Vemas terkejut dengan tindakan Azura. Vemas mencoba membalas perlakuan Azura dengan mengejar Azura dari belakang. Mereka tertawa bersama.
...Keesokan paginya jam 02.00...
Supri dan Sugeng merupakan anggota OSIS. Mereka diberi tugas Bu Sari untuk membangunkan para murid jam 2 dini hari bersama Satya . Dengan wajah mengantuk, mereka bertiga mulai membangunkan para murid yang sedang tertidur pulas.
*Tang.. tang ..tang ..
Entah ide darimana, dari arah dapur, Supri membawa tutup panci beserta sendok. Dengan iseng Supri memukulkan sendok ke tutup panci tersebut dan terciptalah bunyi yang sangat keras.
" Mari kita jalankan misi ini sambil bersenang senang!." Kata Supri mendrama.
Satya dan Sugeng yang awalnya masih terkantuk-kantuk menjadi semangat.
" Ambil sendok 4 Geng!." Kata Vemas menyuruh.
Sugeng mengacungkan jari tengahnya dan berjalan ke dapur mengambil sendok.
Bersambung......
__ADS_1
@bntng.ven