AZURA ANANTA

AZURA ANANTA
episode 3 Kabur


__ADS_3

"PUAS KAMU HAH!!"


"PUAS UDAH BIKIN ORANG YANG SAYA CINTAI MENINGGAL"


"DASAR ANAK NGGAK TAU DI UNTUNG"


*Bugg


*Bugg


*Plakk


Terakhir Vero menjambak rambut anaknya?


"S-sakit paaa....."


'Ya Allah...., sakit banget...., kuatkan Zura ya Allah, astaghfirullah hal'azim' . Dalam hatinya, Azura terus berdoa dan berdzikir kepada Tuhannya.


"Zura.. mohon lepasin paaa......, rambut Zura sakitttt..." pintanya dengan suara bergetar menahan tangis.


"Apa kamu bilang? Lepasin ya?. INI TIDAK SEBANDING DENGAN RASA SAKIT SAYA"


" Maafin Zura paa....."

__ADS_1


Tanpa mendengarkan ucapan azura, dengan kasar Vero semakin erat menjambak rambut Azura. Kakaknya Zevan juga tidak sedang di rumah. Karena Zevan sedang pergi ke kantor polisi untuk mengusut kasus tabrakan yang menyebabkan Sang mama pergi untuk selamanya. Azura hanya bisa menahan tangis, dan terus berzikir. Karena menangis dan memohon ampun akan membuat sang ayah semakin brutal menghajarnya.


*bug


' Astaghfirullah '


*bug


' Astaghfirullah '


*bug


' Astaghfirullah '


Setiap pukulan yang ia terima, setiap itu pun Azura berdzikir. Saat akan menendang kaki Azura, terdengar telpon dari kantong celananya.


Dengan sisa kekuatan yang dia miliki, Azura merangkak menuju kasur untuk membaringkan tubuhnya.


1 bulan kemudian


Selama itu, kegiatan sehari-hari Azura yaitu Bersekolah, sepulang sekolah , dia akan mengecek kafenya yang semakin hari semakin ramai. Kafe Azura berkembang dengan pesat dan sekarang telah menjadi kafe yang besar.


Sejak kejadian 1 bulan yang lalu diketahui oleh Zevan, kakak Azura itu sangat marah dan sempat berencana untuk pergi meninggalkan rumah itu bersama Azura. Namun rencana tersebut tidak terlaksana karena Vero melarang, dan berjanji pada Zevan tidak akan memukuli Azura lagi.

__ADS_1


Memang Vero tidak memukul Azura lagi, tapi dia tetap cuek kepada Azura, seakan tak melihat adanya Azura. Vero akan tetap menganggap bahwa Azura pembawa sial.


Pada suatu hari, hari dimana Vero dan Azura sedang makan di ruang makan. Ini adalah hari paling membahagiakan Azura, karena ini pertama kalinya Vero mau berbicara padanya. Tetapi ini juga membuatnya sedih. Vero mengatakan bahwa Azura akan dipindahkan ke sekolah miliknya, yaitu sekolah SMA Galaksi. Azura menolak dan memasuki kamarnya.


Setiap sholat malamnya Azura sering kali menangis. Dia tidak tahu apa salahnya, sempat dia berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Tapi dia masih mempunyai otak untuk berpikir jernih, bahwa mengakhiri hidup adalah hal yang dibenci oleh tuhan. Azura akan tetap menjalankan hidupnya. Dia tidak mau dipindahkan ke sekolah yang baru meskipun itu sekolah milik orang tuanya. Azura tidak mau berpisah dengan Gea dan Salsha. Mereka adalah teman baiknya. Azura hanya mempunyai mereka.


Pagi harinya, Azura memutuskan untuk pergi membawa tasnya menuju kafe. Rencananya, dia akan menginap beberapa hari di kafe. Azura tidak ingin bertemu dengan papanya dulu, karena dia takut dipaksa pindah sekolah, dia juga takut Vero akan memukulnya lagi.


Azura menuruni tangga dengan mengendap-endap. Saat akan menutup pintu, terdengar suara bariton yang sangat ia kenal.


"Mau kabur, hmm..?"


Azura menoleh dengan ketakutan. Terlihat seseorang pria paruh baya berdiri tegap dan membawa rotan kematian di tangan kanan nya.


Azura yang takut pun berlari sekuat tenaga menghindari kejaran papanya Vero. Azura terus berlari dan menyebrangi jalan. Sampai tiba tiba `Tinnnn....`


Azura berbalik berlari menuju sang papa dan `brakk...`


"Paa, m- affin Az zura ya a, Az zura m mo hon. S se ka rang ke ing inan pa pa udah Ter wu jud, pa pa baha gia terus ya. Zura pergi du lu, *** sa lam mu ala ikum pa, Zura sa yang papa "


Azura tertabrak bis karena menyelamatkan papanya. Setelah berpesan kepada sang papa, dia pun menghembuskan nafas terakhirnya dengan kondisi darah yang bercecer dimana-mana.


Bersambung....

__ADS_1


🍃☘️


Maaf apabila banyak typo.


__ADS_2