AZURA ANANTA

AZURA ANANTA
episode 2 Luka dan Duka


__ADS_3

Pukul 11 malam Azura baru sampai di kediamannya. Keadaan dirumah tersebut sepi dan gelap. Azura masuk dan berjalan mengendap-endap agar tidak ketahuan papa nya. Saat akan menginjak tangga, sebuah suara mengagetkannya


" Masih ingat rumah?! ". Katanya, sambil menyilangkan kedua tangannya.


" M-maaf ". Ucap Azura dengan tubuh bergetar.


" Mending ga usah pulang, Nyusahin ". Tanpa perasaan Vero mengambil rotan dan memukul kaki kanan Azura.


*bug


Azura jatuh terduduk


" Bangun kamu!! "


*bugg


Kaki kiri


*bugg


bahu kanan


Azura hanya bisa menahan sakit yang menjalar di area kaki dan bahu nya.


" Bangun!! "


Azura memejamkan matanya saat melihat Vero mengangkat tangannya , dan

__ADS_1


*bugg


Tunggu, Azura tak merasa sakit. Dia mencoba membuka matanya dan melihat abangnya Zevan berdiri membelakanginya. Zevan berdiri dengan kokohnya menahan pukulan sang ayah. Pada saat itu juga air mata yang mati matian dia tahan lolos, melihat orang yang dia sayang terluka.


" Zevan, maafkan papa nak, papa tidak sengaja ". Kata sang papa menentuh bekas pukulannya yang memerah.


" Papa bilang apa?, tidak sengaja?, jelas² papa sengaja melakukannya!!. Seandainya Zevan ga datang, mungkin papa akan sakitin adek kesayangan Zevan lebih parah dari ini. Sadar pa, Zura anak papa. Zevan kecewa sama papa ". Kata Zevan dengan amarah yang menggebu-gebu. Setelah berkata seperti itu, Zevan berbalik menatap Azura


" Maafin Abang Ra, Abang telat nolongin kamu ". Zevan tanpa sadar menitihkan air matanya melihat kondisi kaki adiknya.


" Abanggg..., sakitttt.... Makasih udah tolongin Zura , Zura ga kuat bangg "


Setelah mengatakan itu, Zura pun tidak sadarkan diri.


...Pagi harinya...


Azura terbangun jam 8 pagi, dia merasa ada yang sedang menggenggam tangannya. saat dia menoleh, terdapat Zevan yang sedang tertidur pulas sambil memegang tangannya. Azura tersenyum dan mengusap rambut abangnya. Merasa ada pergerakan yang menyentuh rambutnya, Zevan pun terbangun.


" Tolong ambilin minum boleh? ". Zevan mengangguk dan menyodorkan air ke arah Azura.


" Mama kemana kak? "


" Mama kerumah nenek, nenek sakit, kemarin siang mama perginya "


" Zura kangen mama, Zura kepikiran mama terus ". Kata Zura sendu.


*kringgg kringgg kringgg

__ADS_1


Suara telepon Zevan berdering


" Halo ". Sapa Zevan


' Halo, apakah benar dengan keluarga ibu Adinda Ananta? '


" Iya benar , ada apa ya? "


' Saya dari kepolisan, ingin mengabarkan bahwa ibu Adinda mengalami kecelakaan mobil, dan kondisinya dinyatakan dalam keadaan tidak tertolong '


deg


#


Azura dan Zevan berjongkok di depan pusara sang ibu. Semua pelayat sudah meninggalkan area TPU


" Mama pernah bilang ke Zura, gaboleh nangis kan ma?, t- tpi kenapa malah mama yang buat Zura nangis. Orang yang Zura sayang, sekarang tinggal bang Zevan, Mama pergi ninggalin Zura. Siapa yang bakal belain Zura saat papa marahin Zura, siapa yang bakal masakin makanan favorit Zura, siapa yang bakal obatin Zura saat papa pukulin Zura. Mamaa..., Zura kangen mamaa... ". Curahan tangis Zura.


" Ikhlasin mama ya dekk ". Mengusap bahu Zura


" Bismillah, mama yang tenang ya disana, Zura akan selalu do`ain mama. Zura akan coba ikhlasin mama meski itu berat buat Zura "


" Zevan sama Zura pulang dulu ya maa, mama yang tenang disana. Zevan sayang mama "


" Zura juga sayang mama ". Sahut Azura .


Zura dan Zevan meninggalkan tempat peristirahatan terakhir sang mama, almarhumah Adinda Ananta.

__ADS_1


Bersambung.....


Gimana part ini?, Ada yang mewek?


__ADS_2